Hamza
3.7K posts

Hamza
@xythonix
Founder Xythonix Funds - Web Developer - Helping businesses grow with high-converting websites & digital solutions - Building brands that scale
Katılım Eylül 2021
523 Takip Edilen1.8K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet

Thats why, new generation is weak and idiot
Eğitim ve Motivasyon@egitimvemotivas
Yabancı bir içerik üreticisinin paylaşımı. “Dünya nasıl değişiyor”
English

Mikel Arteta dan skuad Arsenal tinggal selangkah lagi buat ngukir sejarah baru di final Champions League malam Minggu nanti.
Banyak yang ngejagoain PSG karena status mereka sebagai peraih treble musim lalu, tapi kalau kita bedah taktiknya lebih dalam, raksasa Prancis itu sebenarnya punya satu kelemahan fatal yang bisa dieksploitasi habis-habisan oleh Arsenal.
Kelemahan terbesar PSG terletak pada sistem pertahanan mereka yang sangat berorientasi man-to-man (satu lawan satu). Luis Enrique selalu menginstruksikan para beknya, terutama di area fullback seperti Achraf Hakimi, buat agresif keluar menempel pemain lawan. Akibatnya, sering banget muncul celah atau ruang kosong yang menganga lebar di antara fullback dan bek tengah mereka pasca terpancing keluar sarang.
Nah, di sinilah letak kunci kemenangan Arsenal: serangan dari koridor sebelah kiri. Dengan memanfaatkan pergerakan tak terduga dari Riccardo Calafiori yang rajin overlap masuk ke area tengah, dikombinasikan dengan Leandro Trossard, Arsenal bisa dengan mudah menarik Hakimi keluar dari posisinya. Begitu Hakimi terpancing, ruang kosong di belakangnya harus langsung dihajar lewat tusukan cepat para pemain sayap atau umpan tarik mematikan ke kotak penalti.
Selain itu, Arteta harus berani menginstruksikan timnya buat menerapkan zonal marking yang disiplin daripada ikut-ikutan main man-to-man. Tengah PSG itu sangat cair dan hobi rotasi posisi, kalau Declan Rice dkk terpancing keluar dari posisinya buat ngejar bola, Ousmane Dembele bakal punya ruang bebas buat bikin kerusakan lewat lari cepatnya dari lini kedua. Tetap tenang, rapatkan barisan, dan hancurkan mereka lewat serangan balik cepat.
Arsenal punya lini pertahanan terbaik di dunia saat ini buat meredam daya ledak lini depan PSG. Kuncinya cuma satu: busungkan dada, main berani, dan jangan merasa inferior di hadapan mereka. Pertanyaannya sekarang, apakah Arteta bakal milih pasang Kai Havertz buat duel udara atau langsung nurunin Viktor Gyokeres demi kecepatan di ruang kosong? Kalau prediksi kalian gimana, sanggupkah Arsenal bawa pulang trofi Si Kuping Besar pertama mereka?

Indonesia

















