gina

2.1K posts

gina banner
gina

gina

@ginakedd

hooh ini versi twitnya, akun lama lupa pw😓

Entrou em Ağustos 2024
55 Seguindo39 Seguidores
gina retweetou
MANTO
MANTO@KangManto123·
SETUJU BNGETT...
MANTO tweet media
Indonesia
129
4.6K
23K
194.6K
gina retweetou
f | 晨曦
f | 晨曦@masabersiapp·
“kuliah dimana aja tuh sama aja asal kita bisa perform” then how about this?
f | 晨曦 tweet media
Indonesia
71
760
9K
204.2K
gina retweetou
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Kenapa kasus seperti ini sulit naik di media? Padahal ini kasus tidak kalah pentingnya juga Nih awak test, pasti sulit naiknya
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
331
20.7K
48.1K
1.6M
gina retweetou
August
August@AnakLolina2·
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai. Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,. @DivHumas_Polri @KejaksaanRI @prabowo No viral no justice kata @mohmahfudmd Bantu RT 🙏
August tweet media
Indonesia
481
20.9K
40.1K
1.4M
gina retweetou
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47.2K
102.4K
10.7M
gina retweetou
adit surowidjojo
adit surowidjojo@dittolongdit·
“kok lu nentang amat, kritis amat si sama MBG?”
adit surowidjojo tweet media
Indonesia
280
33.6K
104.8K
1.7M
gina retweetou
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 Cuma mau ngingetin, barangkali lupa atau belum tau. LANY, The Neighbourhood, Juicy Luicy itu pelaku KS, teman-teman. Jangan tutup mata.
Indonesia
835
22.2K
96.2K
2.2M
gina retweetou
gina retweetou
🌷
🌷@JJIELRJ·
Guys ini pemerintah udah gak ngasih perhatian ke aceh, ya? 🥲 ini ada beberapa daerah yang kemaren belum terpulihkan, tapi ini udah banjir lagi. Banyak rumah tenggelam, ini gimana? Masa tiap hujan harus luntang-lantung.
Indonesia
127
19.4K
52.5K
509.1K
gina retweetou
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
Nadiem Makarim yang jelas jelas beli laptop buat anak sekolah aja masuk pidana. Ini harusnya kena juga kalau mau fair perlakuannya...
Ken Hans tweet media
Indonesia
1.3K
18.7K
56.5K
949.1K
gina retweetou
Mac Karyo
Mac Karyo@Makaryo0·
Jerome ketipu bandit franchise 38 Miliar Jadi Jerome Polin pernah kerjasama dengan sesepuh bisnis fnb buat bikin brand Menantea, Jerome fokus di konten, si partner pegang operasional dan keuangan. Si partner rutin kasih laporan keuangan dalam bentuk excel, dari data itu kondisi keuangan Menantea kelihatan profitable, Jerome ga pernah beneran cek mutasi bank, dia percaya sama data di excel. Tahun 2023, tiba2 si partner bilang kalo kondisi keuangan menanti kurang bagus dan saldo di rekening habis, Jerome ngerasa janggal karena cabang Menantea udah banyak dan rame, selain itu laporan keuangan sebelum2nya juga kelihatan baik baik aja. Ternyata uang dari pembeli hak franchise dan keuntungan Menantea dipake oknum itu buat kepentingan pribadi, total 38 miliar dana dari rekening Perusahaan dipindahkan ke rekening pribadi oknum sejak Menantea berdiri. Jerome tadinya mau bawa ini ke meja hijau, tapi belum jadi karena biaya audit forensik ternyata mahal banget (sampai Rp500 juta), prosesnya juga lama dan ga jaminan uang kembali. Jerome ga menyebut si oknum ini siapa, tapi dia orang yang sama yang nipu Alm. Babe Cabita. Si oknum juga rajin banget bikin franchise abal2 buat narik duit mitra di awal, padahal bisnisnya blm kebukti bagus.
Mac Karyo tweet mediaMac Karyo tweet media
Indonesia
608
3.2K
31K
5.5M
gina retweetou
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Normalisasi Headline berita kaya gini. Jangan ragu sebut israel penjajah! Goodjob @officialinews_
Kapten Haddock tweet media
Indonesia
82
16.4K
67.8K
518K
gina
gina@ginakedd·
@bersamarendr Start dari 605 buat tahun kemarin sepengetahuanku
Indonesia
1
0
1
37
2026lolosutbksnbt
2026lolosutbksnbt@bersamarendr·
Ada yang tau ga skor aman snbt k3 ppns
Indonesia
1
0
0
87