Sabitlenmiş Tweet
Lᴀᴠ.
49 posts

Lᴀᴠ.
@viridignis
https://t.co/uP67dvWPlG⠀— 𝑓𝑟𝑜𝑠𝑡𝑏𝑖𝑡𝑒 𝑢𝑝𝑜𝑛 𝑡ℎ𝑒 𝑢𝑛𝑤𝑜𝑟𝑡ℎ𝑦.
MDNI. Katılım Ocak 2026
15 Takip Edilen12 Takipçiler

@thalascript Akhirnya, tibalah dia di depan kursi sang wanita itu. Ia mengulurkan tangannya kepada Thalassa, satu gestur terbuka dengan maksud yang sudah diperhitungkan.
"Manakah yang merupakan dirimu, hm?" tanyanya disambut dengusan napas yang berusaha menenangkan @thalascript lebih lanjut.
Indonesia

@thalascript Lav mendengus pelan. "Hm, jangan dipikir terlalu berat, Thalassa," ia mulai menghampiri sang dara setelah dirasa wanita itu sudah lebih siuman.
"Antara terbiasa untuk terpaksa dengan terpaksa untuk terbiasa memang beda tipis," tuturnya diiringi suara langkah sepatu yang ritmik.
Indonesia

@thalascript Ia sengaja memandang ke langit untuk memberi jeda ruang kepada wanita itu, bergelut mencari bintang yang bisa menyaingi terang sang dara.
Sekiranya jeda sudah cukup diberikan, Lav memiringkan kepala, menaruh pandangan dan menunggu kata yang ditutur dari bibir @thalascript.
Indonesia

@thalascript Lav mendengus pendek, memaklumi sang dara. "Formalitas adalah alasan paling klise untuk mengekang diri," sahutnya datar.
"Lain kali, mintalah soda atau teh. Selama wadahnya tetap gelas sampanye, takkan ada yang peduli," celotehnya lagi dengan senyum licik namun menawan.
Indonesia

@thalascript Ia berjalan sejenak, lalu menyandarkan diri pada dinding. "Mengapa mengambil sampanye kalau kamu tidak tahan dengan alkohol, hmm?" Pandangannya tak menghakimi, namun tetap saja berusaha memahami dalam dingin.
(@thalascript)
Indonesia

@thalascript Tidak menghiraukan maaf dari sang puan, ia tidak merasa ada yang salah dalam pertemuan ini.
"Dipikir-pikir lagi, aku berhasil menarik kamu dari kerumunan pesta. Sebuah pencapaian," komentarnya pelan, mengingatkan Thalassa bahwa mereka sudah tidak berada di tengah pesta.
Indonesia

@2DRP_AU Sengaja tak membalas tatap, Lav membelokkan pandangan ke satu objek di sebelah seorang itu dengan bahu yang tetap tegap. "Hanya diperhatikan, ternyata," gumamnya rendah, suaranya datar.
Ia bersandar di satu dinding, napas yang dihelanya seakan terukur dan dingin.
Indonesia

@thalascript Sepertinya sang wanita menarik diam di antara mereka. Tentu, ia tak ingin memutus hal itu. Lav tak pusing untuk menatap kembali, menguliti setiap inci gerakan dari wanita itu.
Ia bergeming, membiarkan sang wanita untuk mengusir diam yang ia undang sendiri.
(@thalascript)
Indonesia

@viridignis Tanpa sepatah kata, dan tanpa repot melihat ke arah @viridignis, Thalassa mengambil gelas, perlahan menuntunnya ke arah ranum, menyesapnya pelan-pelan, menghidrasi kembali diri yang tadinya kering karena alkohol yang tak sampai segelas banyaknya.
Indonesia

@thalascript Ia beralih berdiri tegak dekat wanita itu daripada kembali bersandar di pagar teras, tangannya kembali terlipat, menjaga dingin darinya dan sang puan serta tatapannya kembali mengobservasi sang wanita yang berusaha mengembalikan sadar.
(@thalascript)
Indonesia

@thalascript Lav menghela napas. Hm, sang puan terlihat mulai luput dari logika. Ia beranjak masuk sejenak lalu kembali membawa segelas air putih yang diletakkan di atas meja dekat sang puan.
"Minum. Tarik napas dulu," perintahnya, nadanya seakan menghangatkan namun tetap tegas.
Indonesia

@thalascript "Tenang. Aku tak mau kamu menyesal telah menemui dan mengenaliku." Alisnya terangkat sedikit, menunjukkan setitik empati yang tulus di tengah dominasi yang ditegakkan.
Sebuah jeda ditemani terang rembulan. "Apa yang kamu rasakan, Thalassa?" tanyanya tenang kepada @thalascript.
Indonesia

@thalascript Sesampainya di teras yang sunyi, ia menuntun sang wanita menuju bangku. "Duduklah," suaranya merendah, namun masih ada setitik ketegasan.
Ia bersandar di pagar teras, tatapnya melunak mengarah ke sang puan serta tangannya dilipat untuk melawan angin malam yang menyergap.
Indonesia

@thalascript Pria itu melipat tangannya seraya melempar senyum menawan ke arah wanita bergaun hitam di hadapannya. Ia diam memperhatikan sang puan, menunggu kekakuannya surut agar Lav dapat mengulik @thalascript lebih dalam.
Indonesia

@thalascript "Tuan Lav..." Ia menghela napas, memperhatikan wanita yang seakan memasang tembok di suasana meriah ini.
"Bersantai sedikit, 𝘕𝘰𝘯𝘢 𝘛𝘩𝘢𝘭𝘢𝘴𝘴𝘢. Ini pesta, bukan rapat dewan atau apapun itu." Sang pria tertawa kecil, sengaja memanggil sang puan dengan nada menggoda.
Indonesia

@thalascript "Lævateinn, itu namaku. Panggil saja dengan Lav." perkenalannya menyergap, suaranya rendah disertai senyum percaya diri.
"Bagaimana dengan Anda, 𝘨𝘰𝘳𝘨𝘦𝘰𝘶𝘴?"
Matanya tertuju ke bibir sang puan yang hendak mengecap sampanyenya, perlahan merayap naik ke mata @thalascript.
Indonesia

@thalascript Lav mungkin kurang ajar, tapi setidaknya ia paham tentang keadilan. Ia membiarkan sang wanita mengambil gelasnya dan membiarkannya. Pria ini mengusap dagunya santai, memberi waktu dan ruang bagi sang wanita untuk menelaah situasi—atau mungkin, dirinya.
Indonesia



