Sabitlenmiş Tweet

Setelah pagi berlalu menitipkan pilu dan senja membilasnya lewat lembut tatap jingga. Kini biarkan malam mengambil alih perasaan: mengerang dalam renungan, menumpas kelam kenangan.
.
Mengingat lagi yang pernah berarti, terutama diri: yang lupa tertawa pasca ditikam kecewa. Sebab mengemis temu hanyalah percuma bagi hati yang rindunya tak sama, saatnya beralih sebelum habis terkubur perih.
.
Selagi Tuhan belum memulangkan nyawa, tanpa memilih mana yang lebih nelangsa, patah hati harus dihanguskan tanpa sisa. Sambutlah setiap sajaknya dalam: #DiktiosomAnthophyta, buku ketigaku untuk mengurai duka di batinmu.
.
Kumpulkan air mata, saatnya luka berpesta!🫀




Indonesia


