Sabitlenmiş Tweet
vira ᶦメ
4.8K posts

vira ᶦメ
@woniecross_
walk the line? pfft, i hate that line. pretty girl loves #jungwon stan 💥
istj Katılım Mart 2022
394 Takip Edilen387 Takipçiler

@woniecross_ aslii, dari awal announce ticketing aja udah fullbooked semua😭🖐🏻
Indonesia
vira ᶦメ retweetledi

Aku bantu translate ke bahasa indonesia ya teman-teman, supaya kita para wni bisa membacanya dengan baik dan benar. Supaya ini jadi pencerahan juga untuk kita semua agar pikirannya lebih terbuka.
—
Setelah nonton dokumenter Evan, baca ulang semua official statement, dan sempat baca juga soal organizational research (nemu ini secara nggak sengaja), aku rasa akhirnya aku mulai ngerti kenapa dia ambil keputusan itu.
Yang paling kerasa buat aku itu… dia bukan seseorang yang udah kehilangan rasa cinta ke musik atau ke ENHYPEN. Tapi lebih ke seseorang yang kelihatan bener-bener burnout. Kayak orang yang udah lama banget nyimpen ide, lagu, dan mimpi, tapi nggak pernah punya waktu atau kebebasan buat ngejalanin semuanya sepenuhnya.
Dia sendiri udah sering banget ngomong kalau dia pengen rilis musiknya sendiri, bahkan member lain juga ikut hype itu. Tapi rencana itu terus ketunda, sementara jadwal grup makin padat. Buat aku, ini nggak pernah keliatan kayak dia berhenti cinta sama ENHYPEN. Tapi lebih ke dia pelan-pelan kehilangan kesempatan buat berkembang jadi artis yang juga dia pengen.
Setelah coba lihat dari berbagai sisi, jujur aku ngerasa mimpinya dari awal bukan buat “pergi”. Dari yang dia dan pihak agensi sampaikan, kelihatannya dia sebenernya pengen dua-duanya—tetap jadi member ENHYPEN sambil pelan-pelan bangun kariernya sendiri. Dan itu bukan hal yang mustahil, karena banyak idol lain juga bisa jalanin dua-duanya.
Tapi justru karena mereka makin sukses, hal itu malah jadi makin susah. Jadwal grup yang nggak ada hentinya—tour, comeback, promosi, konten, brand deal, dan banyak hal lainnya—bikin ruang buat hal di luar grup jadi makin sempit. Semakin besar grupnya, semakin kecil juga ruang buat hal lain.
Aku juga sempat baca research dari Westover (2025) dan Grote (2020) yang ngebahas kenapa orang kadang keluar dari tim yang sebenarnya sangat sukses. Menariknya, alasannya sering bukan karena mereka nggak bahagia, nggak loyal, atau udah nggak percaya sama timnya. Tapi karena sistem yang bikin tim itu sukses justru jadi terlalu kaku.
Pas sebuah tim udah ada di puncak, fokusnya biasanya berubah jadi menjaga apa yang udah berhasil—jadwal yang fix, rutinitas yang udah terbukti, dan memastikan semuanya tetap jalan bareng. Tapi tanpa sadar, struktur itu malah nutup ruang buat berkembang, berkreasi, atau ngejar tujuan pribadi di luar jalur yang sudah ditentukan itu.
ae 💫@coffeekirdee
after watching evan's documentary, rereading every official statement, & doing a bit of research, i think i finally understand why things happened the way they did. this is just my take. its long, but i hope some of u give it a read 😁
Indonesia
vira ᶦメ retweetledi
vira ᶦメ retweetledi
vira ᶦメ retweetledi
vira ᶦメ retweetledi



















