d'animosity

55.5K posts

d'animosity banner
d'animosity

d'animosity

@muttle9

procrastinating grumpy simpleton

Присоединился Nisan 2014
2.2K Подписки335 Подписчики
Vivid.🇮🇱
Vivid.🇮🇱@VividProwess·
The IDF is fighting radical Islam for the entire world. 🇮🇱 Raise your hand if you stand with the IDF 🖐️
English
4.5K
2.8K
16K
119.2K
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@Dara_Cega @gombang Kan ada penghematan APBN 300an T non, al dg hapus tradisi studi banding LN berjamaah..
Indonesia
0
0
0
3
DARA GADIS BORNEO
DARA GADIS BORNEO@Dara_Cega·
Kalau sumbernya dari rakyat, jangan gaya seakan itu milik pribadi. Kritik itu wajar, karena itu bukan uang pribadi Mu.
DARA GADIS BORNEO tweet media
Indonesia
663
5.3K
14.8K
187.1K
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@Piyusaja2 Tahu kurs Rp/$ terbaik pasca krismon? Rp 6500/$ atau 2,5× lebih baik dari kurs SMI yang Rp 16,000. Tahu Menkeu-nya? Jebolan ITB, BUKAN UI ! Jadi utk naikkan pertumbuhan ekonomi 60% dari 5% ke 8% harusnya gak mustahil
Indonesia
0
0
0
293
Mas P1yu🍉
Mas P1yu🍉@Piyusaja2·
Indonesia itu 25 tahun terakhir hanya tumbuh 5%. Dan 5% ini pun karena ditopang oleh konsumsi rumah tangga, dan pemerintah menambah utang habis-habisan. Seperempat abad, stuck di 5% itu saja. Ganti presiden tetap segitu-gitu saja, malah turun periode 2014-2024 (bahkan tahun pandemi dihilangkan tetap segitu2 saja angkanya). Bisa tembus 8%? Aduh. Ini tuh sungguh omon-omon indah saja. Kalau betulan gentlemen, tahun 2029 nanti, jika ekonomi Indonesia tidak tumbuh 7% (tidak usah 8% deh), malu untuk mencalonkan diri lagi. Berani janji gitu nggak? *Tere Liye, penulis novel "Teruslah Bodoh Jangan Pintar"
Mas P1yu🍉 tweet media
Indonesia
11
39
96
9.3K
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@AryHHAry Manusia tahu keberadaan photon berkat Einstein, tapi alam sudah 'tahu' sejak 530 juta tahun lalu bhw utk bisa melihat, photon harus ditangkap oleh jaringan khusus pada mata
d'animosity tweet mediad'animosity tweet media
Indonesia
1
0
0
45
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
Wow! Kebenaran yg Bikin Otak Kita Bergetar: Mata Kita Ternyata Bkn yg “Melihat” Kita semua biasanya berpikir, “Ah, mata ini yg kerja keras melihat setiap hari.” Wait.. tunggu dulu.. realitanya jauh lebih menakjubkan drpd itu. Mata kita hanyalah kurir. Ia hanya menangkap cahaya yg datang dari dunia di sekitar kita, mengubahnya menjadi sinyal listrik mentah.. sekumpulan warna, bentuk, dan bayangan tanpa arti apa pun. Lalu, jutaan sel saraf kecil langsung berlari membawa data itu ke otak kita. Di situlah keajaiban sesungguhnya terjadi. Otak kita yg luar biasa ini langsung bekerja: mendekode setiap sinyal, mengisi bagian yg hilang, mengenali wajah teman, memahami kedalaman ruangan, dan menyusun seluruh gambar yg kita anggap “kita lihat”. Itulah sebabnya ilusi optik bisa menipu kita dengan mudah, mimpi terasa begitu nyata, dan kenangan visual kita kdg berubah seiring waktu. Kita tdk benar2 melihat dunia sebagaimana adanya. Kita melihat dunia sebagaimana otak kita menafsirkannya. Yg paling gila.. adalah seluruh proses ini terjadi dlm sepersekian detik saja. Cahaya, warna, gerakan, jarak.. otak kita menganalisis semuanya secara instan untuk menciptakan “realitas” yg kita alami setiap hari. Coba deh bayangkan: saat kamu lagi melihat langit malam penuh bintang, atau wajah orang tercinta, atau bahkan layar HP ini.. itu semua adalah kreasi otakmu sendiri. Jadi lain kali kamu membuka mata dan melihat dunia di sekitarmu, ingatlah ini: Mata hanya menangkap gambar. Otak kamu yg menciptakan dunia. Kamu mmerasa “wah, selama ini saya hanya kurir cahaya” atau malah penasaran ingin tahu lebih dlm soal bgmn otak membangun realitas ini?
Shining Science@ShiningScience

👁️ The Mind-Blowing Truth About How We Really See the World Most of us think our eyes are doing all the work when we look around—but the real story is far more amazing. Your eyes are just the messengers. The real act of seeing happens deep inside your brain. When light hits your eyes, it turns into raw data—nothing but colors and shapes with no meaning. Then millions of tiny nerve cells rush this information to your brain, and that’s where the magic begins. Your brain decodes every signal, fills in missing details, recognizes faces, understands depth, and builds the entire picture you think you’re seeing. That’s why optical illusions fool us, dreams feel real, and our memories of what we “saw” can change over time. We don’t actually see the world as it is—we see the world as our brain interprets it. And the wildest part? This whole process happens in a fraction of a second. Light, color, movement, distance—your brain analyzes all of it instantly to create the reality you experience. So the next time you look around, remember this: your eyes capture the image, but your brain creates the world.

Indonesia
3
35
173
5.7K
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@AryHHAry Planck bilang matter as such does not exist, all matter originates and exists only by virtue of a force. Sama spt main catur di laptop, bidak dsb eksis krn aliran listrik, alam bisa lenyap seketika jika force yang membuatnya eksis terputus. Mirip simulasi x.com/NightSkyNow/st…
Night Sky Now@NightSkyNow

🚨 New research suggests gravity might be the glitch revealing our universe is a simulation. A groundbreaking new theory suggests gravity is not a force of nature, but a universal data-compression tool designed to optimize the computer of our reality. Physicist Melvin Vopson is challenging the very foundation of physics with a theory that redefines gravity as an informational byproduct rather than a fundamental force. Vopson suggests the universe operates like a colossal computer, and gravity is its primary method for optimizing data storage. Much like a file compression algorithm, gravity pulls matter together to reduce the complexity of the information being stored within the cosmic system. This perspective shifts our view of the cosmos from a collection of drifting masses to a highly efficient, self-optimizing data-processing machine. This concept relies on the second law of infodynamics, which posits that the universe seeks to minimize information entropy to remain computationally efficient. By clumping matter into organized structures like stars and planets, the system reduces the processing power needed to render reality. If gravity is indeed an emergent efficiency algorithm, it lends significant weight to the simulated universe hypothesis, suggesting that spacetime itself might be composed of discrete digital pixels. This fusion of digital logic and physical law offers a provocative new way to understand why our universe is structured with such mathematical precision. Source: Vopson, M. M. The second law of infodynamics and its implications for the simulated universe hypothesis. AIP Advances.

Indonesia
2
0
0
19
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
Kata “misterius” itu memang sengaja biar mengena.. persis seperti Brian Greene bilang: “great swaths of reality lie beyond our reach”. Alam semesta ini besar bgt, dan bagian terbesarnya malah yg paling gelap dan susah disentuh. Dark energy, entanglement di vacuum, horizon kosmologis.. kita hanya pegang ujung benang saja, tapi feeling-nya: ini bkn hanya “kosong”, ini hidup dan penuh rahasia. Terima kasih sdh nge-highlight dan menyambungkan ke Greene.. bikin merinding sekaligus excited. Alam semesta memang selalu menang: membuat kita merasa kecil, tapi penasaran makin besar. 🔥 Kamu sendiri percaya dark energy ini murni “mesin kosmik” dari entanglement, atau masih ada plot twist lain menurutmu? 🤔🤔
d'animosity@muttle9

@AryHHAry Saya hanya ingin highlight & kaitkan kata misterius (alinea ke 6) dg frasa Brian Greene ini : great swaths of reality lie beyond our reach

Indonesia
1
0
5
392
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@LambeSahamjja @daniel_supit PLTN gak harus thorium, wong kita punya uranium. Butuh 100,000 Ha utk solar power? Gak sulit, PLTS terapung Cirata ke-3 terbesar dunia. Lainnya lahan gersang NTT, curah hujan rendah, ideal utk PLTS, peluang income utk NTT : jualan listrik! @Gerindra @prabowo
d'animosity tweet media
Indonesia
0
0
0
58
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Prabowo lagi ngobrol santai sama jurnalis dan pengamat kedengarannya sih visioner, penuh semangat, dan optimis. Tapi kita perlu bedah lebih dalam biar lo ga kemakan omongan doang Prabowo Ngomong Banyak Tapi Mari Kita Tagih Buktinya! Soal governance dan rule of law. Prabowo bilang yang penting beresin fundamental, rule of law bagus, uang pasti masuk sendiri mau perang atau ga perang. Kedengarannya wise dan tenang. Tapi Pak, kalimat ini literally udah jadi mantra setiap presiden Indonesia sejak Reformasi 1998. Hampir tiga dekade kita denger versi yang sama. Yang kita butuh bukan filosofi lagi kita butuh timeline konkret, indikator yang terukur, dan konsekuensi jelas kalau gagal. Optimisme tanpa mekanisme akuntabilitas itu bukan kepemimpinan, itu motivasi seminar. Soal Danantara bisa narik uang kabur dari Dubai. Idenya menarik krisis Dubai Financial Center bikin uang $10 triliun harus pindah, dan Indonesia bisa jadi tujuan lewat Danantara. Tapi guys, ada fakta keras yang perlu dihadapin: Danantara baru lahir, belum punya satu pun track record investasi yang bisa diverifikasi publik, dan transparansi governance-nya masih gelap. Hedge fund dan wealth management firm kelas dunia yang kelola uang itu standar due diligence-nya brutal. Mereka ga akan naruh triliunan dolar di negara yang indeks korupsinya masih jeblok cuma karena kita punya SWF keenam terbesar di dunia. Temasek dan GIC Singapura butuh puluhan tahun buat bangun reputasi itu. Danantara baru hitungan bulan. Soal penerimaan pajak naik 30%. Ini klaim paling berani yang dilontarkan dan sayangnya dilempar tanpa konteks yang cukup. Naik 30% itu angka gede banget, tapi dari baseline berapa? Dibanding periode mana? Bulan apa? Perlu diingat bahwa penerimaan pajak Indonesia di 2024 justru miss target, dan awal 2025 sempat turun signifikan. Kalau sekarang beneran naik 30%, bagus tapi rilis datanya secara resmi ke publik dong Pak, bukan cuma dilempar di obrolan diskusi. Data bukan bahan pidato, data adalah pertanggungjawaban. Soal "bersihkan dirimu atau akan dibersihkan." Kalimatnya tegas, bertenaga, dan bikin merinding di atas kertas. Tapi faktanya KPK sekarang ada di titik terlemahnya dalam sejarah anggaran dipotong, kewenangan dibatasi, dan kasus-kasus besar yang melibatkan nama dekat kekuasaan nyaris senyap. Yang dibanggain baru pecat dua dirjen di Kementerian PU. Dua dirjen itu setetes air di lautan korupsi birokrasi Indonesia. Kalau serius mau beresin, kenapa belum ada gebrakan sistemik? Kenapa whistleblower masih rentan dikriminalisasi? Kata-kata pedas tanpa sistem yang kuat itu bukan reformasi itu pertunjukan. Soal nuklir torium dan solar 100 GW. Pertanyaan serius soal kebijakan energi jangka panjang negara dijawab dengan: "tergantung pakar, kalau bisa why not." Pak, nuklir torium itu teknologi yang bahkan negara-negara maju masih dalam tahap riset belum ada satu pun reaktor torium komersial yang beroperasi di dunia saat ini. Dan solar 100 GW butuh 100.000 hektar lahan siapa yang ngitung dampak sosialnya? Berapa warga yang harus direlokasi? Anggarannya dari mana di tengah efisiensi yang lagi diketat-ketatkan? Semua pertanyaan krusial itu ga dijawab, bahkan ga disinggung. "Why not" bukan kebijakan energi, itu jawaban anak magang. Polanya sama di semua poin: visi besar, detail kosong, deadline ga ada, akuntabilitas ga jelas. Hampir 1,5 tahun menjabat ini bukan lagi masa bulan madu atau orientasi. Rakyat udah ga butuh kalimat-kalimat yang membakar semangat. Rakyat butuh angka yang bisa dicek, progress yang bisa dirasakan, dan pemimpin yang siap ditanya keras tanpa langsung balik badan ke topik lain. Kalau emang "banyak cara lain buat hemat" dan "uang kita ada" tunjukin, bukan ceritain.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
15
85
166
8.4K
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@LambeSahamjja @daniel_supit Bahkan utk mengamati dlm jangka 3 tahun aja gak mampu. Di mana mafia migas 3 tahun lalu? Berapa T korupsi Rafael Alun, skrg ditjen pajak disapu, BC nyaris dibubarkan. Kebun sawit & tambang liar 3 tahun lalu diputihkan skrg denda $ 8,5 M
Indonesia
0
0
0
104
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@oxfara keu dibersihkan, bea cukai nyaris dibubarkan. Direksi BUMN gak bisa lagi suka2 memperkaya diri, kinerja minim bonus gaspol. Kebun sawit & tambang liar kemarin diputihkan skrg didenda $ 8,5M dsb
Indonesia
0
0
0
77
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@oxfara Apatis yang keterlaluan itu justru korupsi dijadikan alasan menolak suatu program, korupsi merata, pengadaan Quran aja dikorup? Korupsi MBG otak anak retak, aplg TANPA MBG. Penindakan korupsi serius, mafia migas yang untouchable sekian dekade buron, anaknya divonis berat. Kemen-
Indonesia
1
0
0
50
Shela ‘Oxfara’ Sundawa
Keterlibatan Rockefeller di Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Filantropi atau Ancaman Baru? Dukungan Rockefeller Foundation terhadap program MBG Indonesia sekilas terlihat seperti angin segar. Tapi, jika kita bedah dari kacamata Demografi, Kesehatan, & Korupsi, ada "red flags" yang tidak boleh kita abaikan. 🚩 Saya coba analisis beberapa aspen yg mengkhawatirkan yg muncul pada prakteknya selama ini: 1. DEMOGRAFI: Penyeragaman Pangan & Hilangnya Kedaulatan Lokal Indonesia bukan cuma soal beras. Kita punya sagu, jagung, dan ubi. Intervensi yayasan global sering kali membawa "standar nutrisi" yang kaku. • Risikonya: Erosi pola makan tradisional. Kita dipaksa mengikuti model pangan global yang justru bisa mematikan ketahanan pangan lokal di pelosok. • Dampaknya: Ketergantungan jangka panjang pada metodologi luar negeri. Apakah kita sedang membangun kemandirian atau justru ketergantungan baru? 2. KESEHATAN: Fokus pada "Plester", Bukan Akar Masalah MBG seringkali hanya jadi solusi di permukaan. Memberi makan anak tanpa memperbaiki sanitasi, ketersediaan air bersih, kemandirian dalam penyediaan pangan sehat itu sia-sia. • Logistik vs Gizi: Untuk skala jutaan anak, prakteknya selama ini makanan olahan/fortifikasi jauh lebih dipilih dalam distribusinya daripada pangan segar. Lihat saja MBG rapelan saat libur lebran atau libur sekolah yg dipaksakan tetap diberikan. • Masalah Baru: Waspada potensi peningkatan konsumsi gula/pengawet dalam paket makanan massal. Kita ingin anak sehat, bukan sekadar kenyang tapi berisiko OBESITAS/DIABETES di masa depan ⚠️ 3. KORUPSI: Rantai Pasok yang Menjadi "Lahan Basah" Birokrasi Indonesia + Proyek Logistik Raksasa = Risiko Tinggi. • Middleman: Keterlibatan pihak ketiga/yayasan internasional bisa menambah lapisan birokrasi yang sulit diaudit. • Corporate Interest: Ada kekhawatiran program ini jadi pintu masuk bagi perusahaan benih/pangan multinasional untuk menguasai pasar domestik dengan dalih "bantuan gizi". • Tanpa transparansi radikal hingga tingkat sekolah, dana MBG rawan "disunat" di tengah jalan. KESIMPULAN: Dukungan internasional memang penting, tapi jangan sampai kita menukar kedaulatan pangan dan integritas birokrasi demi "stempel" bantuan global. Pengawasan publik harus super ketat! 🧐 Gimana menurut teman2 di sini? Apakah keterlibatan lembaga asing di program nasional seperti ini murni bantuan atau ada agenda lain? ⬇️ #MakanBergiziGratis #Rockefeller #KebijakanPublik #Indonesia #Stunting rockefellerfoundation.org/news/governmen…
Indonesia
8
109
181
18.5K
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@oxfara 2. Dari fisik tipikal warga Papua mereka cukup protein hewani, tradisi bakar batu = babi. Suku Dani di gunung beternak babi, selain berburu kuskus, karbo talas, ubi jalar. Yang di pantai spt Asmat selain berburu juga dari hewan laut, karbo sagu. Gak sulit belanja lokal utk MBG
Indonesia
0
0
0
36
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@oxfara 1. Kok negara maju? India itu developing nation / emerging economy. Wow MBG sejak 1925? Pantes udah mendarat di bulan! CEO asal India banyak banget di corporate USA. Tax/GDP ratio gak beda jauh dgn RI, sementara GDP/cap 1/2 RI, artinya mereka bela2in banget MBG
d'animosity tweet mediad'animosity tweet mediad'animosity tweet mediad'animosity tweet media
Indonesia
0
0
0
29
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@unilubis Bgmn rakyat harus mengartikan 2 podcasts berlawanan ini? Klo husnudzon mgk abaikan data terkait Soros & pegang fakta kurs terbaik Rp/$ pasca krismon adalah saat menkeu alumnus ITB?
d'animosity tweet mediad'animosity tweet mediad'animosity tweet media
Indonesia
0
0
0
62
unilubis
unilubis@unilubis·
Posting foto makanan sebagai ucapan selamat Lebaran, di IG, ada akun komentar : sudah bisa party setelah disuntik Soros ya🤣 TSM ini. Terstruktur, Sistematis, Masif. Yha...yha...yha. Kalau dulu yg kritis dikomentarin kadrun or kampret. Skrng Soros. Internesyenel😃
Indonesia
61
364
1.4K
44.3K
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@AryHHAry Kalau aliran 'listrik' terganggu sekejap, atoms disintegrate, life as we know it ends. Quran menjelaskan dlm bentuk what if, artinya tidak akan terjadi krn ayat lain menjelaskan bhw alam semesta ini cyclical
d'animosity tweet media
Indonesia
1
0
0
7
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@AryHHAry Dulu kimia TPB juga sejajar bahas bentuk2 awan elektron sbg probabilitas posisi elektron2 suatu atom
d'animosity tweet media
Indonesia
2
0
1
24
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@AryHHAry Ini terbuka utk ditafsirkan apakah consciousness = ruh dlm konteks body-soul dualism
d'animosity tweet mediad'animosity tweet media
Indonesia
0
0
0
6
𝙰𝚛𝚢 𝙷𝙷
Di TPB sdh ada fisika kuantum? Hipotesis Planck itu memang bikin merinding sekaligus bikin otak kerja keras. Level pengantar saja sdh meerasa “ini beneran begini ya?”, apalagi kalau lebih dlm lagi berpikir consciousness sbg dasar segalanya. Tapi justru itu yg bikin seru: fisika modern malah balik bertanya “matter ini aslinya apa sih?”, bkn hanya “Tuhan ada tdk?”. Planck menyodorkan jawaban yg awkward untuk materialis murni, tapi somehow nyambung bgt dgn perasaan kita saat melihat alam semesta yg besar dan misterius ini. Keep going, level pengantar juga sdh cukup membuat diskusi jadi dlm. 🔥
Indonesia
2
0
0
26
Michael Tubbs
Michael Tubbs@Michael_Tubbs·
Science is embarrassing themselves with the simulation theory . Distorting reality so you can ignore physics and propose new hypothesis should be disqualifying to the field ( or those pushing this should be considered madmen ) It’s a soft deflection by those unwilling to admit their own presence in the pattern of biomimicry. Science is observation , until the observation of a greater observer is made , they somehow fail to see themselves in this pattern. I would be embarrassed if I was an atheist who had spent their lives trying to prove god doesn’t exist , only to get closer to proving he does. Quantum entanglement could be the proof that we are observed and manipulated by the greater observer. Is the universe the positively charged space , the brain of the greater observer ? The event horizons and gravitational distortion fields the eyes of the greater observer?
English
3
0
2
256
Night Sky Now
Night Sky Now@NightSkyNow·
🚨 New research suggests gravity might be the glitch revealing our universe is a simulation. A groundbreaking new theory suggests gravity is not a force of nature, but a universal data-compression tool designed to optimize the computer of our reality. Physicist Melvin Vopson is challenging the very foundation of physics with a theory that redefines gravity as an informational byproduct rather than a fundamental force. Vopson suggests the universe operates like a colossal computer, and gravity is its primary method for optimizing data storage. Much like a file compression algorithm, gravity pulls matter together to reduce the complexity of the information being stored within the cosmic system. This perspective shifts our view of the cosmos from a collection of drifting masses to a highly efficient, self-optimizing data-processing machine. This concept relies on the second law of infodynamics, which posits that the universe seeks to minimize information entropy to remain computationally efficient. By clumping matter into organized structures like stars and planets, the system reduces the processing power needed to render reality. If gravity is indeed an emergent efficiency algorithm, it lends significant weight to the simulated universe hypothesis, suggesting that spacetime itself might be composed of discrete digital pixels. This fusion of digital logic and physical law offers a provocative new way to understand why our universe is structured with such mathematical precision. Source: Vopson, M. M. The second law of infodynamics and its implications for the simulated universe hypothesis. AIP Advances.
Night Sky Now tweet media
English
38
63
219
8.8K
d'animosity
d'animosity@muttle9·
@mechnclgrl Kpd bapak mgk gak usah pakai kata 'cuma' krn bernada merendahkan, toh bapak sudah membuktikan diri sbg ortu yang sangat sukses
Indonesia
0
0
1
39
Imelda
Imelda@mechnclgrl·
Bapakku cuma pedagang alat pancing di pasar. Tangannya kasar karena tiap hari gulung senar pancing, bajunya sampe tipis karena sering keringatan di pasar. Tapi dari tangan itulah, kami tiga saudara tumbuh. Tiga anak dari pedagang pasar bisa sampai kuliah tinggi S1, bahkan S2 di kampus PTN yang bagus. Kami dapat beasiswa prestasi. Kata bapak pantang dapat beasiswa kurang mampu, karena bapak masih sanggup pun kuliahin S1 kalau ga dapat beasiswa. Banyak orang bilang, “Wah enak ya bapakmu, ga perlu keluar biaya buat kuliah anak-anaknya.” Setiap dengar itu, aku cuma senyum aja hihi. Seneng dikid. Karena menurutku, bukan bapakku yang beruntung punya anak yang kuliah dengan beasiswa. Justru kami yang beruntung. Kami yang dapat privilege paling besar krn dari kecil ngelihat langsung gmn bapak kerja keras. Rezeki dan ilmu itu dijemput bukan ditunggu, berusaha sejak pagi buta saat orang lain masih tertidur. Bahwa lelah itu biasa. Bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah nasib. Sesulit apa pun keadaan keluarga kami, orang tua kami ga pernah menawar pendidikan. Dan pendidikanlah yang jadi titik balik keluarga kami. Menurutku bukan karena kami lebih pintar dari orang lain, tapi karena kami tumbuh dengan kerja keras, ketekunan, dan KEYAKINAN bahwa mimpi itu layak dan HARUS diperjuangkan. Bahwa GADA sesuatu yang ga mungkin, dan GADA kesuksesan yang MUDAH. Hari ini, kalau ada yang bertanya siapa yang paling berjasa, jawabanku tetap sama: Bukan kami yang hebat karena berhasil sekolah tinggi. Tapi bapaklah yang hebat. Mampirlah yang di Bekasi ke toko bapakku biar rame dia seneng😍😋 Tapi adikku belum lulus kuliah, masih semester 8 di unchdeeep. Doain semoga lancar yah🤍
Imelda tweet media
Indonesia
390
4.9K
28.5K
878.6K