gewminigurl retweetledi
gewminigurl
1.7K posts

gewminigurl retweetledi

"8+2 = 11"
"Sawit itu kan juga pohon, kan? Ada daunnya, kan?"
"Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasib nelayan."
"Orang desa tidak ada yang pakai dolar kok."
Empat kalimat bodoh, dan yang melempar keempat kalimat bodoh ini adalah orang yang memimpinmu saat ini.
alfin rizal@alfinrizalisme
@ARSIPAJA aku tahu dia inkompeten jadi presiden. tapi gak nyangka aja kalau sekosong-momplong ini.
Indonesia
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi

Udah bener tahun 98 Habibie copot Prabowo dari jabatan Pangkostrad. Eh tahun 2024 malah dipilih jadi presiden.

Arai Saekespeare@sawadeeecat
the biggest downgrade in history
Indonesia
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi

ya org mah mikir kalau gamau anies naik kan masih ada ganjar, maksud gue??? ini bukan anies vs p2 tapi kan ada opsi lain, kayak??? mikir hello? MIKIR MAKANYA MIKIIIIIRRR
Tanyarl 💚@tanyakanrl
💚 CW // VOTER 02 Milih berdasarkan Visi Misi ❌ Milih karna gk suka kandidat lain naik✅💀
Indonesia
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi

Ga pantes banget seorang presdn ngomong “Jangan iri.” begini. Very insensitive 🥴
Sekalian dah gaji guru dan nakes ga ikut dinaikin juga pak? 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
tempo.co@tempodotco
Gaji dan Tunjangan Hakim Naik Hingga 280 persen, Prabowo: Jangan Iri
Indonesia
gewminigurl retweetledi

Sedangkan kasus MBG, IKN mangkrak, orang2 itu pada hidup tentram 🤡
What a dzalim country
tempo.co@tempodotco
Nadiem Dituntut Bayar Rp 5,6 Triliun: Saya tidak Punya Uang
Indonesia
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi

lagian dulu siapa si orang bodoh yg ngide bgt nyoblos prabowo, anjinggggg
Indonesian Pop Base@iPopBase
The rupiah reaches its lowest level in history at 17,500 per US dollar.
Indonesia
gewminigurl retweetledi

Guys, ada usulan menarik sekaligus kontroversial
yang baru keluar dari DPR hari ini.
Wakil Ketua Komisi X DPR dari PKB,
Lalu Hadrian Irfani, mengusulkan Presiden Prabowo untuk mengangkat seluruh guru di Indonesia
menjadi PNS dan menghapus semua sistem pengelompokan status guru yang ada sekarang.
Tidak ada lagi guru ASN, PPPK, PPPK paruh waktu,
atau honorer.
Satu status saja: PNS.
Dan kalau ada yang nanya dari mana anggarannya pertanyaannya harusnya dibalik:
kenapa uang negara cukup untuk hal-hal lain tapi selalu tidak cukup untuk guru?
Guru adalah fondasi dari segalanya tapi diperlakukan seperti beban:
Indonesia punya jutaan guru honorer yang mengajar anak-anak bangsa setiap hari dengan gaji yang dalam banyak kasus tidak sampai Rp500.000 per bulan.
Mereka tidak punya kepastian karier, tidak punya tunjangan, tidak punya pensiun. Status mereka bisa dicabut kapan saja.
Sementara itu negara menggelontorkan ratusan triliun untuk program-program lain yang kualitas dan efektivitasnya masih sangat dipertanyakan.
MBG dapat ratusan triliun guru honorer masih digaji di bawah UMR:
Program Makan Bergizi Gratis mendapat anggaran yang sangat besar.
Tapi banyak laporan yang menunjukkan makanannya tidak dimakan karena tidak sesuai selera anak.
Banyak SPPG yang ditutup tapi masih dapat insentif. Transparansi suppliernya masih gelap.
Dan dampaknya ke kualitas gizi anak masih belum terukur secara jelas.
Di sisi lain guru yang setiap hari mendampingi anak-anak itu belajar membaca, berhitung, dan berpikir masih berjuang dengan status yang tidak jelas dan gaji yang tidak manusiawi.
Mana yang lebih penting untuk kualitas generasi berikutnya:
makanan gratis yang kadang tidak dimakan, atau guru yang dibayar layak dan punya kepastian karier sehingga mereka bisa fokus mengajar dengan sepenuh hati?
Kastanisasi guru adalah penghinaan sistematis:
Sekarang ada guru ASN, ada PPPK, ada PPPK paruh waktu, ada honorer.
Pekerjaan yang sama mengajar anak-anak Indonesia tapi statusnya berbeda, gajinya berbeda, haknya berbeda, masa depannya berbeda.
Ini bukan sistem yang adil.
Ini sistem yang menciptakan kelas-kelas di antara orang-orang yang melakukan hal yang sama pentingnya.
Dan selama kastanisasi ini ada, selama itu pula energi guru akan terkuras untuk memperjuangkan status mereka sendiri bukan untuk memperbaiki cara mereka mengajar.
Satu status nasional PNS menghilangkan semua itu. Kepastian karier.
Kepastian gaji.
Kepastian masa depan.
Dan dengan kepastian itu guru bisa fokus pada satu hal yang seharusnya menjadi prioritas utama mereka: mendidik.
Soal anggaran ini soal pilihan, bukan soal kemampuan:
Indonesia bukan negara miskin yang tidak mampu menggaji gurunya dengan layak.
Indonesia adalah negara yang memilih untuk mengalokasikan anggarannya ke tempat lain.
Kalau anggaran bisa ditemukan untuk proyek-proyek besar yang manfaatnya masih diperdebatkan anggaran untuk memastikan jutaan guru mendapat gaji layak dan status yang pasti seharusnya bisa ditemukan juga.
Ini soal prioritas.
Dan selama guru bukan prioritas utama pendidikan Indonesia tidak akan pernah berubah secara fundamental, apapun program yang diluncurkan.
Jadikan semua guru PNS.
Hapus kastanisasi.
Berikan kepastian karier dan kesejahteraan yang layak kepada orang-orang yang setiap hari memegang masa depan bangsa ini di tangan mereka.
Kalau negara ini bisa cari anggaran untuk hal-hal lain — negara ini bisa dan harus cari anggaran untuk gurunya. Tidak ada investasi yang lebih penting dari investasi ke orang yang mendidik generasi berikutnya.

Indonesia
gewminigurl retweetledi
gewminigurl retweetledi














