jiji retweetledi
jiji
7.3K posts

jiji retweetledi
jiji retweetledi

Mohon izin, saya coba bantu rapikan mind mapping-nya menjadi versi yang lebih sederhana, supaya alurnya lebih mudah dibaca 🙏

lucacadalora (e/aiccelerate.id)@lucaxyzz
Dampak Dollar ke Rupiah bagi Rakyat Desa
Indonesia
jiji retweetledi
jiji retweetledi
jiji retweetledi
jiji retweetledi
jiji retweetledi
jiji retweetledi
jiji retweetledi
jiji retweetledi
jiji retweetledi

@SistersInDanger Semua dia libas..
Ex Manager
Gal Gadot
Dan sekarang Samsung
Menyala Queen🔥 Mahhkotamu 👑👑
Indonesia

ke keluargaa itu percaya bgttt
Zaka✨@zakariamlk
lu percaya ga, neraktir temen atau keluarga itu justru mendatangkan rezeki?
Indonesia
jiji retweetledi

pairing romcom favoritku, haneul-somin definisi match each other's freak
Dita@Ditaddicted
@idontknowmeya Yg jelas dr muka sampe sebadan2 itu harus mau jelek. Apalagi muka, semua otot mukanya harus dipake. Beda deh beneran, aktor yg mau tampil jelek sm aktor yg gak mau tampil jelek kalo di romcom.
English
jiji retweetledi
jiji retweetledi
jiji retweetledi
jiji retweetledi

⚠️ WARNING VIDEO
Perk*sa bayi umur setahun, pria ini dibakar hidup2 oleh warga dan disiarkan live di sosial media, videonya dibawah.
Malam itu di Jutaí, Amazonas.
Ada ibu muda lagi taruh anak perempuannya yang baru 1 tahun 7 bulan — namanya Laylla Vitória de Assis — tidur nyenyak di perahu apung.
Bayi kecil, polos, gak sadar apa-apa. Ibu tinggal sebentar, percaya anaknya aman. Tapi tiba-tiba… hilang.
Si pelaku adalah seorang tukang es krim umur 48 tahun, Gregorio Patrício da Silva.
Dia culik bayi itu dari perahu. Bukan cuma culik. Dia perk*sa toddler tak berdaya itu.
Terus dib*nuh.
Lalu buang mayat kecilnya ke sungai Solimões, dingin, tanpa ampun.
Gak ada rasa kemanusiaan sama sekali. Pure kebrutalan.
Berita nyebar kayak api di hutan kering. CCTV nangkep momennya, polisi tangkap dia. Dia bahkan ngaku sendiri pas diinterogasi — “Iya, gue yang lakuin.”
Tapi masyarakat? Mereka gak mau nunggu pengadilan yang panjang, bertele-tele, mungkin besok-besok pelaku malah dibebasin atau cuma dipenjara doang.
Ratusan warga — termasuk ibu kandung si bayi sendiri — bergerak bareng. Mereka serbu kantor polisi.
Dorong pintu, rusuh, tarik keluar si Gregorio dari selnya.
Di jalan, mereka hajar habis-habisan. Pukul, tendang, pukul lagi pake apa aja yang ada.
Terus… siram bensin.
Bakar hidup-hidup.
Di tengah jalan.
Semua direkam live di sosmed.
Asap hitam mengepul, jeritannya terdengar, orang-orang teriak “adili!” sambil ngerekam.
Gila kan? Ini bukan cuma amarah biasa.
Ini adalah amarah komunitas yang capek liat predator anak kecil masih bisa bernapas setelah ngelakuin hal sekeji itu.
Ini cerminan kemarahan manusia yang udah meledak-ledak gara-gara sistem keadilan kadang terlalu lambat, terlalu lemah buat ngadepin kejahatan paling keji di dunia ini.
Bayi 1 tahun 7 bulan, guys.
Belum bisa jalan tegak, belum bisa ngomong “tolong”, tapi udah jadi korban nafsu binatang.
Yang bikin lebih bikin lo gak bisa tidur: si pelaku ini tukang es krim. Dia yang biasa jualan ke anak-anak di pinggir sungai.
Orang yang seharusnya bikin senyum anak kecil, malah jadi mimpi buruk terburuk.
Dan masyarakat gak peduli lagi sama “prosedur hukum”. Mereka ambil keadilan sendiri. Karena kalau nunggu pengadilan, kadang monster kayak gini malah lolos atau cuma dapat hukuman ringan.
Ibu si bayi ikut terlibat, bahkan sempat ditahan 8 bulan, tapi akhirnya dibebasin. 15 orang lain juga diadili.
Tapi di mata ribuan netizen? Mereka bilang “ini yang namanya keadilan sesungguhnya”.
Di satu sisi, vigilante justice kayak gini bikin gue merinding — karena hukum negara seharusnya yang pegang kendali.
Tapi di sisi lain… liat bayi tak berdaya dibunuh kejam, terus pelakunya dibakar hidup-hidup di depan umum… rasanya ada kepuasan aneh yang gak bisa dijelasin.
Karena kadang, monster kayak Gregorio ini emang gak pantas napas satu detik pun lagi di dunia ini.
Kasus ini bukan cuma berita gila dari Brazil.
Ini reminder buat semua kita: kejahatan terhadap anak kecil itu batas terendah kemanusiaan.
Dan kalau negara terlalu lambat, rakyat yang bakal naik pitam.

Indonesia
jiji retweetledi


















