Upik Kelinci
14.3K posts

Upik Kelinci
@ydan_
Wadah garam & sampah pikiran, do not follow 🙏


Saya mau tanya sesuatu yang mungkin bikin sebagian orang nggak nyaman. Kalau seorang biksu yang hidupnya bersih, nggak punya harta, nggak menyakiti siapapun, Apakah tetap masuk neraka karena bukan Muslim? Lalu koruptor yang rajin sholat Jumat itu apakah akan selamat?


Restauran terbaik di dunia, Noma di Copenhagen beberapa waktu lalu kena skandal lingkungan kerja yang toxic. Mulai dari verbal dan physical abuse dari head chefnya, René Redzepi. Kalau baca kitchen confidential, Bourdain bilang dapur profesional itu sumber perisakan dan kekerasan

Anaknya demam. 38°C. Malam. Istri kasih paracetamol. Dosis sesuai umur. Kompres. Ganti baju tipis 10 menit kemudian. HP bunyi. Ibu telepon "Kok dikasih obat? Gak usah. Kerokin aja. Pake bawang merah. Dulu kamu demam, ibu kerokin,langsung turun." Istri denger karena loudspeaker.


Sebelum punya anak, gue agak mengerti kenapa Chef Juna berpikir kayak gini. Apalagi gue gawe di konsultan yang deadlinnya seketat karet sempak. Tapi pas punya anak... Jangan kan absen demi nemenin anak sakit. Anak gua minta gue teriak "Hidup Jokowi" juga gua bakal lakuin.

Chef Juna lagi disorot gara2 bilang SDM orang Indonesia itu manja. Dia ngasih contoh perilaku stafnya di area profesional kitchen, Menurut Juna, ada staf Chef de Partie (CDP) yg tiba2 izin gak masuk karena anaknya sakit, Juna bilang, "Call me heartless. Yang sakit kan anaknya. Istrinya ada di rumah. Terus ngapain kamu ikut-ikutan di rumah? Emang kamu ikutan di rumah anak kamu sembuh gitu, tiba-tiba zeng gitu, sembuh gitu. Kalau pintar masuk." Juna bilang seharusnya stafnya tetap masuk karena anak sakit butuh biaya pengobatan. Sedangkan, izin kayak gitu gak masuk cuti & biasanya potong gaji. Juna juga memastikan stafnya merasakan "neraka" saat masuk kerja lagi. Tapi, Juna menekankan itu ia lakukan karena di kitchen setiap orang udah punya tugasnya masing2,










Dua tersangka utama di balik kekerasan sistematis terhadap 53 balita di Daycare Little Aresha, Jogja: 1. Diyah Kusumastuti, S.E. (51), Ketua Yayasan - Beri instruksi verbal langsung mengikat tangan & kaki anak sejak pagi hingga sore. - Rutin datang pagi, melihat langsung, & perintahkan agar dilakukan. - Motif ekonomi, semakin banyak anak semakin banyak uang. - Mantan narapidana korupsi di BPR BKK Purworejo.

Kita biasanya bisa lihat masa kecil seseorang dari cara dia bersikap pas udah dewasa. Butuh validasi terus : Dari kecil jarang diapresiasi atau dipuji. Perhatian cuma datang kalau dia “berhasil” atau nurut ekspektasi. Takut banget ditinggalin : Tumbuh dengan kasih sayang yang naik turun. Hari ini disayang, besok malah diabaikan. Terlalu mandiri, susah minta bantuan : Kebiasaan ngadepin semuanya sendiri dari umur yang masih terlalu kecil. Cepet defensif pas dikritik : Besar di lingkungan yang lebih sering nyalahin daripada ngajarin. People pleaser : Dari kecil ngerasa cuma bakal disayang kalau dia berguna atau bikin orang lain seneng. Susah percaya sama orang : Kebanyakan janji yang dulu dikasih malah sering diingkarin sama orang tuanya sendiri. Sikap seseorang waktu dewasa itu bukan cuma soal attitude. Kadang itu adalah cara bertahan hidup yang kebentuk dari kecil, lalu kebawa terus sampai gede.








