nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚

61.8K posts

nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ banner
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚

nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚

@warmhelios

drink water, stay hydrated☁️

Katılım Temmuz 2011
417 Takip Edilen754 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚@warmhelios·
to be loved is to be seen and heard, in the quiet moments and the stormy ones — without having to shout or shrink.
English
2
0
3
3.2K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
g
g@34rths·
This gif is so inspirational.... Really, the only way forward is through
GIF
English
238
20.8K
164.2K
1.7M
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
Lisa
Lisa@lisathebeauty1·
Dating someone you can tell every detail of your day to without feeling clingy or boring is such a top-tier feeling.
𑣲@holylipss

this feeling

English
47
4.3K
23.8K
460.1K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
nomi
nomi@thrillingsun·
menurut gw ini jadi reminder juga biar kita live the present!!! to the fullest!!! karena gak ada yg tau kedepan bakal gimana jadi yg ada skrg di sekitar ini dijaga dan di-cherish baik baik <333 hihihi
Indonesia
10
5.6K
14.1K
176.7K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
Chi ✨🦋(busy)
Chi ✨🦋(busy)@ongly_one·
new gen would never know how iconic and legend trainee ong seongwu is.. imagine in the first ep and first audition he already stands out in mindset, visuals, talents, and even humour?? a complete all rounder indeed🥹🫶
English
18
2.3K
12K
221.4K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
Lisa
Lisa@lisathebeauty1·
I love dating someone and being the first person they try a lot of things with.
𑣲@holylipss

manifesting

English
89
7.8K
41.2K
1.2M
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
alia
alia@3liaFM·
the less you care, the more you live.
English
40
8.6K
30.8K
445.6K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
24
24@10555_·
미친 원필이랑 이진이 투샷❤️❤️
24 tweet media24 tweet media
한국어
1
2.7K
8.6K
117.2K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚
aku tuh tiap kali liat lee jin selalu mikir kalo dia anaknya WONPIL dan skrg ketemu HUHUHUHU
Indonesia
0
0
0
56
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
Lisa
Lisa@lisathebeauty1·
let love in. believe compliments. be vulnerable and soft-hearted. tell people you love that you love them. see beauty in everyday things. live life like you're in a movie. don't be afraid to begin again.
𑣲@holylipss

English
34
2.6K
14.4K
298.5K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
woodyꕤ Brian Kang
woodyꕤ Brian Kang@mrsjungchanwoo·
🦊: my dream since i was a kid has always been to become a great dad. i believe someday you will achieve that dream🥹
English
3
246
871
78.2K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
열
@from_duf·
영케이 지금 이진이 만나서 진짜 하룰라라가는중
한국어
0
1.9K
7.6K
178.8K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
Phoenix
Phoenix@sodaqueee·
Ya Allah manifest jadi orang tua yang settle secara mental & financial biar kalo punya anak bisa support pendidikan+karirnya
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Safiera cewek Indonesia yang SMA di Korea pakai beasiswa, lanjut S1 double major ilmu komputer dan bisnis teknologi di kampus riset top Korea, publikasi jurnal ilmiah tahun ketiga, nulis buku Kimchi Confessions tentang kehidupan nyatanya merantau baru ngobrol sesuatu yang menurut gua adalah salah satu obrolan paling penting yang perlu didengar oleh perempuan muda Indonesia sekarang. Dan gua mau mulai dari kalimat yang paling nyakitin yang pernah dia terima dari teman sekolahnya sendiri. "Ngapain belajar capek-capek, bukannya nanti nikah juga digituin?" Safiera bilang waktu itu dia bingung mau jawab apa. Tapi sekarang setelah dia ngelewatin semua yang dia ngelewatin SMA di Korea, kuliah double major, publikasi jurnal, nulis buku dia punya jawaban yang sangat jelas dan sangat tidak bisa dibantah. Perempuan yang tidak berpendidikan tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Dia merugikan anak-anaknya. Karena ibu adalah madrasah pertama. Sekolah pertama yang pernah dimasuki setiap manusia di muka bumi adalah pangkuan ibunya. Dan ibu yang tidak berpendidikan akan melahirkan generasi yang tidak berpendidikan. Bukan karena anaknya bodoh tapi karena fondasinya tidak dibangun dengan benar dari awal. Dan ini bukan opini Safiera semata. Ini fakta yang sudah dibuktikan berkali-kali oleh data pendidikan global. Tingkat pendidikan ibu adalah prediktor terkuat dari tingkat pendidikan anak jauh lebih kuat dari pendapatan keluarga, fasilitas sekolah, atau bahkan tingkat pendidikan ayah. Tapi gua mau mundur dulu dan cerita soal perjalanan Safiera karena ini yang bikin semua pemikirannya punya bobot yang beda dari sekadar teori. Safiera bukan anak kaya yang tinggal di Jakarta dengan akses ke semua fasilitas. Keluarganya naik turun secara ekonomi. Tapi orang tuanya punya satu prinsip yang tidak pernah diganggu gugat apapun yang terjadi dengan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak tidak boleh dikompromikan. Ketika ekonomi lagi di titik paling bawah, prioritas tetap sekolah dan les dan lomba. Karena kata orang tuanya kami tidak bisa mewariskan harta kepada kalian, tapi kami bisa mewariskan pendidikan. Dan dari situ Safiera dan kakak-kakaknya semua perempuan, semua beasiswa luar negeri, semua jurusan STEM membuktikan bahwa investasi itu benar. Safiera mulai ikut lomba matematika dari kecil. Dari situ dia ketemu kakak kelasnya yang SMA di Korea. Dari situ dia daftar beasiswa yang sama. Dan dari situ dimulailah perjalanan yang kata Safiera sendiri tidak pernah dia bayangkan seindah dan seberat itu secara bersamaan. Korea itu bukan seperti di drama. Safiera bilang ini dengan sangat tegas dan sangat perlu didengar oleh siapapun yang punya romantisasi berlebihan tentang Korea dari tontonan K-drama atau K-pop. Teman-temannya di Korea itu naturally gifted banyak yang memang lahir dengan kapasitas kognitif luar biasa. Tapi yang membuat mereka benar-benar menakutkan bukan kecerdasan bawaannya. Yang menakutkan adalah disiplinnya. Ketika Safiera pulang ke Indonesia liburan, teman-temannya di Korea malah masuk bimbel. Ketika Safiera main, mereka belajar. Dan ketika Safiera baru mulai belajar dua minggu sebelum ujian dengan penuh persiapan ada teman Korea-nya yang belajar dua hari tapi tetap lebih bagus hasilnya karena fondasi mereka sudah dibangun selama bertahun-tahun tanpa henti. Dan dari tekanan lingkungan sekeras itulah Safiera menemukan sesuatu yang sangat berharga dia tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuannya sampai dia dipaksa oleh lingkungan untuk mendorong batas itu. Itu yang dia sebut sebagai hadiah terbesar dari pengalaman Korea. Bukan gelarnya. Bukan jaringannya. Bukan pengalamannya tinggal di luar negeri. Tapi kenyataan bahwa dia sekarang tahu ternyata dia bisa lebih dari yang dia kira. Dan dari sini Safiera kasih tiga hal yang menurut dia paling menentukan keberhasilan dalam belajar dan ini berlaku untuk siapapun, bukan hanya pelajar beasiswa. Yang pertama adalah mental baja. Bukan kecerdasan. Bukan bakat. Tapi kemampuan untuk tidak menyerah waktu gagal, waktu nilainya jelek, waktu teman-teman lebih bagus. Daya juang itu lebih penting dari IQ karena IQ tidak bisa berkembang kalau orangnya berhenti sebelum mencapai batasnya. Yang kedua adalah disiplin. Dan Safiera bilang sesuatu yang sangat mengena dia lebih takut sama orang yang disiplin dan kerja keras daripada orang yang pintar. Karena orang pintar yang tidak disiplin sering berhenti sebelum potensinya keluar sepenuhnya. Tapi orang yang mungkin tidak sepintar dia tapi konsisten dan disiplin mereka secara mengejutkan bisa melampaui si genius yang tidak punya etos kerja. Yang ketiga adalah time management berbasis prioritas. Safiera bilang dia belajar untuk membedakan mana pelajaran yang butuh 20 persen effort tapi menghasilkan 80 persen hasil dan mana yang butuh effort lebih besar. Tidak semua hal perlu diperlakukan dengan intensitas yang sama. Yang penting adalah tahu mana yang paling menentukan dan fokuskan energi terbesar ke sana. Dan tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan ke cewek pintar di Indonesia soal jodoh dan nikah dan apakah pendidikan tinggi tidak justru mempersulit mencari pasangan Safiera jawabnya sangat cerdas dan sangat tidak minta maaf. Dia bilang perempuan yang mengejar pendidikan tinggi sebenarnya sedang melakukan seleksi alamiah terhadap calon pasangannya. Laki-laki yang minder melihat perempuan berpendidikan tinggi itu bukan kerugian bagi perempuan. Itu informasi gratis bahwa dia bukan orang yang tepat. Karena kalau dari awal dia sudah tidak mendukung semangat belajar pasangannya, bagaimana dia akan mendukung semangat belajar anak-anaknya nanti? Dan dari perspektif agama pun Safiera punya jawaban yang sangat kokoh. Nabi Muhammad bilang menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Farida. Wajib. Bukan anjuran. Bukan opsional. Wajib. Dan ada bidang-bidang ilmu yang secara spesifik harus diisi oleh perempuan kedokteran kebidanan, pendidikan di sekolah perempuan, dan sebagainya. Jadi perempuan yang tidak berpendidikan bukan hanya merugikan dirinya dia meninggalkan kekosongan yang tidak bisa diisi oleh siapapun selain dirinya.

Indonesia
26
3.9K
21.3K
383.5K
nn𐙚˚ ༘ ೀ⋆。˚ retweetledi
민초
민초@k_bbirong2·
🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🫂🫂🫂🫂🫂🫂🫶🫶🫶🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷💗💗💗🫶🫶🩵🩵🩵🩵🩵🫂🫂🫂🫂🫂🙏🙏🩷🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹🫂🫂🫂🫂🫂🥹🥹🥹🥹🥹🥹💝💝💝💗💗💗🫶🫶🩷🩷🩷🩷🩷
QME
0
1.2K
2.4K
54.3K