✨✨

6K posts

✨✨ banner
✨✨

✨✨

@walkblessedly

kalo ngetweet emang suka typo, harap maklum🙏🏻🙏🏻

The capital Katılım Haziran 2011
308 Takip Edilen169 Takipçiler
✨✨
✨✨@walkblessedly·
pokoknya capeeee dehhh waktu kosong cmn buat bobo hahaaaa
Indonesia
0
0
0
3
✨✨
✨✨@walkblessedly·
telp sama mama 👩🏻: mama ada zoom nih mau bahas kejadian anak isip 👧🏻: ((jleb)) wkk iya ya mam kecapean sama kek disini (ppds) cape jg wkwkw
Indonesia
1
0
0
8
✨✨
✨✨@walkblessedly·
capek wkwkw 😩😭 perihnya jg kerasa dibagian mata akibat nangis tros wkwkw
Indonesia
0
0
0
5
✨✨ retweetledi
aes
aes@aessbatu·
Jujur emang cape bgt, fase kenalan, ga cocok, kenalan lagi
Indonesia
0
1
0
38
✨✨ retweetledi
CardiovascularCorner
CardiovascularCorner@TrackYourHeart·
Leonardo da Vinci described the heart as vortex-oriented around 1512–1513, suggesting that blood flows in spiral patterns through the ventricles and forms vortices in the aortic sinuses, which are essential for closing the aortic valve, rather than flowing in a simple, straight line. Modern 4D-MRI and fluid modeling techniques have confirmed these predictions 500 years later, proving that the heart acts as a biological vortex generator, improving efficiency and reducing energy loss.
Dr. AK 🇮🇳@docakx

Tell me a beautiful medical fact.

English
13
280
1.6K
237.6K
✨✨
✨✨@walkblessedly·
DEEEPPP
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah. Dan ini bukan opini. Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur. Jawabannya satu kalimat mereka masuk ke pernikahan tanpa tahu siapa diri mereka sendiri. Dan begitu mereka masuk semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi, pengembangan diri pelan-pelan hilang. Bukan karena dirampas. Tapi karena struktur pernikahan yang mereka masuki memang tidak dirancang untuk menampung itu semua. Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani. Perempuan menikah. Anak lahir. Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri. Pengembangan diri berhenti. Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang? Saya sudah S1, saya pernah kerja, saya punya mimpi. Sekarang saya cuma masak ngurus anak, dan menunggu suami pulang. Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya. Mereka kirim ke universitas terbaik. Dorong untuk berkarir. Ajarkan untuk mandiri secara finansial. Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya. Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal. Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi. Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas. Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat. Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan. Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri. Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari. perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan. Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka. Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.

0
0
0
16
✨✨
✨✨@walkblessedly·
semoga yg nipu kena hukuman seberat2nya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
0
0
0
18
✨✨
✨✨@walkblessedly·
@masasih28 sabar dan ikhlas, bener2 nil sambil ngebatin tiap hari, jgn lupa ttp iya siap laksanakan segala perintah walaupun situasi gk mungkin wqwqwq
Indonesia
0
0
0
9
nilayumas
nilayumas@masasih28·
Gimana sih caranya biar jadi dokter spesialis🙂 *bertanyadengannadalembut
Indonesia
1
0
0
10
✨✨
✨✨@walkblessedly·
this might be unpopular yet useful opinion, in this transactional world like this, sincerity is number two, number one is ulterior motive beneath every act
English
0
0
0
20
✨✨ retweetledi
GwenP00Le
GwenP00Le@Bappieidk·
@indra_kencana Technically not in my old working place. Mybe its th illusion that we're alone in understaffed & occupied yet supportive -caring colleagues. But then, new place in residency got lots of staffs yet feels disconnected from each other with its more layered, complex hospital politics
English
2
0
1
87
GwenP00Le
GwenP00Le@Bappieidk·
Mybe im already bit too deep into th healthcare culture that im occasionally abit surprised non HCworker would care bout us, or at least to make the connection that our safety and welfare affects patient care. Cause being in emergency care for some years makes me felt otherwise.
Partai Buruh@EXCOPARTAIBURUH

Ini serius. Nakes, termasuk dokter internship -- siapa pun dia, tidak boleh dipaksa bekerja saat sakit atau dieksploitasi dengan jam penuh dengan dalih magang. Keselamatan tenaga kesehatan dan pasien harus jadi prioritas. Perlu investigasi, pengawasan, dan standar pemagangan yang manusiawi.

English
2
9
25
1.6K
✨✨ retweetledi
Ahmed Bennis MD 🫀
Ahmed Bennis MD 🫀@drbennisahmed·
five studies I would put at the top of the ACC.26 March 28–30, 2026, in New Orleans 1.CHAMPION-AF — primary results comparing left atrial appendage closure vs oral anticoagulation in patients with atrial fibrillation. 2.STEMI-Door to Unload — results of primary left ventricular unloading in anterior STEMI without cardiogenic shock 3.Spironolactone in the Treatment of Heart Failure 4.TAVI Without Routine PCI — a randomized trial testing transcatheter aortic valve implantation without routine percutaneous coronary intervention. 5.Discontinuation of β-blocker Therapy in Stabilized Patients After Acute Myocardial Infarction #ACC26 #Cardiology #MedTwitter #CardioTwitter #HeartHealth #Healthcare @JACCJournals @ACCinTouch @DrMarthaGulati @hvanspall @BiykemB @ankeetbhatt @ShelleyZieroth @Hragy @cardioceptor accscientificsession.acc.org
Ahmed Bennis MD 🫀 tweet media
English
2
36
103
13.3K
✨✨ retweetledi
Yuda Herdanto
Yuda Herdanto@yudaherdanto·
Pakdhe Indro bilang: “Banyak obat merusak jantung → bisa menyebabkan gagal jantung (cardiac arrest)” Kalimat ini terdengar ilmiah. Tapi sayangnya: MENYESATKAN. Izin saya luruskan. 👇
Yuda Herdanto tweet media
Indonesia
9
130
320
23.2K
✨✨
✨✨@walkblessedly·
@Bappieidk ini membuktikan bahwa ternyata ppds jomblo jg struggle menemukan jodoh bkn seperti kata org yg bilang ,"ah kalau udh masuk ppds udh banyak calonnya"
Indonesia
0
2
18
4.7K
GwenP00Le
GwenP00Le@Bappieidk·
Coffee Meets Bagel alias CMB ini banyak jg pipidi'is rscm njirr
GwenP00Le tweet media
Indonesia
20
13
380
50.8K
✨✨ retweetledi
Ahmed Elsherif
Ahmed Elsherif@Dr_Elsherif1990·
I am very pleased to share our latest publication as first author on management of coronary artery perforations in the Journal of American College of Cardiology(JACC). Stepwise, case-based review from our UK centre. 🔗 jacc.org/doi/10.1016/j.… #JACC #cardiology #intervention
Ahmed Elsherif tweet media
English
3
44
200
14.2K
✨✨
✨✨@walkblessedly·
be creative dude, even a thing could be two things in different perspective 😂
English
0
0
0
16