ִֶָ

5.8K posts

ִֶָ banner
ִֶָ

ִֶָ

@wenrayia

abel b-nya bingung.

arabella (20+) sapphic Katılım Ocak 2018
21 Takip Edilen13 Takipçiler
ִֶָ retweetledi
라기
라기@nshnshngd·
야진짜너땜에살어..
한국어
0
274
1.4K
36.5K
ִֶָ retweetledi
Ren🍓
Ren🍓@Shinkyutiec·
Shinyu never beating the pretty unnie allegation🩷🩷 cantikku, yang selalu cantik.
Indonesia
1
289
960
9.4K
ִֶָ retweetledi
◟/ᐠ. .ᐟ\🍞🔝
◟/ᐠ. .ᐟ\🍞🔝@gunwookiebb·
🐶: park gunwook come with me 🧸: 💢💢💢 i love youngjae and gunwook’s friendship so much pls give us the bestie challenge later 🫶🏻
English
0
458
1.8K
18.9K
ִֶָ retweetledi
𝙏𝙤𝙖𝙨𝙩
𝙏𝙤𝙖𝙨𝙩@ggabulzzima·
Why do they also have the same mannerism bruh
𝙏𝙤𝙖𝙨𝙩 tweet media𝙏𝙤𝙖𝙨𝙩 tweet media
English
0
523
2.6K
23.1K
ִֶָ retweetledi
𝓢usaneᝰ.ᐟ
𝓢usaneᝰ.ᐟ@yuyakul·
Engga ada engga ada game di hp gue ….
Indonesia
16
775
2.9K
20K
ִֶָ retweetledi
니우
니우@niruniee·
니우 tweet media
ZXX
0
586
2.4K
33.8K
ִֶָ retweetledi
saa
saa@jiunkecil·
hanjin ikutan klarif 😂 🐰 aku mau klarif, jihoon ga bau keringat!!!!! 🐰 dia punya aroma yang unik, makanya aku bisa menebaknya 🐰 (aroma jihoon) bukan aroma parfum, tapi juga bukan aroma yg tidak enak. benar2 aroma yang bersih dan natural dari tubuhnya WKWK IYAA CEN IYAA😭
saa tweet media
saa@jiunkecil

karna tadi hanjin nebak aroma jihoon dari keringatnya pake alasan “itu karna jihoon sering bekerja keras (ngedance)” terus jihoon klarif 🪼 aku ga bau keringat!@!@!@!!!!!! 🪼 aku sering pake parfum!@!@!@!!!!!! 🪼 bahkan juga pake banyak sabun dan sampo!@!@!!! ADEK PUNDUNG 🤣

Indonesia
3
156
1.1K
21.8K
ִֶָ retweetledi
inon
inon@inonuary·
alasan mv lagu percintaan dikasih cameo cewek soalnya kalo gak ada jadi pacaran segrup temanya
inon tweet mediainon tweet mediainon tweet mediainon tweet media
Indonesia
8
840
3.9K
57K
ִֶָ retweetledi
보리
보리@happzzi·
이 영상 진짜.. 남돌 아예모를때 관심도없을때 알고리즘에떠서 일반인인 나에게 한지훈은 천사라는 인식을 심어줌
한국어
8
2K
12.4K
283.7K
ִֶָ retweetledi
𝓑𝓵𝓪𝓲𝓻 #1312
𝓑𝓵𝓪𝓲𝓻 #1312@artemiisc·
She is THAT angry daughter
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻

English
6
3.7K
16K
271.6K
ִֶָ retweetledi
TXTWS ⭑ .ᐟ
TXTWS ⭑ .ᐟ@txttws·
the man disease fears them
TXTWS ⭑ .ᐟ tweet media
English
1
412
3.4K
53.7K
ִֶָ retweetledi
siha ;༊
siha ;༊@ohmymy333·
sunwoo : PADA BIKIN SENDIRI NAPA
Indonesia
23
351
2K
38.3K
ִֶָ retweetledi
NJZ Base
NJZ Base@NewJeans_Base·
Hyein😭😭😭
Suomi
15
968
7.9K
79K