rise

51.6K posts

rise banner
rise

rise

@xaicco

too blessed to be caught ungrateful

ᥫ᭡ロー Katılım Aralık 2010
516 Takip Edilen555 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
rise
rise@xaicco·
now playing: Pierce The Veil - Bulletproof Love 0:01 ❍─────── 3:26 ↻ ⊲ Ⅱ ⊳ ↺ Volume: ▁▂▃▄▅▆▇ 100%
English
0
0
2
12.3K
rise retweetledi
HatsOff
HatsOff@HatsOffff·
This is what childhood looks like in Gaza.
English
834
20.4K
59K
16.7M
rise retweetledi
⛧
@vimpirerose·
empathy burnout is so real i’m tired of understanding ppl
English
0
13.9K
40.5K
696.6K
rise retweetledi
✧
@northstardoll·
✧ tweet media
ZXX
30
10.8K
49.6K
581.5K
rise retweetledi
Nello
Nello@kudanielbintik·
Sebenarnya, GAK SEMUA APA-APA HARUS KE PSIKOLOG. Idealnya, ke Psikolog itu untuk masalah yang sudah sangat berat dan butuh bantuan profesional. Untuk kasus-kasus yang sudah di spektrum gangguan, bukan lagi normal-bermasalah. Tapi, di sini semua jadi apa-apa harus ke Psikolog karena sistem layanan kesehatan mental kita masih bapuk. Piramida Psychological First Aid/pertolongan pertama kesehatan mentalnya gak berjalan. Konselor sebaya gak terlalu jalan, lingkungan yang menunjang kesehatan mental seperti tempat tinggal, layanan/fasilitas penitipan anak/daycare yang terstandar untuk orangtua bekerja, ruang publik ramah anak gak memadai, dll. Padahal ini semua penting biar apa-apa gak harus sampai ke Psikolog. Ini bikin bebannya semua di Psikolog sementara Psikolog sendiri masih kurang dibandingkan populasi penduduknya. Rasionya menurutku gak masuk akal. Padahal ketika nanganin klien, 1 sesi itu Psikolog harus FULL MINDFUL. Bukan cuma ngedengerin tapi di waktu bersamaan harus analisis, prediksi, merancang solusi alternatif, termasuk berempati, dll. Intinya, tugasnya ada di level kognitif yang tinggi (lihat taksonomi bloom). Di sisi lainnya lagi, layanan jasa seperti ini seringkali masih disamakan/diekspektasikan seperti pegawai kantoran yang perlu kerja 8 jam/hari. Padahal beban mental dan emosionalnya berbeda apalagi kalau menangani tanpa jeda. Coba bayangin aja sebagai orang biasa harus ngedengerin, nganalisis masalah orang lain 8 jam tanpa jeda. Gak bisa ngelamun sama sekali. Gak bisa pura-pura ke toilet buat rehat sebentar padahal nangis.
Nello tweet mediaNello tweet media
ARES@RestuAwalliddin

Unpopular opinion about Indonesian Healthcare System

Indonesia
32
1.5K
5.8K
230.9K
rise retweetledi
misa!
misa!@misak1nz·
even on your worst day the sun still rises
misa! tweet media
English
0
13.7K
69.7K
827K
rise retweetledi
Nello
Nello@kudanielbintik·
Normalisasi orang dewasa pergi ke Psikolog buat belajar regulasi emosi. Kenapa? Supaya nggak nyalahin bayi yang masih belum punya kontrol atas emosi dan kebutuhannya.
Nello tweet mediaNello tweet media
Indonesia
86
1.4K
5.3K
138.6K
rise
rise@xaicco·
akhirnya
Indonesia
0
0
1
21
rise retweetledi
⚭
@lekimgym·
⚭ tweet media
ZXX
12
4.6K
14.2K
229.9K
rise
rise@xaicco·
cape
English
0
0
0
20
rise
rise@xaicco·
ton monton, lejen sih lejen, tapi tim gw matchnua baru ratusan, 1000 aja ga nyampe, lu adu sama tim yg match-nya up 5000. gila emang
Indonesia
0
0
0
23
rise retweetledi
izzi
izzi@IzzraifHarz·
that eid nap gonna get you like
izzi tweet media
English
189
14.9K
59.2K
1M
rise
rise@xaicco·
@pprifqi gweh kd puasa, halal mengacungkan jari tengah🖕🏼
Indonesia
0
0
0
14
SZKHN
SZKHN@pprifqi·
@xaicco Hush masih puasa sa wkwk
Indonesia
1
0
0
16
rise
rise@xaicco·
@pprifqi emg negara para bajingan
Indonesia
1
0
0
14
SZKHN
SZKHN@pprifqi·
@xaicco Hidup di negara ragebait 😂
Indonesia
1
0
0
23