Veen

6.7K posts

Veen banner
Veen

Veen

@Emmanuel_K77

BSc in Chemistry. Pursuing a Master's Degree in Biomedical Science. ☧

Indonesia เข้าร่วม Haziran 2018
197 กำลังติดตาม176 ผู้ติดตาม
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@BlackHand8sn How did the third goal wasn't a legit goal? It's a tapin, yes, but a goal is a goal. Also it's a clear red? He literally prevented a clear 1v1. And don't talk about "the game was bought" man, you don't know how much of a fraud Qatar is in Asia 😂
English
0
0
0
14
Black Hand
Black Hand@BlackHand8sn·
@Emmanuel_K77 You think games are played in just 20 minutes? The third goal wasn’t even a legit goal, the red card changed the game, and then another oissing soft player got his leg broken I have seen the close up there was barely any touch they didn’t even do replays, this game was bought.
English
1
0
0
91
Black Hand
Black Hand@BlackHand8sn·
Yes and 2-0 isn’t the end of the world, it was still early but after the fake red card which caused the third goal to happen, it was still game, they could change formation and change players. But the ref is bought fucking disgrace.
Veen@Emmanuel_K77

@BlackHand8sn @sdhdbsnb @YedIin They already won 2-0 before the red ffs. And he literally broke Kone's leg, he deserved multiple reds if anything.

English
3
0
1
1.7K
gavira lover 🐣
gavira lover 🐣@wonrinacore·
@BlackHand8sn I’m not even a Qatar fan but Canada been buying refs since the Copa America so not shocked at all 😒
English
2
0
0
118
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@NFFC_rds @sdhdbsnb @YedIin They've already all over them before the red, even managed to lead 2-0. Without the ref help as usual, Qatar will never ever fight back from that.
English
0
0
0
13
Jake.
Jake.@YedIin·
No disrespect but how the fuck are Qatar the reigning 2x Asian Cup champions
English
626
1.6K
59.3K
2.7M
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@ARSIPAJA This simpleton again.
English
0
0
0
9
Veen รีทวีตแล้ว
Mas Hara
Mas Hara@Hnirankara·
Keras, King🔥
Mas Hara tweet media
Indonesia
14
1K
4.7K
35.2K
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@sdhdbsnb @YedIin Yeah Canada dismantled them 6-0 effortlessly was really the cope.
English
2
0
1
235
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@BlackHand8sn @sdhdbsnb @YedIin They already won 2-0 before the red ffs. And he literally broke Kone's leg, he deserved multiple reds if anything.
English
0
0
1
1.8K
Black Hand
Black Hand@BlackHand8sn·
@Emmanuel_K77 @sdhdbsnb @YedIin “Serious” today Canada won this much because of 2 red cards, the ref is a shit show, handing cards like it’s nothing.
English
1
0
1
110
incog
incog@susp3ndedffs·
@YedIin According to Japan and South Korea, Arab bias
English
12
1
947
200.4K
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@sdhdbsnb @YedIin Lmao if Switzerland was serious it'll be a slaughter. They literally had more than 3 xG and conceded from a last minute freak header.
English
2
0
2
480
J0RIS.B
J0RIS.B@J0risR·
@TouchlineX The Qatari has broken Kone’s leg and he gets away with a yellow 😭 what a joke
English
9
0
50
33.3K
The Touchline | 𝐓
The Touchline | 𝐓@TouchlineX·
🚨 𝗕𝗥𝗘𝗔𝗞𝗜𝗡𝗚: ISMAEL KONE IS INJURED! IT DOESN'T LOOK ANY GOOD.
The Touchline | 𝐓 tweet media
English
242
247
7.6K
1.2M
Rfc
Rfc@R_R1872·
@StokeyyG2 Red card is harsh no? Haven’t seen it again
English
5
0
10
5.8K
george
george@StokeyyG2·
Wishing Ismael Kone the speediest recovery ❤️‍🩹 The players look so distressed…
English
24
87
4K
118.9K
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@trad_west_ Funnily enough is that the same communists will also reject His teachings.
English
0
0
4
172
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@afclouieeee @FPLFocal WC final is on July 19th and the PL will begin on August 22nd. So it's about 33 days between.
English
0
0
9
879
Louie 🏆
Louie 🏆@afclouieeee·
@FPLFocal Whats the gap between WC final and GW1?
English
3
0
1
7.4K
FPL Focal
FPL Focal@FPLFocal·
The 2026/27 season will begin with Arsenal home to Coventry, Friday night. 📆
FPL Focal tweet media
English
25
33
1.6K
151.6K
Veen รีทวีตแล้ว
ESPN UK
ESPN UK@ESPNUK·
How do you like those Arsenal set-pieces now? 👀😂
ESPN UK tweet media
English
367
4K
35.4K
593.8K
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@robmwhite @38Games0Defeats @Arsenal You can't blame the fans. Some people are genuinely saw us as the enemy of football, I'm not even kidding. Look at the reactions after that UCL final, for example.
English
0
0
0
79
Rob
Rob@robmwhite·
@38Games0Defeats @Arsenal Partly The Arsenal fans on social media fault. They react, click and comment. It's what they want, clicks drive revenue. Stop clicking they move on.
English
8
0
14
9.9K
Arsenteta
Arsenteta@38Games0Defeats·
This behaviour towards anything @Arsenal really is weird. I expect it from opposing fans but from the media to constantly drive him home shows utter discontent and bias. Time for arsenal to take action to be honest
Arsenteta tweet media
English
80
367
4.7K
213.3K
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@MafiaWasit Correlation ≠ causation.
English
0
0
0
16
Komisi Wasit
Komisi Wasit@MafiaWasit·
MAAF YA QOD, Emil Audero, Maarten Paes, Kevin Diks, Elkan Baggott dan pemain Timnas lainnya ga makan dari Ompreng MBG 🙏
Komisi Wasit tweet media
Indonesia
75
349
933
33.8K
yuha yuhi
yuha yuhi@cheezecone·
“hrdnya tandain” lalu hrdnya anak ugm…
Indonesia
40
441
6K
124.9K
Muii muii
Muii muii@G3nX_files·
UI Menciptakan Pengkritik melahirkan politisi, BINUS Menciptakan pengusaha Melahirkan Pencipta. Tidak semua kampus mencetak lulusan dengan cara berpikir yang sama. Ada kampus yang membentuk mahasiswanya untuk menjadi politisi dan memegang jabatan dalam pemerintahan. Ada kampus yang membentuk mahasiswanya untuk menjadi pengusaha sukses melahirkan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk rakyat. Perbedaan itulah yang terlihat antara kultur yang berkembang di Universitas Indonesia (UI) dan BINUS. UI sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat aktivisme mahasiswa terbesar di Indonesia. Mahasiswanya terbiasa berdiskusi tentang politik, demokrasi, kebijakan publik, ketimpangan sosial, dan berbagai isu kenegaraan. Dari rahim UI lahir banyak politisi, aktivis, birokrat, menteri, anggota DPR, hingga tokoh pergerakan nasional. Dari rahim BINUS lahir banyak pengusaha teknologi, bisnis, inovasi, kewirausahaan, startup, dan ekonomi digital. Mahasiswa BINUS lebih sering berbicara tentang produk, aplikasi, investasi, kecerdasan buatan, dan peluang pasar dibandingkan dinamika politik praktis. Mahasiswa UI lebih sering berbicara tentang kekuasaan, bagaimana cara menggapainya, bagaimana cara meraihnya agar masa depan mereka cemerlang, salah satunya adalah dgn berpura2 bela rakyat. Perbedaan kultur tersebut terlihat jelas ketika menghadapi sebuah masalah. Ketika harga pangan naik, mahasiswa UI : Menuntut harga BBM jangan naik. Menuntut penggunaan APBN tidak boros. Menuntut harga sembako turun. Menuntut harga hasil panen petani naik. Menuntut Program Makan Bergizi Gratis dihentikan. Jika harga gabah naik, harga beras berpotensi naik. Jika harga beras turun, petani berpotensi menerima pendapatan lebih rendah. Jika subsidi BBM diperbesar, anggaran negara harus bertambah artinya pemborosan. Jika program MBG dihentikan, salah satu pasar terbesar bagi hasil pertanian, peternakan, dan UMKM pangan justru hilang. Ironisnya, kontradiksi seperti ini jarang dibahas di atas mobil komando. Sementara mahasiswa BINUS : Ketika melihat harga pangan mahal, mereka berpikir bagaimana memangkas rantai distribusi. Ketika melihat produktivitas petani rendah, mereka berpikir bagaimana menerapkan teknologi pertanian. Ketika melihat lapangan kerja kurang, mereka berpikir bagaimana menciptakan perusahaan baru. Ketika ada persoalan ekonomi, mahasiswa UI memilih cara kekerasan dengan turun ke jalan membawa tuntutan. Kelompok kedua justru membuka laptop dan mencoba membangun solusi. Tentu tidak semua mahasiswa UI seperti itu dan tidak semua mahasiswa BINUS seperti ini. Namun secara umum, kultur yang berkembang memang mengarah ke sana. Akibatnya, tidak mengherankan jika demonstrasi mahasiswa yang menuntut harga BBM tidak naik, harga sembako turun, harga hasil panen petani naik, dan Program Makan Bergizi Gratis dihapus lebih sering lahir dari lingkungan yang kultur politiknya kuat dibanding kultur kewirausahaan dan teknologi. Masalahnya, ekonomi tidak berjalan berdasarkan slogan. Tidak mungkin harga hasil panen petani naik sementara harga pangan terus turun tanpa ada peningkatan produktivitas. Tidak mungkin subsidi terus diperbesar tanpa memikirkan sumber anggaran. Tidak mungkin APBN hemat jika subsidi di perbesar. Tidak mungkin kesejahteraan petani meningkat jika pasar yang menyerap hasil pertanian justru dikurangi. Di sinilah terlihat perbedaan cara berpikir yang dibentuk oleh kultur kampus. Kultur aktivisme menghasilkan amarah dan kemampuan mengkritik tanpa solusi. Kultur inovasi menghasilkan kemampuan memecahkan masalah dengan solusi. Kultur politik melahirkan demonstran dan politisi. Kultur kewirausahaan melahirkan pencipta lapangan kerja. Kultur perlawanan melahirkan tuntutan. Kultur teknologi melahirkan solusi. Indonesia membutuhkan keduanya. Namun yang perlu diingat, negara tidak bisa dibangun hanya dengan kritik dan tuntutan. Jalan raya tidak dibangun oleh demonstrasi. Pabrik tidak dibangun oleh spanduk. Lapangan kerja tidak lahir dari pengeras suara. Kemajuan bangsa lahir dari inovasi, investasi, produktivitas, dan keberanian menciptakan sesuatu yang baru. Mungkin karena itulah kita jarang mendengar lulusan startup sukses berkata, "Mari turun ke jalan." Mereka biasanya berkata, "Mari kita bangun solusinya." Dan dalam jangka panjang, sejarah sering kali lebih mengingat para pencipta solusi dibanding para penyampai tuntutan.
Muii muii tweet media
Muii muii@G3nX_files

Duhh kakaknya salah nih justru PT negri itu bisa banyak kerjaan contohnya inisiatif demo, UI misalnya.

Indonesia
154
32
126
380.7K
Veen
Veen@Emmanuel_K77·
@thePrettyAeesha It's almost 4/4 through O'Reilly. If only Gordon can finish the rebound.
English
0
0
5
2.1K
Aeesha🌺
Aeesha🌺@thePrettyAeesha·
Arsenal players have taken 4 corners in the World Cup 3 have led to a goal 😭
English
88
1.9K
19.6K
405.6K