Sabitlenmiş Tweet
windy
40.1K posts

windy
@windyeast_
47 | neurodivergent & quiet BPD
She/Her Katılım Ocak 2023
610 Takip Edilen462 Takipçiler
windy retweetledi

I don’t think people understand the gravity of what we are looking at in this photo. This should infuriate every single one of us.
Melo ⭒@wyomelo
Deforestation of Sumatra 😕
English
windy retweetledi

windy retweetledi

coba yang kemarin ngusir orang orang suruh jangan nonton pesta babi, berani usir media Al Jazeera juga ngga buat jangan di sebar luaskan?
semakin kalian tutup tutupin semakin terbuka kan.
#pestababi
Al Jazeera English@AJEnglish
Indonesian authorities have shut down several screenings of a new documentary on alleged human rights abuses in Papua, including Indigenous land seizures. Rights groups and international media still face restricted access to the region. Al Jazeera’s @JesWashington reports.
Indonesia
windy retweetledi

Alat berat robohkan rumah terakhir satwa langka Marsupilami, di Hutan Papua Selatan.
Biadab kalian @kemenhut_ri
Indonesia
windy retweetledi
windy retweetledi

noise.talks
Sebuah lagu tradisional dari suku Mamuna di pedalaman Papua kembali menarik perhatian publik setelah makna di balik liriknya berhasil diungkap. Lagu yang dikenal dengan suara khas dan nuansa alam yang kuat itu ternyata menyimpan kisah cinta tradisional antara dua suku di Papua.
Lagu tersebut menceritakan pertemuan seorang gadis dari suku Lani dengan pria dari suku Momuna. Dalam kisahnya, sang gadis tanpa sengaja melangkahi busur dan anak panah yang dianggap sakral oleh masyarakat Momuna, hingga memunculkan nyanyian yang berisi pertanyaan, rasa kecewa, sekaligus ungkapan cinta.
Bagi masyarakat Momuna, busur dan anak panah bukan sekadar alat berburu, melainkan simbol kehidupan, identitas, dan warisan leluhur. Melalui lagu itu pula, para pria menyatakan bahwa jika sang gadis memilih menjadi bagian dari suku mereka, ia akan dijaga, dicintai, dan menjadi bagian dari kehidupan komunitas mereka.
Keaslian suara dan makna budaya yang terkandung di dalam lagu ini membuat banyak orang menyebutnya sebagai salah satu "suara alam paling murni" dari pedalaman Papua.
Indonesia
windy retweetledi
windy retweetledi

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menjadi kontroversi. Film dokumenter karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Paju Dale ini diputar di banyak tempat, tapi juga dilarang di sana-sini oleh tentara.
Film ini menyoroti tradisi awon atatbon dari suku Muyu di Papua Selatan sebagai bentuk perlawanan terhadap eksploitasi lahan. Tradisi ini bukan sekadar perayaan adat, melainkan sarana untuk menentukan batas wilayah dan menjaga kelestarian hutan dari ancaman proyek strategis nasional. Karya ini mendokumentasikan kerusakan ekologi berskala besar mengancam sumber pangan serta identitas spiritual masyarakat adat sekaligus perjuangan mereka melawan praktik kolonialisme modern.
Berkala fajar membahas proses pembuatan Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di tempo.co/harian
#TempoPlus

Indonesia
windy retweetledi
windy retweetledi
windy retweetledi
windy retweetledi
windy retweetledi
windy retweetledi

proyek deforestasi terbesar di dunia ada di Merauke
laporan sejumlah media internasional dan lembaga lingkungan menyebut proyek ini sebagai “world’s biggest deforestation project”
Analisis Mighty Earth dan The TreeMap menunjukkan aktivitas pembukaan lahan terus meningkat di wilayah Papua selatan dalam beberapa tahun terakhir
Sejak 2010, pemerintah telah menggagas program MIFEE atau Merauke Integrated Food and Energy Estate yang mengalokasikan sekitar 2,5 juta hektar lahan untuk pengembangan industri pangan dan energi
Bukan cuma babat hutan tapi Seharusnya pemerintah juga memperhatikan nasib warga dan habitat satwa yang ada didalam nya
Indonesia
windy retweetledi
windy retweetledi
windy retweetledi

Laut di Pulau Kabaena dulunya seperti di KIRI…tapi sekarang seperti kubangan akibat tambang (Perumahan Masyarakat di BALIARA- GAMBAR di KANAN)😢
@OceanJusticeID @ICEL_indo @walhinasional @satyabumi


Indonesia
windy retweetledi
windy retweetledi














