freminet ⛓
17.3K posts



WARTAWAN DI MEDAN DIDUGA DI CULIK ANGGOTA TNI Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD pada Selasa (12/5/2026) malam. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.Kronologi Penjebakan: Modus Informasi NarkobaAksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi. Kepada awak media, SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.Namun, setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan, melainkan intimidasi fisik.“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal. Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.Di dalam kendaraan tersebut, situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI AD. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi. Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” tegas SP.Lebih ironis lagi, para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal. Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkapnya menirukan ucapan oknum tersebut




🚨 GUYS PLISS KAWAL, JURNALIS INI DAPAT SEBUAH ANCAMAN AKAN DI SIRAM AIR KERAS 🚨 Seorang jurnalis Mongabay Indonesia di Kalimantan Tengah bernama Budi Baskoro (BB) mendapat ancaman disiram air keras melalui pesan WhatsApp setelah mengunggah ajakan nobar (nonton bareng) film dokumenter “Pesta Babi”🧵




day kesekian warga aceh ini demo. kali ini selain water cannon, ada gas air mata dan ada INTERVENSI HAK PERS UNTUK MEREKAM 💁♀️ aku sempat dicegat, dikejar dan ditahan. “hapus, gaada pers2 disini.”—katanya.

Prabowo Subianto is too spendthrift and too authoritarian economist.com/briefing/2026/…



Your Excellency, Mr. Myochin Mitsuru Chargé d’Affaires ad interim Embassy of Japan in Indonesia @JF_Jakarta Your Excellency, Mr. Yonetani Koji Ambassador of Japan to ASEAN @amb_japan_asean We, concerned citizens of Indonesia, are deeply alarmed and outraged by the increasing number of Japanese nationals engaging in child sex tourism and child prostitution in Indonesia. In recent days, a disturbing case has gained widespread attention online: a Japanese man publicly described experiences suggestive of involvement in child prostitution in Jakarta. On the night of August 15, 2025, Indonesian police reportedly raided his hotel room; however, he was subsequently released without charges and permitted to leave the country. Although the man has denied that the individuals involved were minors, he has continued to post photographs, including images of children’s sandals, and other content that has raised serious concerns and suspicions regarding the possible sexual exploitation of children. (1)


13 Mei 1998, kerusuhan mulai pecah di Jakarta, dan memuncak esok harinya. Penjarahan, pembakaran, perusakan, dan penyerangan terjadi di mana-mana. Presiden Soeharto yang berada di Mesir mempercepat kepulangannya. Ia tiba di Jakarta pada 15 Mei, disambut kota yang terbakar.








