itarahmadanialfff

22.1K posts

itarahmadanialfff banner
itarahmadanialfff

itarahmadanialfff

@wargapatuh

Jihad fii sabilillah dengan cara mengurangi konsumsi gula

Malang Raya Katılım Aralık 2018
942 Takip Edilen608 Takipçiler
itarahmadanialfff retweetledi
miw.
miw.@lilaccountz·
berusaha selalu husnudzon sama Allah. trust me. sejak ngelakuin ini, hidup berasa jauh lebih tenang. kalo ada yg berhasil? bersyukur itu rezeki dari Allah kalo ada yg gagal? artinya emang itu yg terbaik karena mungkin ada keburukan di balik hal tsb yg gue gatau. semua dibawa chill. yakin kalo semua yg terjadi sekarang maupun di masa lalu memang yg terbaik menurut Allah. kalopun ada yg ga sesuai harapan, percaya aja klo Allah bakal ganti dengan yg lebih baik 🦋
putri yelvita@yelputttt

Spill dong 1 amalan yang sangat merubah hidupmu ☺️ Me first : Baca surat Al-Waqiah setiap subuh

Indonesia
17
733
2.7K
37.9K
itarahmadanialfff retweetledi
ann
ann@anhtiss·
Jadi keinget waktu kuliah sama pak Pudyo dan kami diminta menganalisis kurikulum 1947 sampai K-13 at that time. He made us pit against each other debatin kurikulum mana yg paling baik, dan kami sampai pada common ground bahwa semua kurikulum, philosophy-wise itu ya baik. Tujua–
Cerita Ayah@bulunangko

Satu lagi cerita dari guru Kandilo' 👇 Rangking Satu Itu Bernama Minat (Mengenang Kurikulum Merdeka) Namaku Kandilo’. Guru kampung di Toraja. Sudah puluhan tahun mengajar. Sudah melihat terlalu banyak anak merasa dirinya bodoh, padahal sebenarnya tidak. Yang bermasalah bukan pada anaknya. Masalahnya pada cara kita mendefenisikan pintar. Dulu, di sekolah kita, anak dipaksa pandai semua hal. Harus jago matematika. Harus pintar IPA. Harus hebat bahasa. Harus kuasai ini, dan ini, dan itu. Akhirnya banyak anak tumbuh dengan satu keyakinan menyedihkan: menganggap dirinya gagal. Padahal ikan akan selalu terlihat bodoh kalau diuji memanjat pohon. Ayam akan merasa diri sangat bodoh kalau diuji pelajaran renang. Siput selalu akan dapat nilai merah saat ujian berlari. Saya pernah punya murid. Nilai matematikanya biasa saja. Hafalan juga tidak hebat. Tapi tangannya luar biasa. Bisa memperbaiki radio rusak hanya dengan melihat sebentar. Sekarang dia punya bengkel sendiri. Menghidupi keluarganya dengan baik. Kalau dulu dia terus dipaksa menjadi anak rangking matematika, mungkin dia sudah berhenti sekolah karena merasa kalah. Itulah yang saya mulai pahami saat era Nadiem Makarim membawa gagasan Kurikulum Merdeka. Belajar tidak lagi sepenuhnya dipaksa seragam. Anak mulai diberi ruang mengenali minatnya. Guru didorong melihat potensi, bukan sekadar angka rapor. Dulu anak SD pergi sekolah seperti mau pindahan rumah. Tasnya berat sekali. Buku bertumpuk. Pulang sore. Les lagi malam. Tapi kita lupa bertanya: apakah mereka masih senang belajar? Belajar mestinya membuat anak penasaran. Bukan kelelahan. Saya membaca tentang Finlandia. Negara yang pendidikan dasarnya sering disebut terbaik di dunia. Anak-anak di sana tidak dibebani terlalu banyak mata pelajaran. Kalau ada PR lebih untuk mengeksplorasi keterampilan motorik dan sosial di rumah. Jam belajar lebih pendek. Tidak terobsesi rangking. Tapi hasil literasi, ho ho tae’ liu ianna palambi’ta lako, mane. Karena mereka percaya satu hal penting: anak bukan robot pabrik. Setiap anak unik. Tugas sekolah bukan menyeragamkan, tetapi membantu menemukan kekuatannya. Hal yang mirip juga dilakukan di Singapura. Mereka mengurangi budaya rangking ketat sejak sekolah dasar. Fokusnya bukan lagi siapa paling tinggi nilainya, tetapi bagaimana anak mampu berpikir kritis, kreatif, dan bekerja sama. Begitu juga di Kanada. Sekolah-sekolah memberi ruang besar pada project learning, eksplorasi minat, dan pembelajaran yang lebih fleksibel. Anak-anak didorong menemukan apa yang mereka cintai sejak dini. Sebenarnya gagasan Merdeka Belajar itu sederhana sekali. Bahwa tidak semua anak harus menjadi profesor matematika. Tidak semua anak harus ahli fisika. Ada yang lahir menjadi seniman. Ada yang berbakat bertani. Ada yang hebat bicara. Ada yang tangannya terampil. Ada yang hatinya kuat memimpin orang lain. SETIAP ANAK RANGKING 1 Setiap anak sebenarnya rangking satu. Tapi di bidang yang berbeda-beda. Sayangnya, kita terlalu lama membangun pendidikan seperti pabrik fotokopi. Semua anak dicetak sama. Yang berbeda dianggap gagal. Yang tidak cocok dengan sistem dianggap malas. Padahal mungkin sekolahnya saja yang belum memberi ruang. Karena itu saya sedih ketika Kurikulum Merdeka sering diejek seolah-olah membuat anak bodoh. Padahal inti sebenarnya justru membebaskan anak dari ketakutan belajar. Membuat sekolah kembali menjadi tempat menemukan diri, bukan tempat kehilangan percaya diri. Dan saya percaya, bangsa ini akan maju bukan ketika semua anak lulus ujian nasional. Atau mendapat nilai yang tinggi. Tetapi ketika setiap anak diberi kesempatan tumbuh menjadi versi terbaik dirinya sendiri. Saya akhiri dengan pengalaman saya di kelas. Sebagai guru yang sudah puluhan tahun mengajar, saya menemukan bahwa kadang-kadang anak didik saya punya pikiran yang lebih hebat daripada saya sendiri. Ada murid yang pertanyaannya membuat saya pulang berpikir semalaman. Saya, guru Kandilo’ tidak pernah malu mengakui itu di depan kelas. Saya malah bangga. Makanya di akhir pelajaran, saya sering meminta mereka mengkritik cara saya mengajar. Siapa yang berani memberi kritik paling jujur, saya kasih hadiah kecil. Bukan karena saya guru yang hebat, tetapi karena saya ingin mereka berani berpikir. Harga diri Kandilo’ sebagai guru tidak akan pernah jatuh karena dikritik murid. Justru di situlah kebanggaan saya: berhasil melahirkan anak-anak yang berani bertanya, berani berbeda pendapat, dan berani berpikir merdeka. Mungkin itulah sebabnya saya jatuh cinta pada Kurikulum Merdeka. Karena bagi saya, pendidikan terbaik bukan melahirkan murid yang takut pada guru, tetapi murid yang suatu hari bisa melampaui gurunya sendiri. Ooo dikka’na le, nasibmu, kurikulum merdeka. Salam Pembebasan, Kandilo' Ket: Gambar: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Lihat Lebih Sedikit

Indonesia
23
284
1.6K
133.5K
itarahmadanialfff retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…
Indonesia
3.4K
65.8K
160.9K
11.4M
itarahmadanialfff retweetledi
HRD BACOT
HRD BACOT@hrdbacot·
Orang desa transaksi pake yen. Yen ana duit.
HT
138
7.2K
17.7K
289.4K
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
Film dokumenter punya 3 urusan: UU Pers, UU Penyiaran, dan UU Perfilman. Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) hanya perlu jika diputar di bioskop umum. Singkat cerita: Ini bukan urusan TNI.
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
262
6K
14.4K
220.9K
itarahmadanialfff retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Coba sebutkan satu barang yang dijual di pasar yang sama sekali nggak ada kandungan impornya? Bukan cuma “made in Indonesia”, tapi 100% zero impor dari hulu sampai hilir. Ada kah?
Indonesia
363
122
1.2K
236.5K
itarahmadanialfff retweetledi
mrld
mrld@thisismrld·
everything IS political. your political views reflect your moral values and beliefs. just to remind u :)
English
41
27.5K
76.4K
1.2M
itarahmadanialfff retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇 - Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia. - Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas. - Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi. - Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter. - Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri. - Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.
The Economist@TheEconomist

Prabowo Subianto is too spendthrift and too authoritarian economist.com/briefing/2026/…

Indonesia
139
28.3K
58.9K
1.1M
itarahmadanialfff retweetledi
Zan
Zan@kapten__monyet·
titik terendah gen z : minta hotspot ke kasir buat bayar qris
Indonesia
913
5.1K
27.5K
698.1K
itarahmadanialfff retweetledi
aril piterpen
aril piterpen@aril_piterpen1·
parutan keju😭
aril piterpen tweet mediaaril piterpen tweet media
Indonesia
1K
7.1K
57.7K
1.8M
itarahmadanialfff retweetledi
cozy 🕷️
cozy 🕷️@cozyaltruis·
Love language gue udah jelas, bersama menggulingkan rezim ini
Indonesia
84
8.9K
19.4K
209.4K
itarahmadanialfff retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
Just OUT Menkes dilaporkan ke Polda Metro Jaya, atas dugaan pengunaan gelar (Ir.) palsu. pelapor adalah 5 orang dokter, yang diwakiliken oleh OC Kaligis here we go !!!
Indonesia
161
1.5K
7.7K
416.6K
itarahmadanialfff retweetledi
chordaetendineae
chordaetendineae@chordetendineae·
Banyak hal yang bikin geleng2 kepala waktu audit medis dan jumpa langsung sama BPJS, karena saya berusaha untuk keep waras, jadi saya cuma bawa ketawa aja Pasien tidak bisa dikoding pulmonary edema sebagai dx sekunder pada dx primer CHF, CKD, karena BPJS beranggapan udem pulmo..
Indonesia
24
330
797
61.3K