
Banyak beredar hoax mengenai Omnibus Law UU Cipta Kerja. Skuy cekidot satu persatu.
Hamim Hidayatullah
5K posts

@Hamimhidayat
Merasionalkan Hati Menuranikan Logika.

Banyak beredar hoax mengenai Omnibus Law UU Cipta Kerja. Skuy cekidot satu persatu.





Yang lebih mengejutkan: Estimasi biaya kerusakan mobil saya mencapai 80 juta rupiah. Tapi yang mereka tawarkan? Hanya 18 juta. Disampaikan juga oleh security. Setelah saya nego, dinaikkan jadi… 20 juta. Itu pun katanya harus “dibicarakan ke atasan dulu”.








Nah, I can’t really play any football-related games right now haha I just don’t find much joy in them compared to RPGs or competitive games But back in college, I did play FM for a bit! 🙃

Presiden Tua Bangka dan Operasi Intelijen Di tengah chaos kebijakan Indonesia pasca Pilpres 2024, sosok Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai presiden, menjadi target utama amarah rakyat karena kebijakannya yang dinilai bertentangan dengan semangat reformasi. Pada usia 73 tahun, Prabowo memimpin negara dengan latar belakang militernya sebagai pelanggar HAM, serta dengan kontroversi yang tidak pernah surut. Pertemuan Prabowo dengan pemred-pemred melalui wawancara di Hambalang pada 6 April 2025, yang disiarkan oleh beberapa media, salah satunya Narasi Newsroom, menjadi titik balik yang kembali memicu keresahan publik. Dalam wawancara tersebut, Prabowo tampak kehilangan arah, seolah-olah ia kekurangan informasi penting, bahkan untuk isu sekrusial RUU TNI yang sedang mengguncang stabilitas sosial. Publik pun mulai bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang presiden, yang seharusnya memiliki akses tidak terbatas ke informasi negara, bisa tampil begitu tidak siap? Keresahan ini diperparah oleh fakta bahwa telepon seluler Prabowo selalu dipegang oleh ajudannya, Teddy Indra Wijaya, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabinet. Spekulasi liar pun bermunculan, apakah Prabowo sedang menjadi target operasi intelijen yang dirancang untuk "mengunci mati" dan melemahkan posisinya sebagai presiden? Di balik semua ini, ada benang merah yang mengarah pada dinamika politik yang jauh lebih dalam, melibatkan Joko Widodo Jokowi, rival Prabowo dalam dua Pilpres sebelumnya, yang kini diyakini memiliki pengaruh besar atas kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024. Teddy dulunya adalah orang kepercayaan Jokowi yang kini berada di lingkaran terdekat Prabowo, sehingga memunculkan dugaan bahwa ada operasi intelijen yang sengaja menjadikan Prabowo sebagai boneka politik, sementara agenda Jokowi dan oligarki di belakangnya terus berjalan. -Sebuah Esai Konspirasi-


