pintorpapichulo

25.5K posts

pintorpapichulo banner
pintorpapichulo

pintorpapichulo

@AlamPintor

to live is to die

Bogor Timur, Indonesia เข้าร่วม Kasım 2023
799 กำลังติดตาม955 ผู้ติดตาม
pintorpapichulo รีทวีตแล้ว
Hyde
Hyde@nurmannurakhmad·
Catatan Seorang Mantan Mualaf: Dari Kekaguman Menuju Jarak Kritis Ketika membuka kembali buku catatan lama, aku seperti sedang menatap seseorang yang pernah kukenal, tetapi kini terasa asing. Tulisan tangan itu adalah milikku sendiri, namun cara berpikir yang tercermin di dalamnya berasal dari dunia yang berbeda. Di sana aku menulis tentang sebuah ayat yang kuanggap sangat indah. Aku membandingkannya dengan Bible dan Sutra, lalu menyimpulkan bahwa ajaran Islam lebih luhur. Aku juga mengeluhkan banyak Muslim yang tidak mempraktikkan nilai-nilai yang mereka yakini. Pada saat itu aku masih seorang mualaf yang memandang Islam dengan mata penuh kekaguman. Hari ini, setelah sekian tahun mengambil jarak dari agama dan berbagai dogmanya, aku membaca catatan itu dengan perasaan yang campur aduk: ada simpati terhadap diriku yang dulu, tetapi juga ada kesadaran bahwa aku sedang melihat cara berpikir yang SANGAT SUBJEKTIF. Yang pertama kusadari adalah bahwa aku tidak sedang melakukan analisis, melainkan SEDANG MELAKUKAN PEMBELAAN. Aku sudah lebih dahulu menerima kesimpulan bahwa Islam adalah KEBENARAN, LALU MENCARI alasan-alasan yang MENDUKUNG kesimpulan tersebut. Ketika aku menulis bahwa suatu ayat (Lana a'maluna wa lakum a'malukum) "lebih indah" daripada ayat dalam Bible atau Sutra, aku sebenarnya TIDAK sedang MEMBANDINGKAN secara OBJEKTIF. Aku hanya mengungkapkan PREFERENSI yang lahir dari KETERIKATAN EMOSIONAL terhadap identitas baru yang saat itu aku anut. Kini aku memahami bahwa keindahan adalah pengalaman manusia yang sangat kontekstual. Seorang Muslim dapat menemukan kedalaman spiritual dalam Al-Qur'an. Seorang Kristen dapat menemukan hal yang sama dalam Injil. Seorang Buddhis dapat menemukannya dalam Sutra. Bahkan seorang ateis dapat menemukan pengalaman yang serupa dalam puisi, musik, atau filsafat. TIDAK ADA instrumen yang MAMPU MENGUKUR secara ilmiah bahwa satu teks suci LEBIH INDAH daripada teks suci lainnya. Yang kedua, aku melihat bagaimana keyakinan sering kali membentuk cara membaca dunia. Saat menjadi mualaf, aku cenderung memisahkan agama dari para penganutnya. Ketika melihat perilaku buruk umat, aku mengatakan bahwa yang salah ADALAH manusianya, BUKAN agamanya. Argumen ini memang memiliki logika tertentu, tetapi aku KINI MENYADARI bahwa argumen tersebut hampir selalu dapat digunakan untuk membela sistem kepercayaan apa pun. SETIAP AGAMA DAPAT mengklaim bahwa ajarannya sempurna dan kegagalan hanya terletak pada para pengikutnya. Masalahnya, sebuah ajaran tidak pernah hidup di ruang hampa. Ia hidup melalui manusia. Jika selama berabad-abad sebuah ajaran TERUS-MENERUS MENGHASILKAN KONTRADIKSI yang sama antara ideal dan praktik, maka hubungan antara keduanya LAYAK DIPERTANYAKAN. Bukan untuk menyalahkan agama secara otomatis, tetapi juga TIDAK CUKUP dengan MENYALAHKAN manusia semata. Namun ada satu bagian dalam catatan itu yang hingga hari ini masih kuanggap bernilai: gagasan bahwa pendidikan dan kekayaan tidak identik dengan peradaban. Waktu telah membuktikan betapa benarnya pengamatan tersebut. Kita melihat pejabat bergelar doktor yang korup. Kita melihat akademisi yang cerdas tetapi tidak memiliki empati. Kita melihat orang kaya yang mengukur segala sesuatu dengan uang. Gelar akademik dapat memperluas pengetahuan, tetapi tidak otomatis memperdalam karakter. Ironisnya, justru bagian inilah yang tidak bergantung pada agama tertentu. Ia dapat diterima oleh Muslim, Kristen, Buddhis, Hindu, maupun ateis. Nilainya bersifat lebih universal dibandingkan klaim bahwa satu kitab lebih unggul daripada kitab yang lain. Mungkin di situlah perbedaan terbesar antara diriku yang dahulu dan yang sekarang. Dulu versi aku yang pra-dewasa MENCARI KEBENARAN dengan bertanya: "Agama mana yang paling benar?" Sekarang aku lebih tertarik bertanya: "Bagaimana manusia dapat hidup lebih jujur, lebih rasional, dan lebih beradab?" DULU aku MELIHAT DUNIA MELALUI LENSA identitas keagamaan. SEKARANG aku lebih sering melihat AGAMA sebagai SALAH SATU PRODUK KEBUDAYAAN manusia, sejajar dengan filsafat, sastra, seni, dan berbagai upaya lain untuk memberi makna pada keberadaan. Aku tidak menertawakan diriku yang dahulu. Aku memahami mengapa dulu aku berpikir seperti itu. Setiap manusia adalah anak dari fase-fase yang pernah ia lalui. Catatan lama itu adalah jejak perjalanan intelektual yang nyata. Ia mengingatkan bahwa keyakinan dapat memberi rasa aman, tetapi juga dapat membatasi sudut pandang. Dan bahwa kebebasan berpikir bukanlah keadaan yang dicapai sekali untuk selamanya, melainkan proses panjang untuk terus BERANI MEMPERTANYAKAN hal-hal YANG sebelumnya DIANGGAP PASTI. Membaca kembali catatan itu, aku tidak melihat kesalahan seorang individu. Aku melihat potret universal manusia: makhluk yang selalu berusaha mencari makna, lalu perlahan belajar bahwa pencarian itu sering kali lebih penting daripada jawaban yang ditemukan.
Hyde tweet media
Indonesia
6
4
18
467
ANII
ANII@Anna_xb2·
answer honestly!! 😂
ANII tweet media
English
2.5K
419
8.6K
3M
ultramom
ultramom@Bubaks___·
@AlamPintor @savvy_trader2 Aslik 🤣 Dari dulu juga gini, tar SMP SMA kalo anaknya udah gede bisa ngertiin Anaknya kuliah, ENTAR DULU NAPAS MASIH SENIN-KAMIS SEMESTER 3 UKT NAIK ISTIPAAAAAR LAILAHAILAHALILLALAHHHHHH ISTIPAAAAAR 🤣
Indonesia
1
0
0
13
Claudia 🐷
Claudia 🐷@pikakukeko·
gabole nangis, orang taunya aku preman
Indonesia
2
0
0
70
pintorpapichulo
pintorpapichulo@AlamPintor·
@eleanorr234 Urang nu nyieun tapi pan kemarin teh kamu yg pasang barengan sama bestie yu yg comel tea,ulah amnesia atuh ish..wkwkwk
Indonesia
0
0
0
16
Nóra
Nóra@eleanorr234·
@AlamPintor Eta spanduk maneh nu nyieun nya
Indonesia
1
0
0
76
pintorpapichulo
pintorpapichulo@AlamPintor·
@Bubaks___ Bikin acara dongggg... Jangan mau nikah KUA tok Buat nunjukin dia tuh serius dan menghargai dirimu..enak aja nikah sama Ratu Pantai selatan koq mau gratisan
Indonesia
0
0
0
6
ultramom
ultramom@Bubaks___·
@AlamPintor Jadi mamak mu ini harus gimana nanti kalo mau nikah lagi
Indonesia
2
0
0
44
umbilicious
umbilicious@oscartotango·
@AlamPintor cakep jg ya full face gitu. kadang pengen cm kan w pake ojol masa penumpangnya helemnya lebi keren 😭
Indonesia
1
0
0
12
umbilicious
umbilicious@oscartotango·
@AlamPintor itu helem yg bisa ngobrol halo2 tanpa harus noleh dan tereak gak si kak?
Indonesia
1
0
0
23
pintorpapichulo
pintorpapichulo@AlamPintor·
@_pandangsudut Tukang siomay cabang turkiye belah wetan itu minn..ora danta kata orang bekasi mah
Indonesia
1
0
1
20
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
Simkuring teu ngartos didinya ngomong naon
Indonesia
2
0
0
104
#KelanaRasa
#KelanaRasa@arieparikesit·
Di Minahasa namanya balapis Di tempatmu apa?
#KelanaRasa tweet media
Indonesia
20
1
20
1.1K
Dunia makan
Dunia makan@plengermaksimal·
Es durian vs es alpukat? 
Tim durian = orang yang suka yang bau kuat & mewah
Tim alpukat = orang yang suka yang creamy & manis 
Mana yang lo pilih pas musim buah?
Dunia makan tweet mediaDunia makan tweet media
Indonesia
15
3
21
1.3K