Sabitlenmiş Tweet
jia
298 posts


@strobali @tanyarlfes Jangan lama lamaa kosyakk dan dari samping jgn dari depan, ntar matanya iritasi woy 😭😭
Indonesia

@cheleyaa @tanyarlfes Tutup salah satu mata pake tangan kak, trs pake flash, terus flashnya arahin ke mata yang satunya tapi dari samping gitu ( samping bola mata/ujung alis, bukan dari kuping )
Indonesia

@dinamamaliaa @tanyarlfes Tutup salah satu mata pake tangan kak, trs pake flash, terus flashnya arahin ke mata yang satunya tapi dari samping gitu ( samping bola mata/ujung alis, bukan dari kuping )
Indonesia

@zoroonee @tanyarlfes Ini berlaku di mata minus ga kak? Aku nyoba ga keliatan soalnya😭
Indonesia

@tanyarlfes Orang yang lagi main HP tp volumenya kaya lagi dirumah sendiri jink, mana nyengir nyengir lagi
Indonesia

@koeplak92 @creepyroom Ga mungkin warga yang ngga ada pengalaman medis bisa nanganin pertolongan pertama kasus begituan, harus nunggu pihak medis bertindak
Indonesia

@creepyroom warga kyk kurang sigap ya, darah ngucur gitu gak ada yg nolongin
auto meninggal kehabisan darah 😭
Indonesia

⚠️ WARNING ❗[sensitif & disturbing]
Video: creepy.id/2026/05/tragis…
Peristiwa tragis menggegerkan warga Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, pada Kamis (30/4/2026) sore. Seorang pria berinisial C (32), warga Desa Mukyasejati, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda motornya setelah mengalami luka serius di bagian leher.
Korban yang diketahui berprofesi sebagai buruh harian lepas itu ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat ditemukan, korban masih berada di atas kendaraannya dengan kondisi leher terluka parah dan mengeluarkan banyak darah, sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan membenarkan adanya kejadian tersebut. Polisi segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan serta penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sebelum ditemukan tak sadarkan diri, korban sempat berteriak meminta pertolongan. Dalam kondisi panik, korban diduga menyampaikan bahwa dirinya terkena benang.
Informasi tersebut diperoleh dari dua saksi di lokasi, Budianto (54) dan Ramadhan (49), yang mengaku mendengar teriakan korban sesaat sebelum akhirnya terdiam di atas sepeda motor.
“Korban sempat berteriak minta tolong. Dari keterangan saksi, korban diduga mengatakan dirinya terkena benang,” ujar IPDA Cep Wildan.
Saksi lainnya, Gugun Gunawan (36), menjadi orang pertama yang mendekati korban. Ia mendapati darah telah mengalir deras dari bagian leher korban hingga membasahi pakaian yang dikenakan.
Melihat kondisi tersebut, Gugun segera meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Korban kemudian dibawa ke RSUD Karawang oleh petugas Polsek Ciampel bersama warga. Namun nahas, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat dari Polsek Ciampel bersama personel Pamapta Polres Karawang dan Tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai keterangan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
“Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pendatanganan TKP, koordinasi dengan Tim Inafis, pemeriksaan saksi-saksi, serta pembuatan laporan resmi kejadian. Kami masih melakukan pendalaman,” jelas IPDA Cep Wildan.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat terkena benang yang melukai bagian leher saat sedang berkendara. Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa tersebut.
Pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Polisi pun menghormati keputusan tersebut, sembari tetap mengumpulkan informasi yang diperlukan.
Peristiwa ini menambah daftar insiden yang diduga dipicu oleh benang layangan di wilayah Karawang. Penggunaan benang layangan berbahan berbahaya, seperti benang gelasan, kerap menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara.
Di sejumlah lokasi, benang layangan yang melintang di jalan sering kali sulit terlihat, terutama pada sore hari atau saat kondisi cahaya menyilaukan. Hal ini meningkatkan risiko bagi pengendara, khususnya pada bagian tubuh vital seperti leher dan wajah.
Atas kejadian tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat berkendara, terutama di area terbuka yang rawan aktivitas bermain layangan. Masyarakat juga diminta untuk tidak menggunakan benang layangan berbahan berbahaya yang dapat membahayakan orang lain.
Kapolres Karawang melalui jajarannya turut menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya korban, serta berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Polisi menekankan bahwa penggunaan benang layangan secara sembarangan dapat berujung fatal dan mengancam keselamatan jiwa.

Indonesia

@KucengTerbanggg Kalo gw tergantung kondisi dianya, kalo emg hal urgent yg bikin telat ya wajar aja, tp kalo misal udah mepet jam temu tp dianya masih tiduran dikasur main HP atau ngapain yg belum siap siap, ya gue tinggal
Indonesia

@yappingfess Apaan sopir kereta kenceng banget nabrak belakang! Sopir kereta gak bener.. ini mobilnya juga sama ketauan udah gak ada yang bener kerjaan.
Indonesia

@everyymin9yu @zoroonee Bukan, beda lokasi mereka cuma terhubung ke satu kecelakaan ini
Indonesia

DILAPORKAN: Satu gerbong wanita menjadi yang paling parah pada kecelakaan antara KRL dan kereta lintas Jawa di Bekasi Timur malam ini 🥀
Bekasi berduka 💔
📸: @LisanAlGhaib

Indonesia

@rizalhim2 @txtdrbekasi Brrti 2 kejadian ya kak? 3 kereta, 2 krl 1 kajj. 1 nabrak taksi yang satunya kajj nabrak krl
Indonesia

@txtdrbekasi Taukan serame apa jam pulang kerja?? Tbtb ketabrak kereta argo yg dikenal cepet bgt lajunya, kebayang ga?? Serem bgt yaampun, semoga ngga ada korban jiwa
Indonesia

@beetlem4nia Itu bocah masih labil, baru umur belasan, mungkin salah pergaulan dan masih bisa dibina, dihukum aja bila perlu. Tpi viralkan begini berlebihan menurut gue. Kasih dia kesempatan brubah, kasian kluarganya jga.
Indonesia

pertanyaannya adalah:
- itu kebun punya siapa? kalau punya sendiri modal awal berapa? emang gak pakai modal buat berkebun?
- ikan dadak mancing dimana? gak semua desa ada sungai terdekat, okelah kalau ada sungai / danau bisa mancing. kalau gak ada? ikannya dari mana?
- banyak org di desa punya tambak, bro pikir berternak ikan gak pakai modal kah? makan ikannya darimana?
bro pikir semua desa sama kali ya.... bisa sih bisa memfasilitasi rumah dengan kebun dan tambak tapi ya tetep diawal butuh modal. buat berkebun, buat budidaya ikannya jg. gak tbtb ada ikan disitu, gak tbtb ada pohon sayur, pohon kelapa....
Indonesia























