@sebijipenyu Jogja itu masyarakat nya tertib Pin mereka menjunjung tinggi nilai adab walau terburu buru kita seharusnya mencontoh mereka..
Salam hormat buat masyarakat jogja🫡
Sobat, kalian yang pasutri sama-sama kerja, kapan sih punya momen quality time?
Abis kerja seharian, meeting, macet, deadline akhirnya yang ditunggu cuma satu: waktu bareng 🫶
Biasanya baru bisa ngobrol atau nonton bareng pas semua urusan rumah kelar.
@kompascom Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya akan melanjutkan gugatan perkara ini apapun hasilnya
Mohon dukungan & doa dari semuanya, demi Pendidikan kita. Panjang umur Pekerja Pendidikan 🙏
Sesuai aturan BI, transaksi QRIS hingga Rp500 ribu gratis tanpa potongan. Untuk transaksi di atas Rp500 ribu, tetap ada MDR, tapi tidak boleh dibebankan ke pembeli.
Artinya, konsumen tidak perlu bayar biaya admin QRIS di merchant mana pun.
@nagahitamjantan@Dandhy_Laksono padahal uangnya dibawa kejakarta, dan orang jakarta ga mau disebut orang jawa, yang disalahin orang jawa tengah dan jawa timur
@Dandhy_Laksono Sumatera, kalimantan, sulawesi, maluku dan papua semua hartanya di bawa ke jawa...
Ngga ada indonesia yg ada jawanesia...
Kami di jajah jawa
🚨 Mantan pemain Arsenal, Ian Wright, menyoroti pandangan sebagian orang di Inggris terhadap pemain kulit hitam berstatus 'bintang'.
🗣️ “Ada pihak yang belum siap menerima Black superstar di Inggris. Banyak yang menyukai N’Golo Kanté karena sifatnya yang rendah hati. Namun saat melihat Paul Pogba atau Jude Bellingham, gaya dan kepercayaan diri mereka membuat sebagian orang merasa tidak nyaman atau takut.
Jude dianggap terlalu berani dan terlalu menonjol. Sebagai pria kulit hitam, kita sering diajari untuk tidak tampil terlalu mencolok. Ketika seseorang berbicara lantang di level ini, hal itu membuat pihak tertentu merasa terancam. Mereka tidak bisa menerima seorang pria kulit hitam mencapai apa yang dilakukan Jude.”
📝 @WeAreTheOverlap
Waspada! Anak Rantau di Jogja Diduga Jadi Korban Rudapaksa Mahasiswa, Pelaku Enggan Bertanggung Jawab
Yogyakarta, – Kasus dugaan rudapaksa yang menimpa seorang mahasiswi perantau di Yogyakarta kembali mencuat, menyoroti bahaya perkenalan melalui aplikasi daring. Korban, yang identitasnya disamarkan sebagai Bunga, kini dikabarkan hamil dan mengalami gangguan mental serius setelah diduga dirudapaksa oleh seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.
Kronologi Singkat
Menurut keterangan dari kerabat korban, Sdr. X (identitas pelapor disamarkan), kejadian bermula ketika Bunga, seorang anak rantau yang berniat mencari teman di Yogyakarta, berkenalan dengan seorang pria yang juga berstatus mahasiswa melalui aplikasi kencan daring.
Setelah beberapa kali komunikasi, terduga pelaku mengajak Bunga keluar. Namun, di tengah perjalanan, bukannya menuju tempat umum, Bunga justru dipaksa untuk ikut ke kamar kos terduga pelaku. Meskipun Bunga telah menolak dan berusaha menahan diri, terduga pelaku diduga melakukan aksi rudapaksa hingga Bunga kini hamil.
"Saudara saya sudah menolak, namun dipaksa untuk masuk ke kamarnya dan di rudapaksa hingga sekarang hamil. Ini membuat si anak [Bunga] kena mental," ungkap Sdr. X kepada redaksi, sambil menambahkan bahwa Bunga sangat terpukul dan mengalami trauma mendalam.
Desakan Tanggung Jawab dan Ancaman Pidana
Pihak keluarga melalui Sdr. X telah mencoba menghubungi terduga pelaku yang berinisial TA (nama dan akun disamarkan) melalui pesan langsung (DM), namun upaya tersebut tidak mendapatkan respons positif.
"Saya sudah menghubungi yang bersangkutan lewat DM, namun tidak direspon sama sekali. Malah sekarang akun si cowo di private," jelas Sdr. X.
Dalam tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi, Sdr. X dengan tegas mendesak agar terduga pelaku segera menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Bahkan, Sdr. X menekankan bahwa jika tidak ada itikad baik dalam kurun waktu 24 jam, pihak keluarga siap menempuh jalur hukum dan mempidanakan terduga pelaku.
"Kami cuma mau itikad baik si cowo dan diselesaikan. Saya sepupunya mas, kalau pengen tau anaknya sampai kena mental, nekat mau [bunuh diri], jika itu terjadi kamu yang saya pidanakan," demikian salah satu isi pesan yang dikirimkan Sdr. X kepada terduga pelaku.
Peringatan untuk Anak Rantau
Sdr. X juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan peringatan keras kepada sesama perantau, khususnya perempuan, agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang yang baru dikenal di aplikasi kencan.
"Buat pelajaran semua untuk perantau, khususnya cewek, harap hati-hati jika berkenalan dengan pria yang baru kita kenal. Jangan terkecoh dengan penampilan lugu si cowo yang aslinya mesum. Lebih baik kesepian di kos daripada dirusak pria bejat yang tidak mau bertanggung jawab," pungkasnya.
Pihak keluarga korban berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dengan itikad baik dari terduga pelaku, atau mereka akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum demi keadilan bagi korban.
@merapi_uncover Kesalahan pertama pd penjaga pintu palang perlintasan KA..kalau lintasan itu mang ada penjaganya...!!
Kesalahan kedua pd pengendara ranmor sndiri..masa' nyebrang area rel yg lebar kurleb 2,7 mter ja g bisa sabar asal nyelonong ja. Biasanya mski nihil penjaga resmi, min ada sirine
@pangeransiahaan Isu gw sama QRIS tuh cuma, kenapa masih ada store yang patok minimal belanja buat bisa bayar pake QRIS? kek harus up to 50k….
kadang mah cuma belanja yg kecil doang
Isu gue sm QRIS cuma, kenapa merchant masih nanya mau pake QRIS bank apa? Kenapa klo Mandiri, ga bs pake QRIS BCA? Bukannya harusnya universal? Ada yg bisa mencerahkan?
Eh eh pada mau ke mana, sih ini?! Tonton dulu biar kamu tau😆✨
Detail informasi, interaksi, dan pertanyaan seputar IndiHome bisa Kamu lakukan melalui DM @indihome ya, Sob!
#MelangkahBersamaIndiHome
Internetan makin nyaman karena upgrade paket IndiHome!
Yuk upgrade paket IndiHome sekarang dengan cara yang udah Mindi spill di atas✨
#PanduanMindi#MelangkahBersamaIndiHome
Ternyata, masih banyak yang salah paham soal nama WiFi, lho👀
Yuk Sob baca faktanya di sini dan jangan lupa tag teman Kamu supaya gak salah paham lagi😉🔍
#MelangkahBersamaIndiHome