sinis

1.3K posts

sinis banner
sinis

sinis

@xiaruns10

keberlimpahan datang pada hati yang lapang

Katılım Mayıs 2020
103 Takip Edilen43 Takipçiler
sinis
sinis@xiaruns10·
@shapirowilk rtpa harga brp ya ka😭 keren ka dpjpnya
Indonesia
1
0
0
794
arbor vitae
arbor vitae@shapirowilk·
Ceritanya pasien stroke LVO pro trombek (rujuk ke RSUP), tp onset masih <4.5 jam, dari sini mau rtpa dulu buat window therapy. Kemungkinan besar gagal claim karena pertanyaan pibijies "kan mau trombek, ngapain rtpa lagi??". Yhaaaa gmn yhaa namanya usaha🥲
Indonesia
7
15
253
12.9K
sinis
sinis@xiaruns10·
capek bgt guys…. maaf yg kena dampratanku malam ini 🤲🤲
Indonesia
0
0
0
9
sinis retweetledi
dokterbedahYK
dokterbedahYK@DokterbedahYK·
RS Swasta membutuhkan RS Pemerintah sebagai tempat "pembuangan" kasus-kasus yang tidak menguntungkan secara finansial atau terlalu berisiko tinggi.
Indonesia
26
433
1.9K
102K
sinis retweetledi
Arvin Honami | Investor Pakai Data Bukan Drama
Menurut gua siapapun yang ngerti ekonomi (dan gak perlu punya gelar PhD) tau kenapa Rupiah kita melemah sangat signifikan.. 🤣 Dan coba gua jelasin pakai bahasa sesederhana mungkin ⬇️ (A Thread)
Arvin Honami | Investor Pakai Data Bukan Drama tweet media
Indonesia
151
1.3K
6.6K
579.1K
sinis
sinis@xiaruns10·
@ardi_tama1 di klinik 1 shift aja bisa ketemu scabies min 2🥲
Indonesia
0
0
0
936
ardian pratama
ardian pratama@ardi_tama1·
Kalo levelan GP biasanya scabies thu yg suka Salah wkwkwk, apalagi kalo waktu koas/iship gak pernah ketemu. Kusta juga sama, hayo siapa yg gak pernah ketemu kusta waktu koas/iship 🗿🗿
✨️Neurosalty doc🩺✨️@erlotinibb

Pernah juga ada pasien keluhan gatal kaya di gambar. Udah berobat ke 2 dokter ga sembuh. Dokter pertama kasih betamethasone+neomycin salep Dokter kedua salahin dokter pertama katanya pengobatannya ngaco, kemudian kasih salep gentamicin PADAHAL KELUHANNYA INI

Indonesia
29
12
222
44.6K
sinis
sinis@xiaruns10·
habis ini makan afa yahhh
Indonesia
0
0
0
10
sinis
sinis@xiaruns10·
seragam dayyy
sinis tweet media
English
0
0
0
16
sinis retweetledi
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh kasus uang jemaat gereja ilang Rp28M ditipu pegawai BNI: > 2019 Andi Hakim Febriansyah, Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara Rantauprapat, nawarin produk fiktif "BNI Deposito Investment" dgn bunga tinggi 8% ke Suster Natalia, bendahara Credit Union Paroki (1/4)
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
66
2.2K
5.8K
474.8K
sinis
sinis@xiaruns10·
meweeeek, mirip mirip kisah hidup aku :’)
sinis tweet media
Indonesia
0
0
0
16
sinis retweetledi
Kamar Lintang
Kamar Lintang@kamarlintang·
Definisi nyata kalimat, "marriage should be fun, love should be fun", Nontonin podcast Raditya Dika yang ngundang istrinya sendiri, Anissa Aziza, Ada satu momen saat mereka diminta nulis apa kegiatan yg paling bikin pasangan happy, Radit dengan tepat jawab, "Diajak nge-date setelah capek kerja seharian berdua aja." Annisa langsung kelihatan tersipu malu & ngasih gestur love ke Radit 😍
Kamar Lintang tweet mediaKamar Lintang tweet media
Indonesia
88
2.6K
17.7K
704.3K
sinis retweetledi
¥@N'$
¥@N'$@yaniarsim·
Nala usianya 5 Thn Tapi sdh dpt beasiswa kedokteran dan kursi dokter spesialis di JIH Jogja. MasyaAllah....keren Koe gak minder le @gibran_tweet
Indonesia
10
60
205
6K
sinis
sinis@xiaruns10·
@tb_siswadi yang penting udh ttd penundaan dok 🙏🏻
Indonesia
1
0
0
51
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
“IGD itu balapan sama waktu. Tapi kadang… yang bikin kalah justru keputusan keluarga.” Subuh jam 4, pasien datang dengan gagal napas. Kondisinya sudah megap-megap, indikasi intubasi (selang nafas melalui mulut) jelas. Edukasi sudah dilakukan berkali-kali, bukan cuma dari dokter jaga IGD, tapi juga Sp.P dan Sp.An. Semua sepakat harus segera intubasi. Tapi keluarga belum sepakat. Anaknya setuju. Istri dan keponakannya menolak. Mereka mau nunggu Spesialis datang dulu. Gak ada yang bisa jamin kapan bisa visit spesialis. 4 jam berlalu. Dari jam 4 sampai jam 8 pagi, kondisi pasien makin turun. Napas makin berat. Saya cuma bisa terus edukasi dan nunggu keputusan. Karena tanpa persetujuan keluarga, tindakan nggak bisa dilakukan. Akhirnya jam 8 pagi setuju intubasi. Langsung dilakukan. Jam 9 lewat… pasien meninggal. Delayed treatment itu nyata. Dan seringkali bukan karena dokternya lambat, tapi karena keputusan yang terlambat. Jujur, yang bikin kepikiran itu satu: “Andai dari awal langsung setuju…” IGD itu tempat ambil keputusan cepat. Kalau di posisi keluarga, kalian bakal nunggu spesialis dulu… atau langsung ambil tindakan?
Indonesia
20
10
45
2.6K
sinis
sinis@xiaruns10·
dikasih sm keluarga pasien ICU huaa sedihnya
sinis tweet media
Indonesia
0
0
1
32
sinis
sinis@xiaruns10·
@Shamdtwt mutual ig ada yg blm iship udah ngamen, bangga banget hbs resepin pasien MP + meloxicam + pct + na diklofenac 😭 langsung chat katingnya suruh ingetin
Indonesia
1
0
6
3.1K
sinis retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
iya juga ya.. pernah ngerasain juga ga?
gara tweet media
Indonesia
670
25K
125.2K
1.7M
sinis
sinis@xiaruns10·
@mrtweepsID udah ku bombastic side eyes tapi gak nyadar2 kak
Indonesia
0
0
1
44
mr.tweeps | IDN
mr.tweeps | IDN@mrtweepsID·
Duh ini di KRL ditempat umum kak🙏 Kegiatan kita terexpose banget diluaran.. Berharap agar kedepan kita bisa lebih bijak dalam berprilaku ketika berada ditempat umum..
Indonesia
50
21
156
71.9K
sinis
sinis@xiaruns10·
@SeputarTetangga @drnewstwit SpP di rs ku dah 2x nunda pungsi gara2 pas visit nyium bau rokok di kamar pasien. ternyata pasiennya merokok di kamar mandi rs, puntungnya ketinggalan :)
Indonesia
0
0
0
772
Seputar Tetangga
Seputar Tetangga@SeputarTetangga·
Ada lawan, warga? 🫠 Pasien beliau ngerokok di kamar mandi padahal lagi sesi kemo. source: davinsilalahi on Threads
Seputar Tetangga tweet media
Indonesia
88
469
3.9K
113.3K