@sxtiawan Bahkan sekarang gaji gua udah up to 20 jt pengeluaran guaa ga jauh bertambah kost jadi 1 jt biar make AC dan KM dalam. Makan jadi 2 jt. Hiburan dan paket data max 1 jt. Ini gua udah ngetasa hidup gua mewah dan cukup bahagia itun masih 4 jt. Lu orang 1 bulan 5,3 ngapain aja bro?
Media arus utama? Terlambat.
@Narasi_winda? Selangkah lebih cepat.
*****
Dunia bergerak cepat. Tapi informasi penting sering datang terlambat.
Sementara perhatian publik disita oleh isu-isu permukaan, ada peristiwa besar yang terjadi di balik layar—di bidang ekonomi, geopolitik, dan pasar global.
Media arus utama? Sibuk mengejar rating.
@Narasi_winda? Fokus menghubungkan titik-titik sebelum semuanya meledak.
Kami hadir bukan untuk mengejar sensasi, tapi memberi Anda keunggulan informasi.
Peringatan dini, pembaruan tajam, dan analisis yang membuat Anda selangkah di depan.
Jika Anda ingin tahu lebih dulu,
dan siap saat yang lain baru mulai bertanya...
Ikuti @Narasi_winda.
Informasi sebelum jadi berita.
Siapa Musuh Rakyat Iran Sebenarnya?
Selama 11 hari perang, serangan Israel menewaskan 639 orang di Iran. Sebuah angka tragis—dan sepertiga di antaranya, menurut kelompok hak asasi manusia, adalah warga sipil.
Tapi mari kita bandingkan.
Dalam hanya tiga hari protes damai pada November 2019, rezim Iran sendiri membantai setidaknya 1.500 warganya. Beberapa laporan independen menyebut jumlah korban mencapai 7.500 jiwa. Tidak ada perang. Tidak ada invasi asing. Hanya rakyat yang turun ke jalan, dan negara mereka sendiri yang mengangkat senjata.
Angka-angka ini bukan hanya statistik. Mereka adalah bukti.
Bukti bahwa para ayatollah jauh lebih brutal terhadap rakyat mereka sendiri dibanding musuh luar mana pun.
Israel mungkin dianggap musuh oleh propaganda resmi, tapi fakta di lapangan menunjukkan siapa yang sebenarnya paling banyak menumpahkan darah warga Iran: rezim itu sendiri.
Jangan salah arah. Jangan biarkan nasionalisme buta menutupi realitas.
Musuh terbesar rakyat Iran bukan di luar perbatasan—tapi duduk di tampuk kekuasaan.
@Narasi_winda Sampean yang goblok
Kalo pesawat nyerang melanggar wilayah udara orang, belum sampai tujuan udh ditembak yang pro
Kalo roket kan ngga bisa blok..
Dan minim resiko.. Ngga perlu pangkalan udara.. Sekali di bom Sekutu habis pangkalannnya
⚫ Kenapa Angkatan Udara Iran diam saja saat Israel menyerang?
Jawabannya bukan sekadar pesawat tua. Ini soal ketakutan rezim Islam terhadap tentaranya sendiri.
Ironis, bukan? Negara yang tiap minggu teriak “Hancurkan Israel!” malah tiarap saat dihantam. Angkatan Udara Iran memang lemah—bukan selain tak mampu, tapi juga karena disabotase dari dalam negeri sendiri. Pesawat-pesawatnya usang bukan karena Iran miskin, tapi karena rezim tidak mau Angkatan Udara mereka kuat.
Jadi begini... karena AU Iran adalah bagian dari militer reguler, bukan milik Garda Revolusi atau sayap ideologis. Artinya: mereka bukan anak emas Republik Islam. Para jenderal dan pilotnya dianggap terlalu nasionalis, terlalu profesional, dan terlalu berbahaya jika suatu hari mereka berpaling dari rezim.
Mereka takut AU jadi senjata makan tuan. Maka anggarannya dikeringkan, teknologinya dibekukan, pilotnya diasingkan.
Hasilnya: pesawat tua, suku cadang dari zaman Shah, dan angkatan udara yang lebih cocok jadi museum militer.
Jadi rezim bermain aman: tak memperkuat AU, tapi habiskan dana untuk rudal—alat perang yang bisa dikendalikan bukan manusia yang bisa berpikir sendiri.
Inilah paranoia otoriter: takut pada militernya sendiri, rela jadi bulan-bulanan dari luar demi mempertahankan kekuasaan di dalam.
Selamat datang di Republik Ketakutan: di mana loyalitas lebih mahal dari pertahanan, dan paranoia lebih berbahaya dari musuh mana pun.