𝓐𝓾𝓭𝓲

72.1K posts

𝓐𝓾𝓭𝓲 banner
𝓐𝓾𝓭𝓲

𝓐𝓾𝓭𝓲

@wonbinfst

every time i close my eyes it’s like a dark paradise.

🩷💜💙ּ ֶָ֢ homophobic dni 𖹭 Katılım Ekim 2020
1.6K Takip Edilen1.3K Takipçiler
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
Jeya • English Hacks
Aku ketika baca English book/artice: “This building was constructed in sembilan belas dua tujuh, before the invaders came”
English
29
967
3.5K
52.6K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
butoable
butoable@butoable·
denger kabar gini tuh adem banget rasanya ditengah gempuran berita pengangguran dimana mana liat sekolah yang beneran tanggung jawab nyalurin siswanya sampe dapet kerja tuh paten bener. tujuan smk kan itu ya biar lulus langsung siap tempur di industri dan smk al ikhlas ini bukti kalo sekolah di daerah pun kualitasnya kaga main main kalo emang dikelola beneran. sukses terus buat adik adik yang udah keterima kerja inget dapet kerja itu baru langkah awal bener bener harus amanah dan semangat terus biar karirnya nanjak moga sekolah lain di kediri atau jatim juga bisa nyusul konsisten begini biar masa depan anak muda kita makin cerah kaga cuma dapet ijazah doang tapi dapet masa depan juga amin paling kenceng dah buat yang begini mah
butoable tweet mediabutoable tweet media
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

SMK Al Ikhlas Tarokan, Kediri, Jawa Timur. mengumumkan anak-anak mereka yang diterima kerja. di instagram mereka. sederhana tapi begitu indah. berkah untuk adik-adik semua

Indonesia
2
45
197
33.7K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
Dosen Kesayanganmu
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen·
SMK Al Ikhlas Tarokan, Kediri, Jawa Timur. mengumumkan anak-anak mereka yang diterima kerja. di instagram mereka. sederhana tapi begitu indah. berkah untuk adik-adik semua
Dosen Kesayanganmu tweet media
Indonesia
150
921
9K
177K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
ijuks
ijuks@tercerocos·
nur malisasi ngepost ship bl dan gl gapake cw apalagi tw
Indonesia
7
562
3K
37K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
andi
andi@andihiyat·
Manusia berencana, keuangan ngetawain
Indonesia
66
2.6K
5.6K
82.2K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
wargasipil.
wargasipil.@merenunglagi·
@insidefolkative Lu fokus produksi kartu aja, mslah aturan biar tiap tongkrongan yg tentuin
Indonesia
37
800
4.2K
74.8K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
티파니🎀
티파니🎀@veloursdefilles·
@reinkarnyasi "kalau belum mampu secara finansial ya jangan kuliah dulu." goverment bngst....pendidikan harusnya jadi prioritas malah anggarannya dicomot buat MBG
Indonesia
10
4.6K
17.1K
163.1K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Amnesty: Situasi HAM Indonesia Memburuk di Era Prabowo
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
372
11.5K
32.2K
318.6K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
Jorgiana Au.
Jorgiana Au.@jorgianaaa·
Kita jadi makin cepat mengkategorikan sesuatu sebagai benar/salah, kawan/lawan secara instan — tanpa benar-benar duduk dengan kompleksitasnya. Padahal realitas sosial gak pernah sesederhana itu. Bahkan dalam satu isu yang sama, bisa ada kontradiksi yang harus dipegang barengan.
Indonesia
1
192
764
14.1K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
Mbakyu Wah | Perempuan Membaca
Mau diakui atau tidak buku ini adalah pintu gerbang anak2 muda, gen Z khususnya, masuk ke ranah fiksi sejarah, atau bahkan masuk ke non-fiksi sejarah. Jadi, terlepas dari preferensi pribadi aku ya, aku tetap mengakui buku ini punya kekuatan yg besar dalam budaya membaca sejarah para pembaca muda.
Seno GP@senogp

Tak bisa dipungkiri, Laut Bercerita karya Leila Chudori jg ada andil. Banyak pembaca yg suka historical fiction setelah membaca buku ini. Buktinya? Udah cetak ulang ke-100. Dahsyat.

Indonesia
87
1.6K
8.3K
339.3K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
Kaze
Kaze@Ofkazee·
menurut kalian bener gak?
Kaze tweet media
Indonesia
607
5.5K
34K
275.1K
𝓐𝓾𝓭𝓲 retweetledi
Christa Sydney
Christa Sydney@christasyd·
Fakta bahwa orang Indonesia di tahun 2026 bisa menyepelekan perjuangan revolusioner Kartini yang membuatnya diberi gelar pahlawan dan mereduksinya hanya menulis surat saja seharusnya bisa membuka mata kita tentang parahnya ketimpangan gender di masa Kartini.
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Kartini dipermasalahkan karena menjadi istri keempat. Kartini dipermasalahkan karena Jawa. Kartini dipermasalahkan karena hanya menulis surat-surat kepada seorang perempuan Belanda. Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang memegang pedang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika, atau menerbitkan koran seperti Roehana Koedoes. Apakah kita pernah berdebat tentang Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar terutama siapa yang paling pantas disebut pahlawan? Apakah kita pernah memperdebatkan mereka karena suku atau tipe perjuangan yang melekat pada mereka? Sejarah dipenuhi berbagai tokoh laki-laki. Pahlawan bangsa dikerubuti oleh laki-laki. Foto-foto pahlawan kita di sekolah-sekolah dipenuhi oleh foto laki-laki. Tetapi kita tak pernah memperdebatkan tokoh-tokoh itu satu dengan lainnya. Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh perjuangan perempuan, pada setiap Hari Kartini: dipermasalahkan, diperdebatkan. Apakah kita tahu bahwa Kartini adalah anak perempuan yang dinikahi di usia belia, yang reproduksinya belum sempurna, dan mengalami kematian saat melahirkan? Tahukah bahwa masa itu menjadi seorang perempuan Jawa itu lebih mengerikan daripada menjadi seorang perempuan Minangkabau? Atau tahukah bahwa menjadi seorang perempuan bangsawan Jawa di masa feodal-konial abad ke-19 adalah tidak lebih baik daripada menjadi perempuan rakyat jelata ketika bicara soal kebebasan diri? Tahukah bahwa menjadi seorang kutu buku seperti Kartini, dengan wawasannya yang mendunia itu, dia tak bisa berbuat apa-apa karena posisinya waktu itu? Kartini ibarat hidup dalam penjara. Sebagaimana tahanan penjara politik macam Pramoedya Ananta Toer, Kartini hanya bisa melawan dengan menulis. Menulis surat adalah salah satu cara supaya pemikiran-pemikirannya tentang pembebasan didengar. Kartini bersuara lewat surat-surat, sebagaimana orang-orang tahanan politik yang dipenjara. Penyiksaan yang dialaminya adalah bagaimana kebahagiaan intelektualnya dipenggal. Bagaimana kecerdasannya dikerdilkan, karena dia seorang anak perempuan Jawa yang bangsawan, yang dipelihara di penjara bertembok keraton dan diharuskan berjalan dengan sangat pelan atau berjongkok-jongkok kepada yang lebih tua, atau bahkan kepada saudara laki-lakinya sendiri. Kartini sedemikian dibatasi karena dia seorang perempuan Jawa. Kartini demikian karena ia ingin menjaga Bapaknya. Bapaknya adalah pengantar kebebasannya pada apa yang disebut buku atau bacaan, wawasan, dan pendidikan. Kartini mengungkapkan ketakutannya yang amat sangat dalam hal poligami, dimana Hukum Islam mengijinkan laki-laki kawin dengan empat perempuan. Dan masa menikah inilah yang paling dibencinya. Apa yang dibencinya adalah ketika tradisi Islam bercampur dengan Jawa, bahwa Jawa mengharuskan anak gadis menikah dengan laki-laki yang dipilihkan ayahnya, dan Islam membolehkan laki-laki berpoligami. Kartini tidak punya pilihan apa-apa dan merasa perkawinan akan membunuh dia sedalam-dalamnya dan memang masa itu pun terjadi. “Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencitai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang Ayah hanya karena dia sudah bosan dengan yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus. Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa. Bagiku semua benih perbuatan yang menyakitkan orang lain (termasuk menyakiti hewan) adalah dosa. Bisa kau bayangkan derita seorang istri yang melihat suaminya pulang membawa perempuan lain yang kemudan harus diakuinya sebagai istri sah suaminya? Sebagai saingannya? Jika demikian, suami itu bisa ‘membunuh’ istrinya... Mustahil rasanya sang suami memberi kebebasan padanya!” Kartini lahir sebagai feminis bukan dilahirkan dari teori-teori feminisme, karena seorang feminis adalah dilahirkan, bukan diciptakan. Kartini dan pikirannya bukan sesuatu yang terpisah, atau tidak memisahkan antara pengalaman dengan persepsi, pengalaman dengan diskursus. --- Tulisan di atas adalah cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari mbak @marianamiruddin yang versi lengkapnya bisa dibaca di web @jurnalperempuan. Selamat Hari Kartini 21 April 1879–17 September 1904 Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜

Indonesia
19
815
2.8K
42.4K