Coach Indra Shabri

16.7K posts

Coach Indra Shabri banner
Coach Indra Shabri

Coach Indra Shabri

@DgSabe

cuma ngetwit pas lg pengen ngomong tp ga ada temennya. Bola,Politik,Curhat

เข้าร่วม Temmuz 2010
572 กำลังติดตาม347 ผู้ติดตาม
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
United Focus Indonesia
United Focus Indonesia@utdfocusid·
Karena MU abis menang, dan hari ini gue full senyum, gue mau bagi-bagi THR giveaway image IPhone 13 Pro 256gb buat salah satu dari lo yang ngeliat postingan ini, syaratnya cuma komen dan retweet aja, tambahin like juga boleh, gue umumin pemenangnya besok malam. Semoga beruntung ❤️
United Focus Indonesia tweet media
Indonesia
11.5K
9.7K
15.4K
1M
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
Komentator dr Swiss Stefan Renna nggak sudi mengomentari aksi atlet Israel di nomor two-man bobsled race Winter Olympics 2026. Renna malah menceritakan kpd penontonnya bahwa Adam Edelman adl zionis sejati, pendukung genosida pd rakyat Palestina, orang yg menghina2 gerakan pembebasan Palestina. Renna juga mempertanyakan knp atlet model Edelman ini bisa2nya diizinkan tampil di Olimpiade.
Dr. Simon Goddek@goddek

🇮🇱🇨🇭 This Swiss commentator has balls of steel. While the Israeli bobsleigh team was racing, he kept reminding viewers of the war crimes the pilot has openly supported. Absolute legend!

Indonesia
47
2.5K
8.5K
264.6K
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
Dr. Simon Goddek
Dr. Simon Goddek@goddek·
🇮🇱🇨🇭 This Swiss commentator has balls of steel. While the Israeli bobsleigh team was racing, he kept reminding viewers of the war crimes the pilot has openly supported. Absolute legend!
English
2K
37.2K
218.6K
8.1M
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
Jorgiana Au.
Jorgiana Au.@jorgianaaa·
Dari segala banyak opini yang berseliweran, kita sering lupa satu hal penting: Laras adalah warga biasa seperti kita, yang marah ketika melihat polisi MEMBUNUH Affan. Maka mendukung Laras adalah sikap keberpihakan yang penting bahwa negara GAK BOLEH BUNUH warga serampangan.
Jorgiana Au. tweet mediaJorgiana Au. tweet mediaJorgiana Au. tweet mediaJorgiana Au. tweet media
Indonesia
171
22.9K
46.3K
1.4M
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini. Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur. Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh. Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras. Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56. Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi. Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang. Ironinya adalah pada sistem logistik kita. Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil. Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat. Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi. Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala. Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak. Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer. Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil. Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan. Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan. #ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
ET Hadi Saputra 🍉🦉🇮🇩🏴‍☠️ tweet media
Cilandak, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
228
4.1K
6.7K
644.1K
Kriss
Kriss@Nufc_Harlo·
Guess the Legend Level: HARD
Kriss tweet media
English
3.6K
200
5.8K
700.4K
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
Yuk Berisik
Yuk Berisik@sharpandshark·
Siapa ini wartawannya, sangat nonjok sekali pertanyaannya di muka parcok ini. Personil aparat Polri gagal di institusi negara ini dan hanya cergep utk Jokowi dan para mafia. Narasi terus #1312ACAB @prabowo kau ganti tuh ternak kapolri SIGIT, ganti org kompeten.
Indonesia
295
11.3K
30.1K
481K
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
Fight Central
Fight Central@FightCentralFC·
Malaysian MMA champ knocks out security guard😬
English
801
3.9K
37K
4.1M
Coach Indra Shabri
Coach Indra Shabri@DgSabe·
Kementrian paling sering di Demo dalam 100 hari kerja Presiden @prabowo . tapi demo kali ini bukan "sandiwara" #bayartukindosenkemdiktisaintek #tukinforall #dosenbukansapiperah @tukin_dosenASN
Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek@tukin_dosenASN

Ketika dosen turun ke jalan, itu memperlihatkan betapa menyedihkannya kualitas (pendidikan) moral para pejabat yang sudah mengesampingkan hak kami selama 5 tahun ini. Lebih dari 500 dosen ASN @Kemdiktisaintek turun ke jalan menuntut haknya. Tuntutan ini ditujukan kepada bapak presiden @prabowo untuk mendengarkan aspirasi, bagaimana selama ini kesejahteraan dosen diperlakukan sangat jauh dibawah standar #bayartukindosenkemdiktisaintek #tukinforall #dosenbukansapiperah

Indonesia
0
0
0
132
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
Pejuang Tukin Dosen ASN Kemendiktisaintek
Ketika dosen turun ke jalan, itu memperlihatkan betapa menyedihkannya kualitas (pendidikan) moral para pejabat yang sudah mengesampingkan hak kami selama 5 tahun ini. Lebih dari 500 dosen ASN @Kemdiktisaintek turun ke jalan menuntut haknya. Tuntutan ini ditujukan kepada bapak presiden @prabowo untuk mendengarkan aspirasi, bagaimana selama ini kesejahteraan dosen diperlakukan sangat jauh dibawah standar #bayartukindosenkemdiktisaintek #tukinforall #dosenbukansapiperah
Jakarta Capital Region, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
107
4.2K
9.4K
238.5K
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
Sam Ardi
Sam Ardi@Sam_Ardi·
Kemendiktisaintek minta kepada pimpinan perguruan tinggi memastikan para dosen menyampaikan aspirasinya melalui jalur komunikasi dan birokrasi sesuai perundangan-undangan. Kok tiba-tiba gini, ada apa? Cuti bersama malah bikin surat begini, sudah gitu kop suratnya ga rapih pula😛
Sam Ardi tweet mediaSam Ardi tweet mediaSam Ardi tweet media
Indonesia
38
245
679
110.9K
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Pak Sekjen Dikti, Togar M. Simatupang Sebelum menjabat, waktu hak elu gak dipenuhi, elu bilang gini, "Ketidakadilan semakin terasa menyakitkan ketika ITB tidak memberikan imbalan bersih (Take Home Pay) yang selayaknya kami terima sejak 2 bulan terakhir, sementara kami diminta tetap bekerja untuk menjalankan tugas Tridharma Perguruan Tinggi ITB dengan komitmen penuh." *** Setelah jadi pejabat, elu ikut berkontribusi nunda hak orang. Dari 2020 belum terbayar itu Tukin. Emang para dosen ini tidak "diminta tetap bekerja untuk menjalankan tugas Tridharma Perguruan Tinggi dengan komitmen penuh"? *** Ngaca Pak, NGACAAAAAA.
Ardianto Satriawan tweet media
detikedu@detik_edu

Kemungkinan Tukin Dosen Rp 2,5 T Tidak 100 Persen? Begini Penjelasan Sekjen Kemendikti detik.com/edu/perguruan-…

Indonesia
20
282
740
37.1K
Coach Indra Shabri รีทวีตแล้ว
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Memang mau dikotak-kotakin. Udah terbukti ampuh sejak jaman VOC kan. Devide-et-impera, konflik horizontal, dan ngaduk tai. Yang dapet Tukin cuma dosen ASN di PTN-Satker dan PTN-BLU. Yang di PTN-BH sama LLDIKTI? Gak ada. Good luck. Dapet kampus yang manajemennya skill issue? Salah sendiri salah pilih kampus. Bukannya menyelesaikan masalah, malah bikin masalah baru. Pemerintah. DIKTI-nya malah bikin SMA Garuda pake anggaran 2T tahun ini. Koclok.
Nabiyla Risfa Izzati@nabiylarisfa

Dari penjelasan ini, kemungkinan dosen yg mendapatkan tukin hanya dosen ASN di PTN Satker dan PTN BLU. Ini berpotensi diskriminatif dan justru memperparah ketimpangan upah dosen, karena akan ada dosen yg dapat tukin, ada juga yang tidak.

Indonesia
22
454
1.3K
48.1K