wan
11.3K posts

wan retweetledi
wan retweetledi
wan retweetledi

@SonyEdwardLubis Ini bentuk perjuangan @Gerindra di Komisi VII. Penolakan atas kenaikan harga BBM.

Indonesia
wan retweetledi

Gerindra: Dolar Hampir Rp 14.000, Tanda Kegagalan Pemerintah m.wartaekonomi.co.id/berita68321/ge… #BeritaGerindra
Indonesia
wan retweetledi

Yudian Wahyudi, Kepala BPIP , Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Gajinya Rp76,5 juta/bulan, setara menteri.
Anggarannya Rp374 miliar per tahun.
Tugasnya satu: jaga dan sebarkan nilai-nilai Pancasila.
Sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kita mulai dari sana.
Februari 2020, baru seminggu dilantik, Yudian bilang:
"Kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan."
MUI protes. Ormas Islam protes. Politikus lintas partai protes.
Kepala lembaga yang tugasnya mengamalkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa , bilang agama adalah musuh Pancasila.
Dia tidak dicopot.
Dia masih menjabat sampai hari ini.
Agustus 2024: 18 Paskibraka putri yang berjilbab harus melepas jilbab saat pengukuhan resmi kenegaraan di IKN.
BPIP bilang itu soal "keseragaman."
Yudian bilang tidak ada paksaan.
Tapi rekaman videonya ada.
Anak-anak itu melepas jilbabnya di hadapan kamera, di depan negara.
Alumni Paskibraka minta dia mundur.
Jokowi ditanya soal sanksi, jawabnya: "Ya nanti dilihat."
Tidak ada sanksi.
Yudian minta maaf.
Lanjut menjabat.
2024, Yudian minta tambahan anggaran Rp100 miliar ke DPR.
Rinciannya? Rp45,5 miliar untuk bayar influencer, YouTuber, dan TikToker supaya posting soal Pancasila.
Lembaga yang tugasnya membina ideologi bangsa , strategi utamanya adalah endorse konten kreator.
Orang yang bilang agama musuh Pancasila.
Yang bikin Paskibraka lepas jilbab.
Yang minta Rp45 miliar untuk TikToker.
Masih menjabat.
Masih digaji Rp76,5 juta/bulan. Pakai uang lo.

Indonesia
wan retweetledi

Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media.
Letkol Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet.
Bukan menteri.
Bukan jenderal bintang empat.
Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas.
Apa yang terjadi di bencana Sumatra
dan di mana Teddy masuk:
Akhir November 2025.
Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
BMKG sudah memberikan peringatan
delapan hari sebelumnya.
Tidak ada rapat darurat.
Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat.
Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa.
Rapat soal koperasi.
Ketemu Menteri Kelautan.
Menerima Ratu Belanda.
Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar.
Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang.
Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh.
Lebih dari tiga minggu di lapangan.
Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan.
Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat.
Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi.
Rina melakukan siaran langsung.
Dia tumpahkan semua yang dia lihat.
Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet
menonton siaran itu dari Jakarta.
Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk.
Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti.
Bukan insiden tunggal ini pola:
Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa.
Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon.
"Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya."
"Tapi memang belum ada bantuan.
Faktanya begitu."
"Cerita soal dampaknya aja.
Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk."
Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja."
"Maksa banget," kata Indira.
Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar:
Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman.
Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan.
Yang ada adalah telepon.
Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu.
Tidak perlu SK.
Tidak perlu aturan resmi.
Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan.
Apa yang dilakukan Teddy?
Persis sama.
Menelepon pemilik media.
Mengamuk.
Meminta pemred diganti.
Tanpa surat resmi.
Tanpa proses hukum.
Cukup satu telepon.
Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain:
Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo.
Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda.
Lebih profesional.
Lebih terukur.
Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif,
bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana.
Bukan mengontrol berita palsu.
Bukan melawan disinformasi.
Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang.
Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli:
Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab.
Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan.
Tidak ada klarifikasi.
Tidak ada bantahan.
Hanya diam.
Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan.
Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar.
Dan sistem seperti itu pernah kita kenal.
Namanya Orde Baru.
Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.

Indonesia
wan retweetledi
wan retweetledi
wan retweetledi

Bayangin dia ngorok gegoleran semalem sewa kamarnya 200 juta. Sementara itu, kemarin banyak anak Indonesia udah nangis terharu keterima SNBT, lalu ibunya malah bingung "nanti bayarnya gimana?"
dwynna@Dwynna_Win
it’s sooo marie antoinette coded
Indonesia
wan retweetledi

rill dunia jahat banget sama cowo miskin dan cowo perintis,
ngebayangin jdi cowonya padahal disisi lain lagi ngerintis kerja, lagi bangun relasi, lagi usaha buat diri sendiri dan keluarga dikatain gini gue pastiin lu bakal nyesel seumur hidup.
YAPPINGFESS@yappingfess
yap! jangan mau sama cowo susah
Indonesia
wan retweetledi

di halte TJ, tiba2 dapat wejangan..
👤: jam segini baru berangkat kerja mas?
😕: ga pak.. justru ini mau balik ke kosan, tadi abis tes di perusahaan dekat sini
👤: oh, gapapa mas, masih cari kerja. pulang ini coba masnya sholat dhuha terus lanjut baca doa ini ya.. "allahumma inni as aluka bii asmaikal Husna wasifatikal Ulya bi Anni asyhadu annaka antallah la Ilaha Illa antal ahadus Shomad lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahad"
😕: oh ya, makasih pak, nanti saya praktekin
👤: sehat2 ya mas (sambil masuk bis)

Indonesia
wan retweetledi
wan retweetledi

Pak Dadan, semoga anda mendapatkan adzab yg sangat pedih di dunia dan di akhirat.
Dan semoga saya masih dikasih umur untuk menyaksikan anda mendapat adzab di dunia
Aamiin
tempo.co@tempodotco
Dadan menegaskan motor BGN berbeda, Emmo untuk merek Indonesia, sedangkan di luar negeri memakai merek Tinbot. “Itu akun bodong. Baterai motor listrik saja harganya Rp 7 juta, belum dinamo dan controller, dan peralatan lainnya,” tegasnya.
Indonesia
wan retweetledi
wan retweetledi

Ya Allah nemu seller lain di Ali Baba jual Motor BGN cuma 7 juta!!!! 🤯🤯🤯🤯
BUSET disini juga 56 juta itu gimanaaaa, masak harganya 8x lipat 🤬🤬🤬🤬🤬🤬

Ghozy Ul-Haq@ghozyulhaq
Kayaknya ini merk asli dari Motor MBG: Kollter ES1-Pro, pabrik aslinya tentu di China -> Jiangsu Keyroad Transportation Technology Co., Ltd. Memang penyedia motor OEM, di negara lain dijual pakai brand Tinbot 🇩🇪, Artisan 🇬🇧, Joule 🇨🇦. Di Indonesia pakai brand Emmo dibawa ex orang Gesits.
Indonesia
wan retweetledi






















