omzen

47 posts

omzen

omzen

@zenbubuzen

Katılım Nisan 2025
30 Takip Edilen2 Takipçiler
omzen
omzen@zenbubuzen·
@BugAlphaID kata gue langsung cenblue aja ga sih
Indonesia
1
0
0
310
Bug Alpha
Bug Alpha@BugAlphaID·
🚨WOW JUST WOW😳
Bug Alpha tweet mediaBug Alpha tweet media
English
8
8
67
10.5K
Aditya
Aditya@DxAditya·
@Bagas_KL Kayanya ga cocok pakai alhamdulillah deh. Yg untung lu pribadi, yg merosot IHSG sebuah negara. Bukannya lebih tepatnya prihatin ya?
Indonesia
2
0
0
200
HanSolo
HanSolo@Bagas_KL·
IHSG ambrol, alhamdulillah udah full TP 😅
HanSolo tweet media
Indonesia
3
0
36
3.1K
omzen
omzen@zenbubuzen·
pandeminya belum, IHSG udah new normal aja.
Indonesia
0
0
0
53
omzen
omzen@zenbubuzen·
bye
QST
0
0
0
13
omzen
omzen@zenbubuzen·
itmg.d
omzen tweet media
English
1
0
0
58
omzen
omzen@zenbubuzen·
bye
QST
0
0
0
7
omzen
omzen@zenbubuzen·
elsa.d
omzen tweet media
Español
1
0
0
22
omzen
omzen@zenbubuzen·
@MiskinTV_ pekerja informal, tolong ya.
Indonesia
0
0
0
37
omzen retweetledi
HRD BACOT
HRD BACOT@hrdbacot·
Negara ini emg ga pantes dibantuin oleh warga warganya.
Ibrahim Arief@ibamarief

Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)

Indonesia
27
856
2.2K
37.5K
Tom Wright
Tom Wright@TomWrightAsia·
BREAKING; Indonesia’s Attorney General has charged Ibam with 15 years in prison and IDR16.5b in fines. Let’s be clear, there is no crime. This is a political witch-hunt by dark forces who didn’t like changes in the education ministry. Indonesia’s legal system is broken. Verdict in two weeks.
Tom Wright@TomWrightAsia

Meet Ibrahim Arief. A top-tier Indonesian engineer involved with some of the nation's best-known tech unicorns. Now he's under arrest, awaiting trial in a politicized case that's deeply hurting Indonesia's reputation. His story is distressing. 1/6

English
93
5.3K
9.7K
310.9K
omzen
omzen@zenbubuzen·
@ibamarief semoga Mas Ibam dan keluarga selalu dalam lindungan Allah. tabah dan kuat menjalani cobaan. hanya Allah maha penolong. berat, namun tetap jaga asa.
Indonesia
0
0
0
55
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara? Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu. Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun. Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai. Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain. Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi. Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook. Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa: 1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN. 2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal. 3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu. 4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan. 5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian. Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam. Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka. Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam. Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan. Ibam dituntut 22,5 tahun penjara. Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja. Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam. Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek. Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan. JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun. Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan. Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga. Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum. Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi. Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun... Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit. Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus. Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini? Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara? Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian. Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi. Jakarta, 16 April 2026 Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
826
14.1K
20.4K
2.9M
Chia
Chia@shyscia·
Ini hasil kerjaan lo? @kemkomdigi INI HASIL KERJAAN LO? DI TELPON NON STOP BAHKAN DALAM RENTANG 1 MENIT???? SEHARI BISA LEBIH DR 10? MANA PERLINDUNGAN DATA PELANGGAN DAN PRIVASINYA cc @BPKN_RI
Chia tweet media
Indonesia
1.3K
9.2K
29.1K
1.2M
omzen
omzen@zenbubuzen·
Damn 😢😭
Bapak2@BapakKerja

Data terbaru dari APINDO per April 2026 memberi sinyal yang cukup mengkhawatirkan untuk pasar kerja Indonesia. Mayoritas perusahaan mulai “menahan diri”: sekitar 67% tidak berencana menambah karyawan dalam 5 tahun ke depan, dan setengahnya juga tidak berniat ekspansi bisnis. Kenapa ini terjadi? Ada beberapa pola besar yang terlihat. Pertama, investasi mulai bergeser. Dulu, sektor padat karya seperti manufaktur ringan jadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja. Sekarang, banyak investasi justru masuk ke sektor padat modal—yang butuh uang besar, tapi tenaga kerja jauh lebih sedikit. Kedua, faktor regulasi. Perubahan aturan ketenagakerjaan yang cukup sering dalam 10 tahun terakhir membuat perusahaan sulit membuat rencana jangka panjang. Ditambah lagi isu seperti penetapan upah minimum yang kadang terlambat, membuat biaya tenaga kerja jadi tidak pasti. Dampaknya cukup jelas: kalau tren ini berlanjut, lapangan kerja baru akan semakin terbatas. Ini berisiko meningkatkan pengangguran dan underemployment, terutama untuk pekerja level menengah ke bawah yang selama ini bergantung pada sektor padat karya. APINDO melihat ini sebagai sinyal peringatan dini. Tanpa perbaikan di sisi regulasi dan iklim investasi, pertumbuhan ekonomi berpotensi tidak sejalan dengan penciptaan pekerjaan. Intinya sederhana: ekonomi bisa tetap tumbuh, tapi kalau perusahaan tidak membuka lowongan baru, tekanan di pasar kerja akan makin terasa.

English
0
0
0
84
TSM 💰
TSM 💰@thesmallmoney·
Sedang mencari posisi yg belum dipasang stop loss. #grinding
TSM 💰 tweet media
Indonesia
1
0
0
836
manusia biasa
manusia biasa@nifedipine10mg_·
@txtdrrandom Mari tebak"an ticker ini 😂😂 Feeling bakal rame ni impressnya
Indonesia
3
0
1
442
omzen
omzen@zenbubuzen·
@Rudiyanto_zh wkwk kenapa ga pemerintah yang menyesuaikan malah kita yang diatur pindah kerja kapan 😣😔
Indonesia
0
0
4
1.8K
Rudiyanto
Rudiyanto@Rudiyanto_zh·
Pelajaran : Kalau mau pindah kerja, start Januari
Zakka Fauzan@zakkafm

Salah satu masalah lapor pajak yg (sepertinya dibiarkan) dan memberatkan masyarakat adalah saat harus berpindah kerja di tengah tahun, menyebabkan kurang bayar saat lapor pajak. KENAPA BISA KURANG BAYAR? 1. Perusahaan BERASUMSI bahwa gaji pertama si karyawan di tahun tersebut adalah di perusahaannya masing2. Sehingga PTKP-nya tercatat dobel. 2. Dengan alasan yg sama, karena asumsi gajinya dimulai dari 0, maka tax bracket-nya pun dimulai dari yg terendah. 3. Dirjen Pajak melihat pemasukan tersebut sebagai kumulatif, kemudian mencatat hanya satu PTKP saja. CONTOHNYA BAGAIMANA? Misal di 2025, si A (TK/0) bekerja di perusahaan X selama 4 bulan, dan di Y selama 8 bulan, dengan total penghasilan. Di X: 30 juta Di Y: 100 juta Dari sudut pandang perusahaan: X: Penghasilan A = 30 juta, PTKP = 54 juta, penghasilan under PTKP, perusahaan tidak perlu membayar pajak. Y: Penghasilan A = 100 juta, PTKP = 54 juta, penghasilan taxable setelah dipotong PTKP = 46 juta. Perusahaan perlu membayar pajak sebesar 2.3 juta. Total pajak yang dibayarkan perusahaan untuk A = 2.3 juta. Dari sudut pandang pemerintah: Penghasilan A = 130 juta, PTKP = 54 juta. Penghasilan taxable setelah dipotong PTKP = 76 juta. A perlu membayar pajak sebesar: 60 juta * 5% + 16 juta * 15% = 5.4 juta. Total yang sudah membayarkan pajak A baru 2.3 juta. Berarti A kurang bayar 3.1 juta. Berat kan buat doi.

Indonesia
9
70
669
63.7K
Wahen
Wahen@SahamDiskon·
@txtdrrandom Maaf tanya, bukannya wave 4 tidak boleh sentuh wave 1 ya?
Indonesia
2
0
6
575
Kr
Kr@karirfess·
kalian yg freshgraduate pilih mana: 1. gaji 10 jt, atasan ga peduli, ga ngajarin, jalan sendiri 2. gaji 5 jt, atasan baik, ngebimbing dan ngajarin alasannya apa?
Indonesia
625
113
5.7K
440.5K