𝓼𝓲𝓵𝓿𝓲
52K posts

𝓼𝓲𝓵𝓿𝓲
@wasbornateight
random acc




@ardi_tama1 Ini kebijakan usulan DPRD periode sebelumnya bukan murni dari eksekutif, memang sudah disiapkan dari jaman PJ Gubernur. Pak Pram tinggal eksekusi.

Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii menyatakan operasi SAR kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur selesai kurang dari 12 jam sejak kejadian, Selasa (28/4). Ia memastikan tidak ada lagi korban yang terjebak di dalam gerbong. “Kita telah menyelesaikan operasi SAR kurang dari 12 jam sejak tadi malam,” kata Syafii di lokasi. Ia menjelaskan evakuasi dilakukan hati-hati, dengan mendahulukan penyelamatan korban sebelum menarik lokomotif untuk menghindari risiko lebih besar. “Sempat dipertanyakan lokomotif tak langsung ditarik. Pada saat itu ada lima korban masih terjepit dan kami melaksanakan ekstrikasi sehingga korban bisa diselamatkan tanpa berdampak lebih berat,” jelasnya. Berdasarkan data terbaru PT KAI, hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Syafii juga mengungkapkan seluruh korban yang dievakuasi tim SAR adalah perempuan. “100% yang kami evakuasi perempuan,” ujarnya. Ia menambahkan seluruh korban telah diserahkan ke tim medis dan dirujuk ke rumah sakit, serta memastikan tidak ada lagi korban yang ditemukan dalam proses evakuasi. 📸: Dok. kumparan/Nauval. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: focus | kavskrl | news | oneliner | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan



💚 tampang sopir taxi hijau yang diduga pemicu tabrakan KRL bekasi timur. masih sempetnya ngerokok si ajg. "Taksi itu mogok sudah lama (mau melintas) itu tuh mengunci (saat palang pintu tertutup) didorong percuma. (Akhirnya tabrakan)," ujar sopir taxi Vinfast.



Anak-anak di Desa Huku Kecil, Seram Bagian Barat, Maluku, terpaksa menimba ilmu dalam kondisi gelap karena wilayah mereka belum tersentuh aliran listrik. Setiap malam, para pelajar harus berkumpul dan belajar di bawah temaram cahaya lilin atau pelita demi bisa membaca buku pelajaran mereka. Meski harus bersusah payah dengan fasilitas seadanya, semangat belajar para siswa seperti Ledy Lesiela tidak luntur. Bagi mereka, belajar di tengah keterbatasan bukan sekadar mengejar nilai, melainkan bentuk perjuangan untuk bertahan hidup dan meraih masa depan di tengah kegelapan. Kondisi ini memicu harapan besar bagi warga desa agar pemerintah daerah maupun pusat segera memberikan perhatian serius. "Kami meminta pihak pemerintah baik kabupaten, provinsi, maupun pusat agar memperhatikan kami dengan menghadirkan jaringan listrik," harapnya. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | vidnews | R371 | E120 | E169 | V157 #bicarafaktalewatberita #kumparan




















