Utovea

2.7K posts

Utovea banner
Utovea

Utovea

@zjecko

mondar mandir grapah grupuh ngaprak ngiprik grasak grusuk sigumarapus

Indonesia Katılım Şubat 2020
122 Takip Edilen67 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Utovea
Utovea@zjecko·
Memilih tidak percaya dengan propaganda, tidak terpancing dengan pengalihan issu, dan tidak tertarik dengan pencitraan.. Intinya tidak percaya dengan hal apapun dan dengan siapa pun.. Itu membuatku jauh lebih merasa nyaman, dan aman dari daya tipu “dari sudut mana pun” 😊😊
Indonesia
3
0
2
0
Utovea
Utovea@zjecko·
@abu_waras Tidak hanya bodoh Jusuf Kalla dan pembelanya dalam gangguan jiwa
Indonesia
0
0
0
10
Lambe Waras
Lambe Waras@abu_waras·
Begitu fasih, dan terlatih dalam berbicara, seakan2 narasi plintiran sebelumnya yang menyudutkan dan merusak reputasi seorang JK adalah hal biasa. Luar biasa liciknya. Proses hukum adalah jalan terbaik.
Indonesia
354
518
1.2K
77.6K
Utovea retweetledi
Lord Bebo
Lord Bebo@MyLordBebo·
🇨🇦 Crazy motorcycle crash left the cycle hanging on the traffic light… both survived.
English
1.3K
6.3K
46.4K
6.1M
Utovea retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Sampai hari ini sudah 2 minggu mereka terisolasi dalam rumah. Tembok dipasang oleh PT Anugrah Dirgantara Perkasa. Jalan Pekong Kel Polonia Kec Medan polonia. Medan.
Indonesia
109
3K
8.6K
610.9K
Utovea retweetledi
Indonesnews
Indonesnews@pendapatpribumi·
Brasil dikenal memiliki lebih dari 13 ribu favela kawasan permukiman padat yang menjadi rumah bagi sekitar 16 juta orang atau hampir 8 persen populasi negara tersebut. Favela mulai tumbuh pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, ketika para mantan budak dan pendatang dari desa datang ke kota-kota besar seperti Rio de Janeiro dan São Paulo demi mencari pekerjaan. Karena minimnya perumahan yang terjangkau, mereka membangun rumah sendiri di lereng bukit dan lahan kosong. Dari situlah favela berkembang menjadi simbol kehidupan keras masyarakat urban Brasil. Beberapa favela terkenal seperti Rocinha, Complexo do Alemão, Maré, dan Jacarezinho kini bukan hanya dikenal sebagai kawasan padat penduduk, tetapi juga pusat budaya yang membentuk identitas Brasil. Musik samba, funk carioca, seni jalanan, tarian, hingga bakat sepak bola lahir dari lingkungan ini dan memberi pengaruh besar pada budaya dunia.
Indonesia
174
431
3.5K
276.4K
Utovea retweetledi
Tawadotcom
Tawadotcom@Tawadotcom·
Useful and Creative DIY solutions.
English
477
2.2K
36.7K
6.5M
Utovea retweetledi
nona
nona@AndriAn9733·
@susipudjiastuti Tolong bantu bu daerah Halmahera ,masyarakat tdk berani berbuat apa2 karena mengadu ke siapa lagi gub maluku utara tdk mendengar ini sudah parah bu hancur bu
Indonesia
65
612
844
222.4K
gunawan wbs 🇮🇩
gunawan wbs 🇮🇩@Gunawan75_·
Seperti ini TERMUL pasti Pura-pura gak paham.. Atau Pura-pura goblok..
gunawan wbs 🇮🇩 tweet media
Indonesia
44
86
180
2K
Jhon Sitorus
Jhon Sitorus@jhonsitorus_19·
@cah_deso7777 Air keras dalam kehidupan yang keras tapi hukum lembek kepada yang keras 😆
Indonesia
1
0
2
2.6K
Jhon Sitorus
Jhon Sitorus@jhonsitorus_19·
Nobar film dokumenter dianggap KRIMINAL, nyiram AIR KERAS dianggap KENAKALAN.
Indonesia
46
9.9K
26.2K
201.1K
Utovea
Utovea@zjecko·
@indepenSumatera Makanya dukung PAPUA merdeka Seperti dukungan masyarakat indonesia ke palestine
Indonesia
0
0
6
604
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
DARURAT HAM DI PAPUA⚠️ PAPUA GAK BUTUH KEHADIRAN MILITER Situasi Terkini di provinsi Papua Tengah, Kabupaten Dogiyai. Pada hari Minggu, 10 Mei 2026, pukul 8:45 pagi, Dogiyai sekali lagi menyaksikan tragedi. TNI/POLRI membuka tembakan ke arah warga sipil di depan kantor distrik, yang mengakibatkan konsekuensi menghancurkan bagi masyarakat, terutama bagi seorang warga lokal bernama Nopison Tebai yang tewas dalam serangan oleh TNI. Kejadian mengejutkan ini menekankan kebutuhan mendesak untuk dialog dan perdamaian di wilayah ini. Kami memohon kepada semua pihak untuk tetap waspada dan mencari keadilan bagi yang terkena dampak. Dalam Kedua Video ini Video Pertama Durasi 0:37, dalam video ini,Setelah melakukan penembakan membabibuta terhadap masyarakat sipil di Dogiyai atas Nama: Nopison Tebai,yang di lakukan oleh Brimob(TNI-POLRI). Video kedua Durasi 0:10, Dalam video itu adalah korban jiwa atas Nama Nopison Tebai, iya di tembak oleh Brimob (TNI-POLRI ) di Dogiyai. Situasi ini sudah berulang kembali pada 31 maret, TNI-POLRI melakukan penyerangan terhadap masyarakat sipil di Dogiyai 📽:Situasiweadogapapua
Indonesia
46
1.1K
1.9K
60.8K
Utovea retweetledi
Indonesnews
Indonesnews@pendapatpribumi·
Seorang bocah bernama Samuelito mendadak jadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut, Samuelito terlihat santai berbaring di air saat seekor buaya tiba-tiba mendekatinya. Alih-alih panik atau menjauh, ia justru tetap tenang, seolah sudah terbiasa berada sangat dekat dengan hewan tersebut. Perekam video terdengar bercanda menanyakan apa yang sedang Samuelito lakukan di sana. Suasananya pun terdengar santai, seakan momen itu bukan hal yang asing bagi mereka. Video ini kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sebagian netizen menduga mulut buaya tersebut diikat, sementara lainnya menduga ada orang di bawah air yang mengarahkan buaya mendekati Samuelito. Meski terlihat unik dan mengundang perhatian, berada sedekat itu dengan buaya tetap sangat berbahaya karena hewan liar bisa bereaksi kapan saja.
Indonesia
23
105
706
107.9K
Utovea retweetledi
Sjafrie Sjamsoeddin
Sjafrie Sjamsoeddin@sjafriesjams·
Saya menerima kunjungan Menteri Pertahanan Jepang, H.E. Koizumi Shinjiro, dalam Defence Ministers’ Meeting RI–Jepang 2026 di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta (Senin, 4 Mei 2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Jepang di bidang pertahanan, khususnya menjelang penandatanganan Defense Cooperation Agreement (DCA) sebagai fondasi baru bagi kerja sama yang lebih konkret, operasional dan berkelanjutan.
Sjafrie Sjamsoeddin tweet mediaSjafrie Sjamsoeddin tweet mediaSjafrie Sjamsoeddin tweet mediaSjafrie Sjamsoeddin tweet media
Indonesia
5
23
121
4.8K
Utovea
Utovea@zjecko·
@indepenSumatera Akun twitter orang sumatra paling tolol di sumatra Padahal negara super power adalah utang bank luar negri tertinggi di dunia
Utovea tweet media
Indonesia
0
0
0
33
Sumatera Adil & Federal
Sumatera Adil & Federal@indepenSumatera·
Daftar warisan utang pemerintah antar presiden: 1. Sukarno : 794 miliar 2. Suharto : 551,4 Triliun 3. B.j. Habibie : 938,8 Triliun 4. Gusdur : 1.271,4 Triliun 5. Megawati : 1.298 Triliun 6. SBY : 2.608,8 Triliun 7. JOKOWI : 8.461,9 TRILIUN 8. Prabowo : hampir 10 ribu Triliun money.kompas.com/read/2026/05/0…
Sumatera Adil & Federal tweet mediaSumatera Adil & Federal tweet media
Indonesia
462
3.9K
17.4K
1.3M
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Mas Sigit @ListyoSigitP kok kurus banget sih? Hire dab, poya hoho? Mas Sigit sejak SMP teman baik saya, satu sekolah di SMP 8 Yogyakarta. Sampai sebelum jadi Kapolri geng OSIS SMP 8 yang di Jakarta rutin ketemuan, kadang di rumah saya, kadang di PIX main Bowling bareng. Setelah jadi Kapolri sengaja ngga saya temuin karena pasti sibuk dan pusing kebanyakan kerjaan. Lagian dia juga deket sama Jokowi. Ups! Kenangan menyenangkan masa SMP. Waktu itu saya Ketua Umum OSIS, mas Sigit Ketua Bidang Olahraga. Pas dewasa, mas Sigit jadi Kapolri, saya jadi temannya Kapolri. Sehat-sehat yo Ndan. Poya stres lah, Woles pabe. ---- Saya ngomong boso walikan, jape methe jogja pasti mudeng
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
370
519
2.6K
184.5K
Hamtawindu
Hamtawindu@hamtawindu·
@msaid_didu @Yusrilihza_Mhd @mohmahfudmd @JimlyAs Kami tidak rela, pajak yang telah kami bayar sia-sia untuk penggemukan kabinet makan gaji buta. Apalagi dialokasikan membeli peralatan yang mengancam dan menyerang rakyat saat memberi serta menyuarakan pendapat !.
Hamtawindu tweet media
Indonesia
2
4
24
783
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
Rakyat sudah tahu kok bhw akhirnya hanya akan seperti ini. Selamat atas kerja “baik” Prof @Yusrilihza_Mhd, Prof @mohmahfudmd, dan Prof @JimlyAs.
Radio Elshinta@RadioElshinta

Pemilihan Kapolri Tetap Wewenang Presiden, Tak Ada Rekomendasi Kementerian Lain Jakarta — Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) merekomendasikan pengangkatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) tetap menjadi wewenang presiden. DPR hanya sebagai pihak yang menyetujui atau tidak menyetujui. Komisi pun tak merekomendasikan pembentukan Kementerian Keamanan. Keberadaan usulan nomenklatur baru ini sempat menjadi tarik-menarik di internal KPRP. Dan akhirnya diputuskan tak merekomendasikan pembentukan kementerian baru. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan yang sekaligus Anggota KPRP seusai bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Selasa (5/5). “Pak Presiden menerima laporan hasil kerja Komisi. Seluruh yang disampaikan itu telah disepakati," kata Yusril. Menurutnya, Polri tetap berada di bawah presiden dan tidak dibentuk Kementerian Keamanan atau Kementerian Kepolisian. Kepolisian tetap di bawah perintah presiden. "Polri tetap langsung berada di bawah presiden,” paparnya. Selanjutnya, poin penting lain adalah memperkuat dan memperluas peran Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). KPRP juga merekomendasikan agar keputusan-keputusan Kompolnas mengikat dan harus dilaksanakan oleh Polri. Rekomendasi tersebut akan berdampak pada perubahan regulasi, khususnya revisi Undang-Undang Polri yang akan segera disusun dan diajukan ke DPR. “Nanti akan disampaikan kepada DPR sebagai amandemen UU Kepolisian yang ada sekarang. Beberapa pasal, khususnya terkait dengan kompolnas juga penempatan polisi di luar tugas tugas kepolisian, juga akan ditegaskan dalam UU,” kata dia. #PrabowoSubianto #Kapolri #ReformasiPolri #KPRP #Kompolnas @prabowo #YusrilIhzaMahendra #Polri #RevisiUUPolri #IstanaNegara #HukumIndonesia #BakomRI

Indonesia
109
99
301
16.7K
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
Dokter Tifa@DokterTifa

"Anda bisa menipu semua orang untuk sementara waktu, dan sebagian orang untuk selamanya. Namun, anda tidak bisa menipu semua orang untuk selamanya" (Abraham Lincoln) Jika ada persidangan atas Laporan Polisi anda kepada saya, pak Jokowi, anda harus datang. Tidak bisa mangkir. Kemarin-kemarin anda bisa mangkir. Tetapi untuk Laporan Polisi yang anda buat dengan nama saya, persidangan akan membuat anda HARUS HADIR sebagai saksi pelapor. Dan, atas 709 dokumen yang disita oleh POLDA dan disiapkan menjadi barang bukti, saya sudah siapkan lebih dari 2.000++ pertanyaan yang harus anda jawab secara langsung, tidak bisa diwakilkan. Dan persidangan WAJIB terbuka, sehingga 280 juta rakyat akan mendengarkan jawaban anda atas 2.000++ pertanyaan saya atas 709 dokumen itu. Dan saya pastikan, butuh sekitar 4 tahun sidang bahkan lebih untuk menyelesaikan 2.000 pertanyaan itu. Belum lagi pertanyaan saya terhadap 130 saksi yang meringankan anda. Saya sebagai tersangka, berhak untuk bertanya kepada mereka di persidangan nanti, dan mereka WAJIB menjawab semua pertanyaan saya. Setiap saksi akan saya tanya tiga hari tiga malam sampai saya puas. Saya sudah menduga siapa saja mereka: orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai teman kuliah, teman KKN, teman SD, SMP, SMA, Guru-guru, Dosen-dosen, saya sudah membuat daftar siapa saja mereka, sudah saya buat profil mereka, sudah saya investigasi mereka, dan dengan ilmu Neuroscience saya sudah bisa mengidentifikasi jawaban dan penjelasan apa yang dicangkokkan di otak mereka. Saya pastikan saya akan bikin mereka terkencing-kencing dengan ribuan cecaran pertanyaan saya, selama berhari-hari, selama bertahun-tahun. Dan pada satu titik di antara hari-hari sidang itu, KEBENARAN yang semurni-murninya, sejelas-jelasnya, seterang benderangnya, tentang Ijazah anda, juga masa lalu anda, juga siapa sebenarnya anda, akan terbuka. Jika anda tidak mencabut Laporan Polisi anda, mari kita siapkan kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan otak, dan kesehatan jiwa, untuk menjalankan persidangan, yang akan saya buat sangat panjang dan sangat lama, sangat rumit, sangat complicated, sangat menghabiskan dana negara, dan sangat membuat siapapun Lansia dengan penyakit Autoimun berat, tak akan sanggup menghadapinya. Anda menuduh saya dengan pasal bukan main-main. Pasal dengan ancaman hukuman 6 tahun, 8 tahun, 12 tahun. Artinya anda ingin menghancurleburkan, menghabisi hidup saya, itulah kekejaman dan kejahatan yang luarbiasa dilakukan oleh mantan Presiden kepada rakyatnya yang bertanya atas sebuah Dokumen Publik: Ijazah Presiden. Karena itu, dengan segenap kekuatan batin, kekuatan jiwa, kekuatan otak dan kecerdasan saya, akan saya hadapi anda di pengadilan, jika memang anda ingin pengadilan terjadi. Ingat, Laporan Polisi anda yang buat, maka, anda pak Jokowi, HARUS HADIR!

Deutsch
70
615
1.9K
12.6K
Bee Inspire
Bee Inspire@BeeInsfire·
@msaid_didu Ini bukti yng tidak bisa disangkal oleh pemerintah bahwa sampai saat ini pemerintah tidak becus mengurus negara,bahkan uang rakyat di hambur²kan rakyat terus diperas dengan pajak dan segala macam sampai zakat serta keuangan mesjid mau di olah oleh negara Uang haji aja gak jelas!
Indonesia
1
0
14
1.1K