id retweetledi
id
40.1K posts

id retweetledi
id retweetledi
id retweetledi
id retweetledi
id retweetledi
id retweetledi

Udah pada liat kasus di Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 ini belum?
Intinya ada peserta yang udah menjawab pertanyaan dengan benar, namun oleh juri dianggap salah. Pertanyaan kemudian dilempar ke tim lain. Tim lain jawab dengan jawaban yang sama dan dianggap benar.
Peserta yang sebelumnya menjawab protes (dengan cara yang cukup elegan) tapi tidak digubris oleh Juri. Bahkan malah disalahkan oldh juri lain.
Gimana menurut kalian?




Indonesia
id retweetledi

id retweetledi
id retweetledi
id retweetledi

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat menjadi sorotan di media sosial setelah beredarnya cuplikan video kompetisi yang memperlihatkan dugaan ketidakkonsistenan penilaian dewan juri.
Tim SMAN 1 Pontianak berharap ada penjelasan terbuka dan transparan terkait dasar pengambilan keputusan dewan juri.
Simak selengkapnya di cnnindonesia.com.
(🎥 YouTube MPRRIOfficial)
#cnnindonesia #cnnindonesiacom #Peristiwa
Indonesia
id retweetledi

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar yang diadakan MPR di Kalimantan Barat jadi sorotan usai juri menyalahkan jawaban benar dari regu SMAN 1 Pontianak. Jawaban yang dinilai salah itu justru dianggap benar saat diucapkan regu SMAN 1 Sambas dalam babak final.
Insiden ini terjadi saat peserta menjawab pertanyaan soal lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK. Regu SMAN 1 Pontianak mendapat minus 5, sementara jawaban serupa dari SMAN 1 Sambas diberi nilai 10.
Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia menyebut akan mengevaluasi total sistem perlombaan, termasuk kinerja juri, teknis tata suara, hingga mekanisme banding agar kejadian serupa tak terulang.
Salah satu juri, Indri Wahyuni, menilai artikulasi peserta dari SMAN 1 Pontianak tidak terdengar jelas sehingga jawaban dianggap tidak lengkap. Namun kejadian ini tetap menuai kritik, termasuk dari Sekda Kalbar Harisson yang menilai MPR seharusnya memiliki sistem perekam digital untuk memverifikasi jawaban saat terjadi protes.
📸: Dok. YouTube MPR RI.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R120 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan

Indonesia
id retweetledi

Sekolahnya keren.👍
Pihak SMAN 1 Pontianak meminta para siswa untuk menahan diri dan berkomentar dengan tetap mengedepankan adab, seusai polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) yang dinilai merugikan peserta SMAN 1 Pontianak.
beritasatu.com/nasional/29932…

Chusnul ch💞timah@ch_chotimah2
Tahun lalu mereka juara satu, tahun ini mereka dicurangi.
Indonesia
id retweetledi

@tanyakanrl Respect juga buat SMAN 1 Pontianak kalau memang mereka menyampaikan keberatan secara sopan dan jelas. Minimal masih ada anak sekolah yang percaya kalau suara mereka layak didengar. Di negara yang sering bikin orang apatis, itu justru bagian paling sehatnya.
Indonesia
id retweetledi
id retweetledi

Adik-adik hebat dari SMAN 1 Pontianak itu mewakili kita sebagai rakyat. Nggak didengarkan & dibungkam.
JURINYA?
Persis pejabat nggak layak yang PD duduk di kursi kekuasaan. Telinganya cuma hiasan, jadi budeg saat ada yang disuarakan.
Begitu diprotes, jurus andalan keluar: "Keputusan sudah final".
Tolok ukur pengambilan keputusan bukan keberpihakan pada rakyat, melainkan pada gengsi penguasa.
MC-nya?
Layaknya BUZZER hina.
Lomba cerdas cermat, tapi juri dan MC-nya NGGAK CERDAS dan NGGAK CERMAT!

Indonesia
id retweetledi
id retweetledi
id retweetledi
id retweetledi























