Oswald Saddam
9.3K posts

Oswald Saddam
@yonksky
Trying to make the best of my time ✌

⚠️ KONTEN EDUKASI LPG tersusun dari molekul hidrokarbon non polar seperti propana dan butana, yang dapat membentuk campuran eksplosif dengan udara pada konsentrasi serendah 2% hingga 10%. Sedangkan air merupakan molekul polar dengan massa jenis dan densitas yang lebih berat dari LPG cair. Sehingga jika air disiram ke api LPG, maka air akan tenggelam dan LPG cair akan mengapung ke permukaan, seperti minyak dan air. Ketika air mengenai LPG yang terbakar, panas apinya akan membuat air menjadi mendidih, menguap dan mengembang dengan cepat, lalu akan menyebarkan LPG cair, sehingga api justru akan semakin meluas dan membesar, seperti tampak di video. Solusinya, jika tidak tersedia APAR untuk kebakaran kelas B, maka kita bisa gunakan ember, selimut basah atau handuk basah untuk menutup rapat apinya agar tidak ada udara masuk, sehingga pasokan oksigen ke sumber api bisa terputus dan api bisa cepat padam. Walau air bisa memadamkan api, namun saat terjadi kebakaran kita harus identifikasi dulu penyebab kebakaran, agar kita bisa memadamkannya dengan cara yang efektif dan aman, bukan dengan cara seperti di video ini. 📸bangun_wawasan

*Media Statement* *Usut Tuntas Pelaku Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus!* Jakarta, 13 Maret 2026

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia, menguraikan 20 poin rencana perdamaian Gaza yang dibuat oleh Board of Peace (BoP). Rencana tersebut merupakan dasar kesediaan Indonesia bergabung dalam BoP. "Dalam menilai sesuatu, menganalisa dan memberikan judgement, kita harus benar-benar objektif. Hati-hati melihat dari semua sisi dan membaca secara detail apa yang sedang ingin kita analisa," ujar Ulta seperti dikutip pada Sabtu (7/3). Ia menepis anggapan bahwa BoP tidak membela kepentingan Palestina. Dalam poin nomor 9 yang dibuat BoP, Gaza direncanakan akan berada di bawah pemerintahan transisi yang dipimpin Komite Palestina. Kemudian di poin nomor 16, disebutkan bahwa Gaza tidak akan dikuasai oleh Israel. Bahkan Israel ditekan untuk meninggalkan Gaza. "Ini memperlihatkan keberimbangan poin nomor 16. Ditekankan di sini bahwa Israel ditekan untuk tidak mengokupansi atau menganeksasi Gaza. Sudah dijelaskan di sini kalau Israel dan semua kepentingannya harus meninggalkan Gaza," ucap Ulta. Lalu dalam poin 19 dan 20 yang dibuat BoP, Palestina nantinya didorong untuk menentukan nasib sendiri serta membangun negara secara mandiri. "Lucu kalau dibilang enggak ada poin yang menyebutkan atau mengadvokasi kemerdekaan Palestina di BoP. Bahasanya mungkin berbeda, tapi ini adalah pathway. Nomor 19 dan 20, dibilang bahwa ketika program ini sudah berjalan, akan diberikan pathway kepada Palestinian Authority (PA) untuk self determination and statehood. Jadi diberikan jalan untuk menentukan nasib mereka sendiri dan membangun negara mereka sendiri. PA akan menjadi representasi aspirasi masyarakat Gaza," Ulta menerangkan. #SINDONews #SINDONewscom #SINDNewsBeyondHeadlines #SINDONe7wsTV #iNewsMediaGroup #BeritaTerkini #KSP #TenagaAhliUtama #KantorStafPresiden #20Poin #BoardofPeace #Gaza #Israel #Palestina

🚨: Mount Everest contains marine rocks, proving that the highest point on Earth was once at the bottom of the ocean




The IDF wishes a peaceful Ramadan Kareem to all who celebrate!




teman2 kalau nemu ada loker yg pakai syarat pengalaman, bisa jawab gini jg ya "saya ga melihat itu sbg suatu kekurangan"


Dokter jantung disuruh belajar lagi tentang jantung oleh netizen yg gatau apa2 tentang ilmu jantung 🤡👍🏻 Pertanyaanku, dapet dari mana level pede kayak gini ya? 🫠



Pada 1983, Soeharto memulai operasi pembasmian premanisme di seluruh Indonesia yang disebut Petrus. Pada 1983 juga, Deng Xiaoping juga memulai operasi pembasmian premanisme di seluruh China yang disebut Strike Hard Campaign. Apa bedanya? Sederhananya, Soeharto tidak berniat membasmi preman. Soeharto malah melestarikan dan melembagakan premanisme. Ia ingin menjadi bos preman se-Indonesia, seperti Don Corleone dalam film mafia "The Godfather". Dengan kata lain, Soeharto sendiri adalah preman. Petrus hanyalah konflik antar preman, yaitu gerombolan mafia Soeharto vs gerombolan-gerombolan kecil anarkis dan tak teratur. Berkat Petrus, Soeharto, istri, dan anak-anaknya pun berhasil menjadi the Lord of Crime. Barangsiapa tidak mau tunduk dan setor pada hierarki mafia preman se-Indonesia yang diketuai dinasti Soeharto, ia akan dibantai di jalanan. Berapa yang mati? Sekitar ribuan. Hmm. Cuma segitu? Berapa yang ditangkap? Sebenarnya tidak banyak-banyak amat. Hmm. Ternyata, yang penting para preman tidak boleh ribut dan harus patuh pada Soeharto. Boleh memalak, boleh merampok, boleh memungli selama diawasi oleh rezim Orde Baru yang sangat memprioritaskan harmoni ala Jawa. Dan tentunya, selama setoran pungli dibayar. Karena tujuannya hanya ini doang, yang dibunuh dan ditangkap selama Petrus tidak usah terlalu banyak. Yang penting para preman menjadi takut dan patuh dengan rezim. Sistem ini masih berlangsung hingga hari ini. Premanisme masih merajalela di Indonesia. Ayo kita bandingkan dengan pemberantasan preman di China di bawah rezim Deng Xiaoping. Mirip seperti di Indonesia, saat itu China sangat penuh sesak dengan kriminalitas, pencurian, pembunuhan, pemalakan, dan pemerkosaan oleh preman dan bandit di jalanan, sebagaimana dapat dilihat di film-film kungfu zaman dahulu. Kota-kota besar China dikuasai triad, mafia, preman, bandit, dan rampok yang melimpah gila-gilaan dan saling tawuran. Mereka sangat merajalela sejak kekosongan kekuasaan daerah akibat anarki Teror Revolusi Kebudayaan. Bagaimana Strike Hard Campaign menghadapi masalah ini? Deng Xiaoping menurunkan tentara dan polisi untuk membantai massal preman, kriminal, mafia, triad, begal, dan gerombolan rampok yang meresahkan kota-kota di China. Markas-markas mafia dikepung tentara, diserang, dan seluruh isinya dibantai. Puluhan ribu preman dan rampok diciduk aparat bersenjata dari gang dan kos-kos kumuh China, diseret ke jalan, dan ditembak mati bergelimpangan di tempat. Eksekusinya tidak sok misterius, melainkan diumumkan, terbuka, terang-terangan, dan ditonton penduduk setempat. Petrus tidak pernah diumumkan. Tiba-tiba saja mayat sudah bergelimpangan di jalanan, entah siapa mereka. Strike Hard Policy diumumkan, dikaji, dan dievaluasi. Itu saja? Ternyata tidak. Pembeda terbesar Strike Hard Campaign dengan Petrus bukan di jumlah kematian, melainkan jumlah penangkapan. Ternyata, 1.7 juta orang preman dan bandit berhasil diburu dan ditangkap aparat China pada 3 tahun pertama operasi. Inilah perbedaan terbesar antara Strike Hard Campaign dan Petrus: penangkapan. Kalau anti-premanisme Indonesia disetarakan dengan China dalam rasio populasi, seharusnya Indonesia saat itu minimum menangkap 200.000 orang preman dan bandit. Sayangnya, Soeharto bukan menangkap, melainkan hanya meneror dan melembagakan. Kalau preman bisa dikaryakan untuk mencari setoran pungli, kenapa harus ditangkap? Kalau ormas bandit bisa disewa untuk memukuli aktivis dan melindungi aset-aset keluarga Cendana, kenapa harus ditangkap? Meanwhile, rezim Deng Xiaoping mendata, menangkap, dan menumpas sekitar 200.000 kelompok ormas rampok dan gerombolan kriminal yang berbeda dari kota-kota. Padahal jika ditotal, jumlah anggota mereka mencapai jutaan. Tapi tetap ditumpas. Tidak seperti Soeharto, Deng Xiaoping tidak ingin menjadi the Lord of Crime di China. Yang ia inginkan adalah menumpas, memusnahkan, membersihkan total. Ia tidak mau hanya membunuh segelintir kecil, tetapi harus langsung membasmi seluruh jutaan populasi preman dan bandit di seluruh China sampai kosong. Petrus selesai begitu saja tahun 1985 dengan tidak jelas. Preman di Indonesia tetap merampok dengan buas, tetapi kali ini dengan teratur dan dengan setoran pungli. Preman-preman yang sudah dijinakkan ini bahkan direkrut dan menjadi bagian inti dari rezim di Indonesia, seperti dalam Peristiwa Kudatuli 1996 dan Kerusuhan Mei 1998. Pada Mei 1998, Asia Week mengabarkan bahwa beberapa jenderal membawa ratusan preman dengan pesawat dan kereta dari Timor Timur dan ke Jakarta. Indonesia masih menjadi Negara Preman sampai hari ini. Meanwhile, Strike Hard Campaign ternyata tidak selesai tahun 1985, tetapi terus berlanjut secara rutin selama 20 tahun kemudian sampai premanisme liar di jalanan China benar-benar habis dan kosong. Hari ini kota-kota besar China teratur, sangat aman, dan relatif bersih dari binatang ormas dan preman jalanan liar yang useless dan tak terkontrol seperti tumbuhan hama Indonesia. Di Indonesia, sejak kejatuhan keluarga Cendana dan fragmentasi struktur premanisme nasional, banyak binatang ormas preman itu yang berpindah majikan ke dinasti politik daerah dan berbagai institusi. Di China, potensi ini tidak ada karena pentolan-pentolan semacam ini sudah dibasmi selama program antikorupsi yang dimulai sejak 2011. Dalam program antikorupsi itu, 4 juta orang pejabat ditangkap. Lebih banyak pejabat yang ditangkap daripada preman. Pentolan-pentolan pejabat yang paling korup dan bodoh dihukum mati dan ditembak di kepala. Benefit program anti korupsi ini banyak, salah satunya adalah bahwa preman yang tersisa takkan punya calon majikan korup untuk melindungi. Tidak heran reformasi industrialisasi pabrik China sangat berhasil dan sangat maju. Ketika kita bikin pabrik di Shenzen, kita takkan didatangi 40 kelompok preman buas rampok yang berbeda. Cukup hubungi 12345, maka para binatang preman belagu dan berliur akan segera dicari dan ditumpas habis. Hari ini pertumbuhan industri dan pabrik di China sangat maju. --- Deng Xiaoping membasmi preman. Soeharto adalah preman.














