tto/ fat biseinen 🇵🇸
55.1K posts

tto/ fat biseinen 🇵🇸
@07TO_
Chapter 30: epicene | Androgynous man | Rant, Memes, Anime, Video games and some occasional emo/angsty shenanigans

Wallahi we're finished, yg ngomong sekelas Menteri. #IkanBusukDariKepala



Forest loss in Indonesia surged by 66% in 2025, hitting its highest rate in eight years as a result of weak environmental protections and an ambitious food and energy self-sufficiency drive, an environmental group said reut.rs/4v1KCpB

Dua orang wanita asal Desa Ketara, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah kini berurusan dengan pihak kepolisian setelah mengunggah video menu MBG yang ada belatungnya di media sosial. Selasa siang, 31 Maret 2026 keduannya diperiksa penyidik Polres Lombok Tengah. Mereka dilaporkan oleh pihak SPPG. Bukannya memperbaiki kualitas... Eee...malah main lapor....

hah awkarin hamil???? ratu kuda badass punya bayi😭


Kejaksaan Agung menilai ada dugaan mark up anggaran dana desa yang dilakukan videografer Amsal Sitepu ~RS

@NOTASLIMBOY Bahkan Anis dan Ganjar pun bkal SM...tp mungkin mafia bnyak yg suka KLO merke JD. KRNA TK SE tegas wowo


@amouraXexa Dan kalo gua di posisi itu (jangan sampe Ya Allah) memutus tali silaturrahmi adalah opsi yang masuk akal dan jalan terbaik buat si orangtua dan anak, biarin orangtua yang nanggung dosanya karena mutus tali silaturrahmi.


Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga. "Kalau anak kita nanti gay, gimana??" Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat." Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota München yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini. Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku. Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu?? Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya. Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?" Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."


can’t believe women fought to work











