@hnirankara Analisis dan deskripsi nya ok bro @hnirankara . Nah lbh lnjt utk menumbangkan rezim begini apa relevan seperti peristiwa 98 ( yg mnrt ku itu juga ada peran oligarki selain yg tampak di media)
Legalism Otokratik di Tangan Soeharto dan Jokowi
Legalism otokratik merupakan konsep di mana, pemimpin menggunakan hukum dan mekanisme legal untuk memperkuat dan mempertahankan kekuasaan otoriter mereka. Katakanlah, seorang pemimpin akan membuat aturan tentang Proyek Strategis Nasional namun, terhalang oleh mekanisme hukum atau peraturan yang berlaku. Maka, pemimpin itu merubah mekanisme hukum atau peraturan yang lebih dulu berlaku itu agar aturan tentang Proyek Strategis Nasional mendapatkan legalitas.
Nah di Indonesia, nama Soeharto dan Jokowi identik dengan kepemimpinan legalism otokratik. Hasilnya, mereka sering merubah aturan, membuat aturan yang baru, menguasai parlemen, hingga merangkul partai-partai serta tokoh politik yang dianggap sebagai lawan, dengan memberikan jabatan strategis di pemerintahan.
Esai kali ini berangkat dari keresahan saya pribadi, di mana saya tidak hidup di zaman Orde Baru namun sedikit tahu tentang masa Orde Baru berkuasa melalui beberapa literatur yang saya baca. Sedangkan, selama 10 tahun kepemimpinan Jokowi, saya merasakan tanda-tanda otoritarian seperti yang dilakukan oleh Soeharto. Bedanya, saat ini perkembangan teknologi informasi sudah berkembang dengan sangat pesat, maka strategi yang dimainkan oleh Jokowi terbilang lebih halus, menyesuaikan dengan era keterbukaan internet seperti saat ini.
-Sebuah Esai Analisis Komparatif-
@eexxoo_7 Buzzerrr koruptor, ngak ngikutin detil kasus sejak awal, ngak paham kejahatan lingkungan, ngak paham metode valuasi kerusakan lingkungan. Silent please. Diam lebih baik. Bodoh cukup untuk diri sendiri.