🪩 retweetledi

Pilihan diksi yang teknokratis, tanpa pengakuan eksplisit tentang siapa yang bertanggung jawab, apa root cause teknisnya, dan bagaimana mekanisme pencegahan ke depan (kan masih ada PPKB dan SIMAK), ini malah bikin permohonan maaf terasa lebih seperti “penyelamatan” reputasi daripada pemenuhan akuntabilitas publik.
Kata gue sih lu berbenah, ya, @univ_indonesia. 😒


Fauzan Al-Rasyid@fauzanalrasyid
Ditunggu klarifikasinya, @univ_indonesia.
Indonesia













