bayu
2.8K posts

bayu retweetledi
bayu retweetledi

BEDAH TAKTIK PSIS SEMARANG: AWAS GEGENPRESS, MANFAATKAN HALF-SPACE!
PSIS Semarang datang dengan struktur dasar 4-3-3 yang cukup agresif. Di lini depan, mereka mengandalkan trio Denilson, Rafinha, dan Beto sebagai ujung tombak serangan. Ketiganya mendapat dukungan dari lini kedua lewat pergerakan Viscara dan Tegar Infantri yang menjadi penghubung utama dalam transisi menyerang.
Dari hasil review, terlihat sejak menit-menit awal PSIS berani melakukan gegenpressing ke area pertahanan lawan dengan intensitas tinggi. Tekanan ini bisa sangat berbahaya apabila defender dan defensive midfielder @PSSleman tidak cukup tenang dalam penguasaan bola. Salah kontrol, salah umpan, atau terlalu lama menahan bola bisa langsung berubah menjadi situasi berbahaya di depan kotak penalti.
Namun, agresivitas pressing PSIS juga menyimpan risiko besar. Jika PSS mampu melakukan bypass through press dengan baik melalui sirkulasi bola cepat, ruang di belakang lini pressing mereka akan terbuka lebar. Di sinilah ketenangan pemain belakang dan kecerdikan gelandang PSS akan sangat menentukan. Satu-dua sentuhan cepat, progresi bola yang rapi, dan keputusan tepat bisa menjadi kunci untuk keluar dari tekanan awal PSIS.
Salah satu celah yang cukup terlihat adalah kontribusi winger PSIS dalam fase bertahan. Winger mereka tidak selalu rajin melakukan trackback, sehingga fullback bisa mudah mengalami situasi overload ketika diserang dari sisi sayap. Selain itu, beberapa kali fullback PSIS juga berada dalam posisi yang kurang ideal atau out of position. Kondisi ini membuka ruang di area half-space pertahanan Semarang, yang bisa dimanfaatkan oleh pemain seperti Terens dan Rico untuk masuk ke area berbahaya.
Dalam pola menyerang, PSIS cukup sering mengandalkan long ball dan pass through ke area depan, dengan fullback yang ikut naik melakukan underlap. Skema ini bisa menjadi ancaman serius apabila garis pertahanan PSS terlalu tinggi dan tidak sejajar. Karena itu, organisasi lini belakang harus tetap disiplin, kompak, dan tidak mudah terpancing naik terlalu jauh.
Di sisi lain, PSIS juga punya kekuatan besar dalam duel udara, terutama lewat Octavio Dutra di jantung pertahanan. Karena itu, menyerang dengan bola-bola atas bukan pilihan yang paling ideal. PSS lebih direkomendasikan untuk membangun serangan lewat kaki ke kaki, kombinasi pendek, dan eksploitasi half-space yang beberapa kali terbuka di pertahanan PSIS.
Menariknya, intensitas gegenpressing PSIS yang sangat tinggi di awal pertandingan berpotensi membuat stamina mereka terkuras di fase akhir laga. Dari pengamatan, ketika memasuki menit 35 dan 75 ke atas pada setiap babak, PSIS mulai menurunkan intensitas dan lebih sering bertahan dalam midblock 4-4-2.
Momen ini bisa menjadi kesempatan besar bagi PSS untuk meningkatkan tekanan, memasukkan tenaga segar, dan mencari celah terakhir untuk mengunci pertandingan.Semoga kelemahan-kelemahan PSIS ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh PSS Sleman. Bermain tenang, sabar, disiplin, dan berani menyerang ruang bisa menjadi kunci TIKET PROMOSI KE SL !
ALE!
@BCSxPSS_1976 @S1H_Slemania @TheShooter_id @meme_elangjawa
Indonesia
bayu retweetledi
bayu retweetledi

That moment you realize the song you wrote is bigger than you ever imagined it could be…
World Soccer Talk@worldsoccertalk
SOCCER MEETS TWISTED SISTER The fans of Indonesian soccer team PSS Sieman singing a rock'n roll classic. @deesnider FTW 🎸
English
bayu retweetledi

Semua prodi tdk ada yg relevan, yg tersisa hanya sekolah bisnis magelang dan semarang 🙏
tempo.co@tempodotco
JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri
Indonesia



