@tanyarlfes jujur ini serem banget. misalnya, amerika perang sama china. jet tempur amerika nyerang china lewat udara Indonesia, china legitimate buat nyerang pesawat amerika itu. kalo ada ledakan, yg kena dampaknya ya kita, pesawatnya itu juga bisa jatuh di atas rumah2 warga
adek kecil yang kemarin minta rudal pink, ngucapin terima kasih ke pemerintah Iran sambil megang foto rudal pinknya, dia bilang terima kasih ke paman Majid (kepala intelijen IRGC), gemes banget dek 💚
BREAKING NEWS ‼️
💚 Trump terang terangan mau melenyapkan semua orang Iran kurang dari 24 jam ini. (Ga peduli anak-anak dan wanita) dia sepertinya bakal nyerang Iran pake nuklir.
Gila ya kalau orang Amerika udah mabok agama.
Guys, ada satu orang Indonesia yang pernah naik pesawat yang sama dengan Ayatullah Khomeini dari Paris ke Tehran dan menyaksikan sendiri revolusi Iran dari dalam.
Namanya Nasir Tamara. Jurnalis, penulis, dan salah satu orang Indonesia yang paling dalam memahami Iran.
Dan dia baru ngobrol panjang soal kenapa Iran sampai sekarang tidak bisa ditundukkan.
Mulai dari akarnya.
Konflik Iran dengan Amerika bukan dimulai dari revolusi 1979. Tapi dari 1953 ketika CIA mengkudeta Perdana Menteri Mohammad Mosaddegh yang dipilih rakyat Iran secara demokratis, lalu menempatkan Shah Reza Pahlevi sebagai raja yang ramah terhadap kepentingan Barat.
Dari situlah akumulasi kemarahan itu dimulai. Dan 26 tahun kemudian meledak jadi revolusi.
Kekuatan Khomeini: bukan senjata, tapi kata-kata.
Khomeini memimpin perlawanan dari sebuah desa kecil 30 kilometer dari Paris. Tidak punya bedil. Tidak punya tentara.
Yang dia punya adalah pidato direkam di kaset, diselundupkan masuk ke Iran, dan diputar di seluruh masjid.
Dan dalam 10 hari setelah dia mendarat di Tehran tentara dan polisi yang bersenjata menyerahkan senjata mereka kepada pendukungnya.
Itu yang disebut Nasir Tamara sebagai "kata-kata yang menggerakkan dunia."
Iran bukan negara biasa.
Banyak orang tidak sadar bahwa Iran atau Persia adalah salah satu peradaban tertua di muka bumi.
Mereka pernah menyelamatkan orang-orang Yahudi 2.500 tahun lalu di bawah Raja Darius. Mereka membangun jalur perdagangan antara Eropa dan Asia jauh sebelum negara-negara modern ada. Algoritma, aljabar, banyak fondasi ilmu pengetahuan dunia berasal dari cendekiawan berbahasa Farsi.
Jalaluddin Rumi penyair yang puisinya paling banyak dibaca di Amerika Serikat sampai hari ini orang Iran.
Dan bangsa ini punya mentalitas empire melihat jauh ke depan, melampaui batas wilayah.
Kenapa Iran tidak bisa dihancurkan secara militer?
Nasir Tamara menyebut tiga faktor utama.
Pertama geografi. Iran dikelilingi pegunungan berbatu keras sekelas granit. Tidak mudah ditembus. Fasilitas nuklir mereka digali 500-600 meter ke dalam batu bom konvensional tidak bisa menjangkaunya. Celah-celah antar gunung dikontrol dari atas pasukan darat yang masuk mudah dihancurkan.
Alexander Agung pernah mencoba. Tentara dengan gajah pernah mencoba. Amerika sendiri sudah berkali-kali mencoba sejak era Jimmy Carter semua gagal.
Kedua pendidikan. Dari TK sampai universitas gratis, dibiayai negara. Hasilnya: Iran masuk lima besar dunia dalam hal IQ rata-rata. Setiap kali pemimpin atau ilmuwan nuklir mereka dibunuh selalu ada yang menggantikan. Karena mereka belajar di dalam negeri, bukan bergantung pada teknologi asing.
Nasir Tamara pernah meeting di Tehran dengan 20 orang 16-nya bergelar doktor.
Ketiga keyakinan dan keberanian. Ini yang Amerika paling salah duga. Kultur syahid dalam tradisi Syiah membuat kematian bukan halangan melainkan motivasi. Semakin diserang, semakin kompak. Semakin ditekan, semakin keras perlawanannya.
Strategi perang yang membuat musuh kelabakan.
Setelah serangan besar Amerika dan Israel Iran langsung mengubah seluruh strategi militernya dalam waktu 6 bulan.
Dari sistem terpusat ke sistem mozaik 30 provinsi, masing-masing punya kekuatan regional yang bisa bergerak sendiri tanpa menunggu komando pusat. Pemimpin di-eliminasi? Empat level di bawahnya sudah disiapkan. Sistem tidak runtuh.
Dan drone-drone murah seharga 30.000 dolar digunakan untuk melumpuhkan sistem pertahanan senilai ratusan juta dolar. Amerika harus menghabiskan rudal seharga jutaan dolar untuk menembak jatuh drone seharga puluhan ribu dolar.
Hasilnya? Amerika kehabisan amunisi. Dan untuk mengisi kembali persenjataan ke level semula butuh satu dekade.
Siapa yang paling diuntungkan dari perang ini?
Bukan Iran. Bukan Amerika.
China dan Rusia.
China mendapat minyak murah dari Iran dan membalas dengan teknologi. Rusia mendapat medan latihan di Ukraina untuk menyempurnakan strategi perang drone. Dan keduanya semakin erat berkoordinasi untuk mengimbangi dominasi Amerika.
Sementara sekutu-sekutu Amerika satu per satu menarik dukungan Prancis, Spanyol, Jepang, Inggris. Bahkan negara-negara Teluk yang selama ini patuh kepada Washington mulai berbalik arah karena sadar membeli senjata Amerika dan mengizinkan pangkalan Amerika di wilayah mereka justru membuat mereka jadi sasaran.
Dan kunci terbesar yang sering dilupakan:
Ekonomi rakyat.
Sejak Khomeini membangun Republik Islam Iran pedagang kaki lima, UMKM, pedagang bazaar diutamakan.
Konglomerat dikontrol oleh negara, bukan sebaliknya. Dan dengan fondasi itu bahkan ketika ATM asing tidak berfungsi, bank internasional tidak bisa beroperasi, mata uang anjlok negara ini tetap berjalan. Rakyatnya tetap makan.
Itu yang membuat embargo 47 tahun tidak berhasil membuat Iran bertekuk lutut.
Pesan Nasir Tamara di akhir diskusi:
Lupakan Sunni-Syiah, Arab-non Arab.
Ini bukan perang agama. Ini perang wilayah dan penguasaan energi. Kembalilah ke prinsip keadilan sosial rakyat tidak boleh lapar. Itu kuncinya.
@JohnAarivEd@tanyarlfes Islam ngga pernah mengajarkan kebencian, tapi Islam mengajarkan keberanian lawan musuh. kalau kita diserang, boleh membela diri. di Iran banyak kristen, katolik, mereka aman2 aja. tp Iran keras ke israel yg udah ngebunuhin jutaan orang di Palestina dan udah ngebunuhin anak2 Iran
💚 kemarin ada anak kecil iran yg minta pemerintahnya buat nyerang israel pake rudal warna pink, ternyata beneran dikabulin, pemerintah iran langsung ngewarnain rudalnya pake warna pink🤣
tulisannya:
"merespon keinginan gadis kecil revolusioner"
@barbarosassos@tanyarlfes temen gue juga orang iran dan dia tinggal di iran, bukan orang iran diaspora yg tinggal di luar negeri dan pro barat. diaspora iran yg stay di luar negeri dan ngga pernah balik ke iran juga banyak, mereka yg selama ini propaganda kejelekan iran gimana, beda sama fakta di iran
@barbarosassos@tanyarlfes gue udah lama ngikutin geopolitik negara2 teluk termasuk iran. gue tau gimana era iran masih dipimpin shah pahlavi, era iran perang sama irak, sampe era iran diembargo sama amerika. lo aja kali yg fomo. makanya ngikutin iran tuh jangan dari diaspora iran dan media barat
@barbarosassos@tanyarlfes mahsa amini ngga terbukti dibunuh. hasil CCTV dan otopsi menunjukkan kalo dia itu kena henti jantung. lo liat CCTV nya ngga? lo liat hasil otopsinya ngga? diaspora iran dan yg pro barat ngga mau terima fakta ini karena mereka benci aturan islam iran
@barbarosassos@tanyarlfes lo ngga tau gimana orang2 iran januari kemarin bersatu turun ke jalan pro pemerintah setelah tau demo mereka disusupin mossad-CIA. lo ngga tau gimana banyak orang iran yg pro barat jadi provokator kerusuhan demo. sekarang orang2 di iran itu benci sama diaspora iran yg pro barat
@barbarosassos@tanyarlfes temen gue juga orang iran dan dia bilang sendiri gimana di iran ada yg pro pahlavi-amerika-israel, terutama diaspora iran, ada juga orang2 iran yg ngga suka aturan islam dan maunya iran jadi sekuler barat. dia bilang sendiri pas demo januari gimana masjid, gereja, sekolah dibakar