who am i retweetledi
who am i
2.9K posts


Pendidikan adalah napas bagi kemajuan peradaban bangsa, sebuah pelita yang tak kunjung padam untuk menerangi relung kegelapan.
Hormat saya bagi setiap jiwa yang tak lelah menimba ilmu untuk terus bertumbuh, karena kemajuan bangsa ini lahir dari rasa ingin tahu, dan rasa cinta terhadap ilmu.
Mari terus bergerak, terus belajar, dan terus berkarya bagi bangsa. Untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan.
Indonesia
who am i retweetledi

selamat membaca lur!
kumpulan thread horor dari: @Wakhidnurrokhim
yen wedi rasah wani-wani, yen wani rasah wedi-wedi.
"jangan lupa berdoa sebelum membaca yo lur!"

Indonesia

@awikuchuz @Aslipriok1973 @ArtaN7707 @ArdieSuhardi321 @bengkeldodo_ @Dhinda_8 @desmodromici1 @singolodra1945 @Yattie2023 @KiEdySularno @yonobubut70 Bangga amet lu nyanjung pemimpin tukang ngibul gini.. bego
Indonesia

@ArisYul2001 @harsono__ Anda slh tafsir bang.. krn setiap pemimpin pst dimintain pertanggungjawabannya, sama kita jg sbg kpala keluarga pst dimintain pertanggungjawabannya.. kecuali klo abang jd kepala lokomotif baru bebas gkndimintain apa"
Indonesia

@wasisrazor @harsono__ Bahasa pemegang kuci surga nih. Cuma pegang kuncinya doang tapi.
Indonesia

Jalan Pulang ke Hati Rakyat: Mengapa Saya Tak Takut Ditinggalkan Tokoh Besar.
"Saya ini bukan siapa-siapa". Hanya orang kampung dengan langkah yang lebih akrab dengan debu jalanan daripada lantai marmer istana. Kalau hari ini saya berdiri di sini, itu bukan karena kehebatan saya, apalagi karena jasa satu atau dua orang besar.
Di Jakarta, mungkin riuh suara tokoh-tokoh senior yang merasa paling berjasa. Mereka bilang saya ada karena tangan mereka. Saya hanya bisa tersenyum. Sebab saya tahu betul, di balik bilik suara yang pengap, yang menentukan nasib bangsa ini bukanlah tanda tangan elit di atas kertas mewah, melainkan doa-doa tulus dan jempol penuh tinta dari para petani, buruh, dan pedagang pasar.
Bagi saya, biarlah mereka merasa memiliki kunci kekuasaan. Namun bagi rakyat, kekuasaan yang sejati adalah saat jalan desa tak lagi berlumpur, saat air mengalir jernih ke sawah, dan saat anak-anak di pelosok negeri bisa bermimpi setinggi langit karena sekolah mereka tak lagi roboh.
Orang bilang saya berubah arah? Mungkin mereka lupa melihat ke bawah. Pembangunan ini tidak pernah berbalik arah; ia justru sedang menjemput mereka yang selama puluhan tahun terlupakan.
Biar saja saya diserang, biar saja saya dianggap tak tahu balas budi pada elit. Karena bagi saya, dikhianati satu-dua tokoh besar itu soal kecil, tapi mengkhianati harapan jutaan orang kecil, itu barulah dosa besar yang tak termaafkan.
Saya tetaplah anak kampung yang kalian kenal. Dan seorang anak kampung takkan pernah lupa jalan pulang - pulang ke pelukan dan hati rakyatnya."
✍️ Lentera Merah Putih

Indonesia

GORENGAN NENEK MINAH
Di sebuah desa kecil di lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah, terdapat gorengan legendaris bernama “Gorengan Nenek Minah” yang dijual di pinggir jalan desa setiap sore hari.
Penjualnya adalah Nenek Minah, seorang janda berusia 68 tahun yang telah ditinggal suaminya lebih dari 30 tahun lalu. Tanpa anak, ia mulai berjualan gorengan yang ternyata laris manis.
Menjelang magrib, Yanto, salah satu warga yang merupakan langganan setia Nenek Minah, terburu-buru berlari menuju gerobak Nenek Minah. Ia sangat ingin makan gorengan tersebut sebelum tutup. ‘Aduh… mudah-mudahan gorengane isih ana… ora kehabisan…” gumamnya dalam hati sambil terus berlari.
Sesampainya di sana, Yanto terkejut luar biasa. Ia menemukan Nenek Minah sudah meninggal dunia di depan gerobaknya. Tubuhnya duduk bersandar, tangan kanannya masih menggenggam sodet gorengan dengan kuat.
Warga yang datang kemudian menduga serangan jantung, tetapi ada luka kecil di tangannya yang terlihat mencurigakan.
Tak lama kemudian, arwah Nenek Minah mulai gentayangan. Ia muncul sebagai sosok samar di balik kabut sore hari. Aroma gorengan panas tercium kuat hingga ke rumah-rumah warga. Sesekali terdengar suara rengekan pelan "Gorenganku… isih ana… sapa sing arep tuku?”.
Prasetyo bahkan mengaku melihat Nenek Minah tiba-tiba muncul, menawarkan tempe goreng dan cabe rawit saat ia pulang naik motor tengah malam sehabis nonton bareng pacarnya dari desa sebelah.
“Tempe goreng… cabe rawit… panas-panas… arep tuku ora, Le?”
BERSAMBUNG

Indonesia

@harsono__ Menang didunia bang krn dia bs nyogok sana sini, laen cerita nanti diakherat gk ada yg bs dia sogok, rakyatnya akan minta pertanggungjawabannya trmasuk..saya
Indonesia

@wasisrazor Kalo gak berkah tuh udah modal gede2 buat nyapres...eh kalah 🤦♂️🤦♂️
Lah Pak Jokowi gak modal tapi bisa menang berkali-kali 😝😝
Indonesia

@liaasister Lha wong bagian dr ibadah koq bilang repot"in , ah kami gk merasa direpotkan koq pak 😅
Indonesia

@wallensky10 @PenikmatHorror @HorrorBaca @IDN_Horor @bacahorror Nongol lg nih cerita"nya yudha...demen bnr gw apalagi kl pas ada mayang yg cemburuan😅
Indonesia

Horor Series "Titisan Siluman Ular"
Episode 19
LEGENDA SANG PENJAGA
Bab 1
@Penikmathorror @HorrorBaca @IDN_Horor @bacahorror
#bacahorror #ceritahorror #threadhorror #horror

Indonesia

@alanaanastasya Berarti dia blm bs memaknai ajaran islam dlm artian rajin baca quran.. disitu udh dijelaskan halal n haram lalu Allah pun menyuruh masuklah islam secara menyeluruh jgn stgh"..
Indonesia

aku ada 3 orang kenalan deket yang agama islam, mereka bertiga makan bebong 🙂
ku tanya kenapa, jawabnya simple
"gua party boleh masa babi gabole, kalo mau dosa mah sekalian aja jangan nanggung nanggung"
masalahnya mereka rajin sholat 🙂
aku mau negur pun gabisa, yowes lah pilihan masing masing..

Indonesia

SANTET PRING SEDAPUR
- Kisah Nyata -
Santet itu nyata, Dan keluargaku hampir habis karenanya.
@bacahorror @IDN_Horor #bacahorror #threadhorror #ceritahorror #kisahnyata #ceritaht

Indonesia













