mr.x
15 posts


Banyak yang marah ketika dengar kasus seperti ini. Wajar.
Tapi penting untuk meluruskan: yang bermasalah di sini bukan HIV-nya, melainkan ketidakjujuran dan pengabaian keselamatan pasangan.
Secara medis, orang dengan HIV yang rutin minum ARV dan punya viral load tidak terdeteksi tidak menularkan HIV lewat hubungan seksual (U=U). Ini fakta ilmiah yang sudah diakui global.
Jadi jangan sampai kemarahan kita malah mengarah ke stigma terhadap semua orang dengan HIV. Karena sebagian besar ODHA justru sangat bertanggung jawab, patuh terapi, dan sangat menjaga agar tidak menularkan ke siapa pun.
Yang salah adalah ketika seseorang apa pun status kesehatannya memilih untuk tidak jujur, tidak memberi ruang consent yang utuh, dan menempatkan orang lain pada risiko tanpa sepengetahuan mereka.
Kita bisa tegas soal etika dan tanggung jawab, tanpa ikut memperkuat stigma terhadap HIV.
Karena yang perlu dikritik adalah perilakunya, bukan status kesehatannya.
GampangTidur@pelorrrrrrrr
Bajingan sih
Indonesia








