tara

20.3K posts

tara banner
tara

tara

@w_oodvale

nrimo ing fandom #coys

windermere peaks Katılım Eylül 2012
966 Takip Edilen641 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
tara
tara@w_oodvale·
❕❕❕
tara tweet media
QME
0
0
2
2.8K
tara retweetledi
nina
nina@xxxrept·
the category is: hot men with slutty glasses
nina tweet medianina tweet medianina tweet medianina tweet media
English
56
3.9K
24.6K
383.7K
best of normal people
best of normal people@acnormalpeople·
happy six years of normal people to all those who celebrate
English
47
4.1K
14.7K
464.9K
tara retweetledi
bianca
bianca@biancalovesfilm·
unfortunately i do believe that every time i delay watching a film it’s because it’s going to find me at the perfect time
English
247
35.9K
192.5K
1.9M
tara retweetledi
dani
dani@teamrobsten·
GIF
ZXX
30
3.5K
25.7K
278.7K
tara retweetledi
ؘ
ؘ@torturedfilm·
the way he went to her room with the plan to kick her out of the band but finding her like that made him realize he cant live without her. just buzztopia.
English
14
613
22.3K
918.8K
tara
tara@w_oodvale·
bakmi apin, sukajadi
tara tweet media
Indonesia
0
0
0
18
tara
tara@w_oodvale·
mi upami, cihapit
tara tweet media
हिन्दी
1
0
0
41
tara
tara@w_oodvale·
thread bakmi di bandung but without further explanation
English
1
0
1
117
tara
tara@w_oodvale·
@cqtfs mahal gak…sbnrnya lebih males part keramas daripada ngeringinnya 🤧
Indonesia
1
0
0
23
tara
tara@w_oodvale·
kesulitan mencari salon semurah my love honey daily pogung andalan cuci blow di kala mager
Indonesia
1
0
0
59
tara retweetledi
✧
@northstardoll·
✧ tweet media
ZXX
40
1.7K
17.1K
240.4K
tara retweetledi
໊
@wynavira·
born to be a hater but forced to understand where you’re coming from
English
101
25.5K
135.7K
1.5M
tara retweetledi
h ❀
h ❀@AY0DAYA·
double empathy.
h ❀ tweet mediah ❀ tweet media
English
17
1.4K
16.9K
761.7K
tara retweetledi
Kumis 🌼🩵 VtuberID
ngeliat cerita ini dan selalu bilang "Ibu Kartini" but in reality she was only 25 years old when she died..... 🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺 oh she was just a baby, she must have been so scared......
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻

English
52
6.2K
32K
855.3K
tara retweetledi
cee
cee@1ovesickkk·
big fan of anything that stops the voices in my head for a while
English
81
13.9K
55.7K
733.1K