
basith hamid
1.7K posts



#PICTURES: Crown Prince Mohammed bin Salman performs Eid Al-Fitr prayer at the Grand Mosque in Makkah


Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi. Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya. Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat. Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya. Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari. “Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar. Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103). Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah. Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak. Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya. Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5). Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan. Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam. Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya. Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia. Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya. Sumber: muhammadiyah.or.id/2025/06/haedar… #SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah


JUST IN: China has stopped exporting fertilizers, and concerning developments have finally begun. This time it involves compound fertilizers made of nitrogen and potassium. However, Japan relies on imports from China to secure about 75% of its ammonium phosphate needs and 25% of its urea needs. If this source is cut off, Japanese agriculture will suffer a severe blow, and the population may find it difficult to meet its basic needs.




Kasih alasan terbaik kalian untuk menghindari kasih THR ke bocil

Sudah genap 30, tidak mungkin ditambah lagi. Iziiinnn duluaaann...


@Batigoltaeng Diterima dengan lapang hati Gerhana total mulai 18:03 WIB Maghrib di Jakarta 18:13 WIB Fase awal totalitas masih sebelum maghrib (puasa hari 13) jadwalsholat.nu.or.id

GERHANA, PURNAMA DAN AKURASI AWAL RAMADHAN Hari ini, 3 Maret 2026, kita akan menyaksikan gerhana bulan total seperti yang diumumkan BMKG melalui siaran pers kemarin. bmkg.go.id Gerhana bulan hanya terjadi saat bulan purnama, yang secara astronomis menandai pertengahan bulan lunar (sekitar hari ke-14 atau 15). timeanddate.com Ini membuktikan akurasi penentuan awal Ramadhan oleh @muhammadiyah, yang menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026—membuat hari ini tepat jatuh pada 14 Ramadhan, pas dengan momen purnama. muhammadiyah.or.id Sementara versi pemerintah yang mulai 19 Februari 2026 menjadikan hari ini baru 13 Ramadhan dki.kemenag.go.id —padahal purnama tak pernah jatuh di hari ke-13 bulan Hijriah, karena siklus bulan lunar rata-rata 29,5 hari memastikan purnama di pertengahan. Terima kasih @infoBMKG atas info gerhananya, dan @muhammadiyah atas hisab astronomi yang presisi! #GerhanaBulan #Ramadhan1447H


💚 coming soon kumpul keluarga besar, pihak keluarga kaya asik haha hihi di ruang tengah sedangkan pihak keluarga miskin nyuci piring di belakang. belum lagi dengan entengnya nanya kapan nikah, kapan kerja, gaji berapa, kapan isi, kapan kapan kapan kapan 😭

This country isn’t real man 😭





Unfortunate but absolutely true


Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan: Iran mengklaim sebagai pembela Islam sementara menyerang negara-negara Muslim. Iran mendukung Hizbullah, membunuh warga Suriah, dan mendukung Pasukan Mobilisasi Rakyat dan milisi Houtsi. Iran menyerang Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, Yordania, Azerbaijan, Turki, Lebanon, dan negara-negara lainnya. Iran bersembunyi di balik slogan dan menggunakan alat semata-mata untuk kepentingannya sendiri.




Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali (tiga mazhab selain Syafi'i) berpendapat: Cukup hilal terlihat di satu tempat saja di dunia, maka seluruh umat Islam di mana pun wajib ikut mulai/akhiri puasa atau Idulfitri. Satu rukyat (penglihatan hilal) berlaku global untuk semua Muslim, tidak peduli jauh atau dekat. Ini pendapat mayoritas dan yang lebih kuat di mazhab-mazhab itu. Mazhab Syafi'i beda: Harus rukyat lokal. Hilal terlihat di satu daerah hanya mengikat daerah itu dan sekitarnya (misalnya radius ±120 km). Daerah yang jauh boleh rukyat sendiri, tidak wajib ikut. Angka 120 km didapat dari kemampuan penyebaran informasi yang dibawa kuda dan penunggangnya. Sedangkan fakta hari ini sudah ada internet real time.











