Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨@WeKa_Ronin
Pembodohan Publik:
Menampilkan pejabat dan petugas menggunakan sarung tangan hitam secara formal, memotong kabel di kebun, lalu memamerkannya di depan jurnalis hanyalah sebuah drama teatrikal (gimmick).
Tujuannya jelas:
memberikan "kambing hitam" instan yang mudah dicerna oleh masyarakat awam agar perbincangan publik berhenti di situ, tanpa harus membongkar bobroknya manajemen atau kegagalan sistem proteksi PLN yang sebenarnya.
Bagi siapa saja yang paham dasar teknis kelistrikan, rilis pers dalam video tersebut bukan sebuah fakta hukum, melainkan sebuah komedi birokrasi. 🤣🤣🤣
Kesimpulan logis dan teknis atas rekaman video rilis pers tersebut adalah sebagai berikut:
Salah Alamat Secara Teknis Kelistrikan (Mismatch): Barang bukti yang dipamerkan di video tersebut adalah Kabel Tanah (Underground Cable) atau kabel utilitas lokal, bukan kabel udara transmisi fasa SUTET/SUTT.
Kabel tersebut memiliki perisai baja luar (Steel Wire Armor) yang strukturnya hanya ditemukan pada kabel yang ditanam di dalam tanah atau kabel telekomunikasi/optik pelindung.
Kabel Kosong / Tidak Aktif:
Visual saat kabel dipotong di kebun maupun saat dipamerkan menunjukkan bahwa kabel tersebut TIDAK memiliki inti konduktor logam (tembaga atau aluminium tebal) di dalamnya.
Itu adalah selongsong kabel kosong atau bagian luar kabel yang umumnya sudah tidak aktif/bekas, di mana material berharganya (inti logam) kemungkinan besar sudah dikupas atau diambil terlebih dahulu.
Skala Dampak yang Tidak Masuk Akal:
Sistem interkoneksi kelistrikan se-Sumatera ditopang oleh jalur udara tegangan ekstra tinggi (SUTET 275kV) yang mengalirkan ribuan Megawatt daya antar-provinsi lewat menara-menara raksasa di langit.
Secara ilmu teknik elektro, gangguan atau putusnya kabel tanah lokal berserabut seperti di video ** mustahil memiliki kapasitas beban untuk meruntuhkan (blackout) sistem kelistrikan satu pulau**.
Dampak putusnya kabel sekecil itu maksimal hanya memadamkan area lokal (sekelas perkebunan atau desa sekitar). 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kesimpulan Akhir:
Narasi yang menyatakan bahwa potongan kabel di video tersebut adalah "pemicu utama blackout Sumatera akibat cuaca" adalah narasi yang keliru, dipaksakan, dan tidak memiliki dasar validitas teknis.
Visual yang ditampilkan justru membongkar bahwa barang bukti tersebut tidak ada hubungannya dengan kegagalan sistem transmisi interkoneksi SUTET Sumatera.
🤣🤣😎