hokmfs! Ga ada roamer bukan halangan
Awalnya gw udh skeptis ni game bakal kalah, tapi gw fokus objektif, jarang war, mainin lane. Ya untungnya daji dan mozinya main, walaupun ga ada yg beli item roam 😔
@RedcardHell@gilabola_ina karna itu bagi dia, klo ditanya ke tim spanyol ya bukan terburuk. klo ditanya ke tim indonesia ya gk tau orang gk berpartisipasi
Yang masih sering pake istilah:
ARSENAL jadi ARSENDAL
Man Utd jadi Munyuk
Liverpool jadi Loserpool
Man City jadi SiTikus
Barcelon jadi Bancilona
Kayaknya lebaran lo masih 1432 H.
Banyak duit koq mara mara.
Biasanya beberapa yg gue ketemu mara mara di sosmed sih ya gitu deh. Ada yg ditransfer 200k aja makasihnya udah kek apaan tau
🗣️ Arne Slot pasca kekalahan melawan Brighton.
“Selalu ada tekanan di Liverpool. Untuk saya, untuk para pemain. Itu hal yang sepenuhnya normal.”
“Kami telah lolos ke perempat final FA Cup dan UEFA Champions League, tetapi di liga kami harus memastikan bahwa pada akhirnya kami bisa lolos ke Liga Champions.”
“Saya bisa memberi tahu kenapa kami sudah kalah 10 kali: kebobolan di menit-menit akhir, dan hari ini merangkum semuanya dengan situasi cedera yang kami alami.”
“Bukan tugas saya untuk mencari alasan, tugas saya adalah mencari solusi, dan itulah yang saya coba lakukan hari ini. Itu cukup berjalan baik di 45 menit pertama.”
“Jelas bahwa kami kehilangan banyak poin setelah bermain di kompetisi Eropa.”
“Saya sudah sering mencoba menjelaskan alasannya, tetapi hari ini kami juga harus memberi kredit kepada Brighton & Hove Albion. Di babak kedua, mereka adalah tim yang lebih baik di lapangan.”
😭😭😭😭
@boxboxnow emang topiknya itu ya bang awalnya? gua kira topik awalnya adalah jgn normalisasi barang KW.
butuh doksli awal gua, takut gk relate ama yv dibahas.
klo pernyataan awal adalah jgn normalisasi barsng kw gua ttp dukung hal itu.
@LambeSahamjja karna si wowo udh paham bahwa isinya orang orangan dia itu di legislatif, wkwkw njir pelajaran PPKn dulu soal eksekutif, legislatif, yudikatif kayak udh gk kepake ya skrg skrg ini wkwkw
Guys Feri Amsari baru saja bilang sesuatu yang perlu lebih banyak orang Indonesia dengar soal Board of Peace.
Dan ini bukan soal perasaan pro Palestina atau pro Amerika.
Ini soal hukum yang sangat konkret.
Indonesia join Board of Peace tanpa persetujuan DPR.
Pasal 11 Undang-Undang Dasar sudah sangat jelas. Presiden mau buat perjanjian soal perang, perdamaian, atau perjanjian internasional apapun harus minta persetujuan DPR dulu sebelum pergi.
Dan setelah pulang — harus diratifikasi DPR dalam bentuk undang-undang.
Dua-duanya tidak dilakukan.
DPR mengaku masih reses.
Sementara Presiden sudah tanda tangan.
Sudah komitmen kirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza. Dan belum ada penjelasan yang jelas soal apa manfaatnya bagi Indonesia.
Feri bilang ini bukan pertama kali.
Hari pertama kabinet dilantik saja Seskab Teddy dilantik tanpa berhenti dari TNI aktif.
Padahal undang-undang TNI tidak mencantumkan sekretaris kabinet sebagai jabatan sipil yang boleh diisi TNI aktif.
Hari pertama sudah langgar undang-undang.
Jadi ini bukan anomali.
Ini pola.
Dan soal 8.000 prajurit yang mau dikirim ini yang paling gw catat dari Feri.
Palestina sendiri sudah bilang jangan kirim pasukan. Tapi Indonesia tetap jalan. Untuk apa? Feri khawatir prajurit kita dijadikan pasukan darat tameng kepentingan Amerika dan Israel sementara perangnya sendiri sudah pakai drone dan teknologi. Yang kena duluan justru manusia di lapangan.
Dan biayanya pakai uang siapa? Nyawanya milik siapa?
Soal argumen ekonomi yang sering dipakai untuk membela keputusan join BOP bahwa kita bisa dapat tarif 0 persen dari Amerika Feri kasih konteks yang menarik.
Mahkamah Agung Amerika sendiri sudah putuskan bahwa Trump tidak boleh tentukan tarif dagang tanpa persetujuan Senat. Artinya tarif yang dijanjikan itu fondasinya sudah digugurkan pengadilan tertinggi Amerika. Dan Trump tetap jalan seenaknya.
Jadi kita berikan konstitusi kita untuk perjanjian dengan orang yang pengadilannya sendiri bilang dia tidak berwenang buat perjanjian itu.
Feri simpulkan dengan satu kalimat yang gw rasa paling jujur.
Ini adalah hari yang gelap untuk konstitusi bangsa ini.
Bukan karena Indonesia tidak boleh punya kepentingan ekonomi. Bukan karena bergaul dengan Amerika itu salah. Tapi karena ketika Presiden sendiri tidak patuh pada konstitusinya dan tidak ada yang bisa mengawasi karena DPR koalisinya satu suara yang hilang bukan cuma prosedur.
Yang hilang adalah jaminan bahwa keputusan sebesar ini yang menyangkut nyawa prajurit dan posisi Indonesia di dunia diambil dengan akuntabilitas yang seharusnya.
🇸🇳🎙️Idrissa Gana Gueye via Instagram Story setelah Senegal dipastikan kalah WO di Final AFCON 2025:
“Gelar, trofi, medali… semua itu hanya sementara. Yang benar-benar penting adalah setiap suporter bisa pulang ke rumah dan kembali ke keluarganya.
Rakyat Senegal telah menunjukkan siapa mereka: bermartabat dalam kemenangan, bermartabat dalam ujian. Itulah Teranga.
Kami tahu apa yang kami alami malam itu di Rabat. Dan itu, tidak akan pernah bisa diambil dari kami, insyaAllah.”
Kebanyakan warga yg mohon maaf literasi keuangannya kurang bagus ngiranya ngitung bunga dg perhitungan persen biasa
Bukan anuitas
Bahkan aku pernah ketemu sales property yg prospek konsumen pake itungan biaya dan bunga biasa bukan model anuitas. Jadi seakan mengecoh.
Pas deal kpr bayak yg baru sadar tengah jalan.
Blm lagi fakta dari bunga floating