Venatryx | Pre-Debut Vtuber retweetledi
Venatryx | Pre-Debut Vtuber
1.2K posts

Venatryx | Pre-Debut Vtuber
@venatryxia
Soon you will call me by another name.
Spaceport Near You Katılım Haziran 2023
356 Takip Edilen144 Takipçiler

@venatryxia OWKWOWKWO INI thrift shop kayaknya cuman ada 1 deh
Indonesia

@FNurhammam Good luck day 1 gawe nya nurha, semangat!!!
Indonesia

4 mins, sini buru!!!!
【VERSA】S4 - SHE IS MY GIRL (COVER) youtu.be/ypUpE_hVwH8?si… via @YouTube

YouTube
English
Venatryx | Pre-Debut Vtuber retweetledi

Ohayou Komrades.....
NurHa mau berbagi kabar baik dan juga kurang baik
Kabar baiknya:
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
NurHa keterima kerja 😁😁😁
Kabar kurang baiknya:
Karena ada keluarga besar mau nginap, sepertinya stream minal aidzin wal faizin NurHa undur
NurHa@FNurhammam
Ohayou Komrades..... Kembali lagi NurHa mendapatkan panggilan wawancara kerja. Mohon doanya semoga dipermudah 😁😁😁 Note: stream sepertinya bisa kembalikan berjalan ditanggal 30 Maret nanti Well enjoy your day lad's
Indonesia

@EstchenDahl Wkwkwk udah minum obat kok. Thanks escen 💊
Indonesia

@venatryxia ... klo ga kuat jangan dipaksain ven
smangat ya 🔥
Indonesia

⟪ 𝐊𝐀𝐑𝐀𝐎𝐊𝐄 𝐒𝐓𝐑𝐄𝐀𝐌 ⟫
ikzzz #VERSA Karaoke relayy🔥🔥🔥😂
mari kita habiskan pita suara sebelum premiere cover besok✨
📅28.03.2026
🕒13.30 WIB / 01.30 PM
🔗youtube.com/watch?v=5enoro…
#vtuber #Livestream #vtuberid #EraYuk

YouTube

Eray Ryuki ✨【AKA Virtual】@ErayRyuki
【Weekly schedule】 23 - 29 MAR 2026💜 ✨HASHTAGS✨ Live: #EraYuk Art: #Ryukisan Meme & Clips: #YareYare Fan Name: #Eyang Note : Jadwal bisa berubah sewaktu waktu ᵧₒᵤ.... ₐᵣₑ ₙₒₜ ᵣₑₐ𝒹ᵧ... ₗₑₜ'ₛ 𝒸ₗₒₛₑ ₜₕᵢₛ ₘₒₙₜₕ 𝓌ᵢₜₕ ₐ ᵦₐₙ𝓰ₑᵣ
Indonesia

@EstchenDahl Jam 5 masih 7 jam lagi ya? ez lah.
Indonesia

@venatryxia minum obat n istirahat vena~
Indonesia

@Oooookamii Apaan lagi ini meng 😭😭😭😭 belom kena tl ku padahal
Indonesia
Venatryx | Pre-Debut Vtuber retweetledi

If liking us makes you think that you have the right to bully and even worse, sexually harassing/abusing others, we don't want you in our community at all. GTFO
PANDAVVA Official@PANDAVVA_ID
PERNYATAAN SOLIDARITAS TERHADAP KORBAN.
English

Kali ini, aku mau bahas sesuatu yang sangat aku yakini:
Streaming itu bukanlah TV versi modern.
Bagiku, streaming itu radio yang dikasih layar.
"Emang bedanya TV sama radio apa?
Jangan sotoy deh, Kala."
Eits, aku tidak sotoy, karena aku tumbuh di lingkungan insan radio.
Almarhum nenekku adalah penyiar terkenal di masanya.
Suaranya dulu menemani banyak orang yang bahkan tidak pernah melihat wajahnya, selama 32 tahun.
Tradisi itu diteruskan oleh anaknya, budeku, yang juga hidup di dunia siaran.
Kalau aku?
Saat mulai bekerja dulu, atasanku dan juga mentorku, keduanya adalah mantan penyiar radio.
Bahkan 2 orang rekan satu timku juga penyiar di kala itu.
Karena kebetulan EO tempatku bekerja dulu dibangun oleh mantan penyiar radio.
Tanpa sadar, hampir seluruh lingkar profesional yang membentuk cara pandangku tentang komunikasi berasal dari dunia audio.
Ditambah lagi, usahaku sekarang di EO, periklanan, dan perfilman membuatku sangat dekat dengan dunia voice over dan voice acting.
Dari semua pengalaman itu, aku mulai melihat sesuatu:
Streaming hari ini bekerja dengan logika radio, bukan televisi.
TV itu visual-first.
Kamu harus duduk, fokus, menatap layar.
Radio itu audio-first.
Kamu bisa nyetir, masak, olahraga, sambil tetap "hadir."
Radio punya satu kekuatan yang TV tidak punya:
Keintiman.
Penyiar radio berbicara seperti teman.
Bukan seperti presenter berita.
Begitu juga dengan Livestream.
Banyak orang membuka stream bukan karena kontennya spektakuler, tapi karena ingin ada suara yang menemani kerja, belajar, atau sekadar merasa sendirian.
Persis seperti orang dulu menyalakan radio di kamar, dapur, atau mobil.
Nenekku dulu cerita, pendengar setianya bilang gini:
"Rasanya kok kayak kita udah kenal lama ya teh, padahal belum pernah ketemu."
Terdengar familiar?
Betul, parasocial relationship.
Yang baru aja aku bahas kemarin.
Streamer, Podcaster, Vtuber, mereka semua hidup dari parasocial relationship, dalam kadar tertentu
Suara mereka terasa familiar di telinga pendengar.
Audiens tidak benar-benar mengenal streamer secara personal, tapi merasa ditemani secara emosional.
Makanya, Vtuber yang graduate, sangat ditunggu reinkarnasinya.
Banyak audiens yang ga sebegitunya peduli dengan model live2d, dengan lore, dengan visualisasi, itu semua cuma bonus.
Yang bikin seseorang jadi oshi bukan modelnya yang bagus.
Bukan riggingnya yang smooth.
Tapi karena suara dan energinya terasa kayak teman lama yang selalu ada.
Bukan kayak MC kondangan.
Mentorku dulu bilang sesuatu yang tidak pernah aku lupa:
"Di radio, kamu ga siaran untuk ribuan orang. Kamu siaran untuk satu orang, yang lagi sendirian dengerin kamu."
Dan ketika streaming dilakukan dengan cara itu, kita jadi ga kayak nonton pertunjukan.
Kita merasa ditemani.
Makanya VTuber dengan model sederhana bisa punya fanbase yang lebih loyal dari VTuber dengan model mahal dan rigging kelas AAA.
Bukan karena kontennya lebih bagus secara teknis.
Tapi karena terasa kayak teman beneran.
Untuk viewers, ati-ati aja, jangan terperosok jebakan Parasosial ini sampai ke level Pathological Tie, alias terlalu halu ya.
Kembali ke laptop, di dunia Voice Acting aku juga belajar satu hal yang sama:
Suara yang bagus bukan suara yang paling keren.
Tapi suara yang paling bisa dipercaya.
Yang bikin pendengar ngerasa, "oh, ini orang kayaknya tulus banget deh, ga pakai topeng."
Lucunya, VTuber literally pake topeng berupa L2D Model.
Tapi justru di balik avatar itu, keaslian energinya yang bikin orang balik terus.
Radio juga gitu.
Pendengar nggak liat mukamu. Tapi mereka tau kamu bohong atau nggak.
Alhasil, qlgoritma Twitch, YouTube, bahkan TikTok Live, ngoptimasi untuk satu hal:
Seberapa lama orang mau stay.
Retention.
Orang stay bukan karena modelmu cute.
Orang stay karena ngerasa nggak mau ninggalin temennya ngobrol.
Karena pada akhirnya, manusia tidak selalu mencari hiburan.
Kadang mereka, hanya ingin merasa tidak sendirian.
Indonesia

@KalanaraDika This such a good insight. Kalo aku dari dulu nganggep stream tu kaya dengerin podcast, karena bukan penikmat radio. Habis baca ini baru realize ternyata iya juga, kaya radio ya? Jadi mode radio itu benar adanya. Btw, halo salam kenal 🌷
Indonesia





