Pak Jusuf Kalla minta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya bulan April 2026.
Pertanyaan saya: Beranikah Jokowi mengaku ijazah yang diupload Dian Sandi ini sebagai ijazahnya?
Foto yang ada di ijazah saya analisis dengan perhitungan matematika model Bayesian dan Monte Carlo, yang sudah saya sampaikan ke Sidang CLS Surakarta ketika saya didatangkan sebagai Saksi Ahli
Bahwa foto di ijazah ini berbeda sebesar 92,37% dengan foto Joko Widodo yang jadi Presiden.
Saya ulang lagi:
Beranikah Jokowi mengaku ijazah ini sebagai ijazahnya ?
Kita tunggu!
Info A10010011100001 :
Sebentar lagi kayaknya pak Prabowo akan memanggil Mendagri. lalu Mendagri Konpres Membatalkan Status Perubahan Kepemilikan 4 Pulau di Aceh Agar Tidak Terjadi Kegaduhan.
(mudah-mudahan seperti itu)
Anies ini memang pintar, tapi hipokritnya luar biasa. Dan bersilat lidah kebiasaannya.
Coba saja lihat WA nya apa betul selama menjabat Gubernur pernah WA-an dg Ahok. Paling dia baru hei hei, setelah ada kemungkinan PDIP usung di Pilkada DKI mendatang.
Puncak sy kurang suka dgn Anies ini adalah saat dia datang ke Petamburan menemui HRS saat panas aksi2 umat Islam terkait statemen Ahok di Pulau Seribu. Saya ada di sana, bahkan saat pembicaraan di dalam rumah, saya juga ada di dalam.
Saat itu saya berfikir, Anies ini akan menghalalkan segala cara agar menang Pilkada, halalkan segala cara demi raih kekuasaan.
Saya ikut aksi2 kecam Ahok masa itu. Tapi saya tidak setuju aksi yang lahir dari pembelaan pada ajaran agama Islam, malah berubah jadi aksi dukung mendukung politik. Anies malah menunggangi aksi bela Islam ini dan membawanya jadi aksi dukung mendukung dalam Pilkada. Ini yang berbahaya !!
Terbukti kemudian Pilkada DKI jadi ajang rasis, pembelahan warga negara. Betul Ahok salah berucap, tapi mestinya tidak boleh dijadikan pijakan untuk kontestasi dalam raih kekuasaan.
Anies memang selalu mengelah dgn tuduhan dia menunggangi aksis Bela Islam, tapi faktanya memang dia menunggangi. Saya hadir di Petamburan, melihat dan mendengar dengan mata dan telinga sendiri. Banyak foto yg beredar saat Anies berpidato di mushola HRS (Anies pidato, di kirinya HRS duduk, di kanan Ustadz Hidayat Nurwahid PKS) tsb adalah foto dari HP saya.
Mestinya Anies tidak perlu datang waktu itu jika dia memiliki jiwa kepemimpinan yg baik, dan melihat kepentingan bangsa ini secara utuh, bukan hanya lihat kepentingan kontestas Pilkada DKI. Seperti yang dilakukan AHY, dia tidak datang ke Petamburan, juga tidak bertemu HRS saat Pilkada DKI, jaga jarak demi melihat kepentingan bangsa yg lebih besar. Padahal saat aksi Bela Islam itu, Pak SBY acap dituduh oleh para buzzer kurang gizi otaknya, sebagai penyandang dana Aksi Bela Islam.
Ini yang saya ndak suka dengan Anies. Mestinya dia perbaiki diri atas hal ini.
Berhentilah menghalalkan segala cara demi raih kekuasaan. Bukan malah sekarang sok suci ngaku2 suka komunikasi dan diskusi dengan Ahok, saat Pilkada 2024 menjelang agar dapat dukungan suara Ahokers. Hipokrit.
Pak Prabowo kalo mau ajak Bocil pertemuan formal di LN, ajari dulu adab busana internasional.
Kalo pake jas, waktu berdiri, jas dikancingkan rapi, baru jalan.
Bukan waktu jalan, jas melambai2 katrok.
Pake dasi, ujung dasi yg runcing harus sentuh gesper ikat pinggang.
Bikin UU apa gak di pikir dulu sih
Klu 16 thn masa jabatan kades
Itu sama 3 kali masa jabatan
Presiden .. bahkan lebih..
Klu ada kades yg punya karakter
Buruk dan korup sangat lama
Untuk bisa mengantinnya..hadeuh
Bikin UU asal asalan tanpa di
Kaji lebih dulu..
Alhamdulillah Resmi Laga semi final Indonesia vs Uzbekistan di ulang, keputusan FIFA tepat, dan kalau bisa wasitnya dipecat agar tidak lagi bisa memimpin pertandingan ditingkat sepak bola apapun.
Selama 23 Tahun, Tiba-tiba Setelah Jadi Orang, Berubah karena Kekuasaan
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengakui bahwa manuver Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu mempengaruhi perasaan kader PDI-P.
Sebab, Jokowi yang sudah menjadi kader PDI-P selama 23 tahun tiba-tiba berbalik arah dan justru berhadapan dengan partai politik yang membesarkannya itu.
nasional.kompas.com/read/2024/04/2…
Hari ini, Kami seluruh Timnas AMIN berkumpul setelah perjalanan panjang kami awal proses kampanye pilpres 2024.
Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Timnas AMIN dan kepada semua relawan, donatur dan semua yang telah membantu, telah melalui proses politik dengan kesungguhan yang tidak ada capeknya, tidak ada takutnya. Sekali lagi.
TERIMA KASIH dan HORMAT SETINGGI-TINGGINYA. Terima kasih atas kerelaan untuk menempuh jalan perubahan secara elok, tepat dan proporsional. Kita adalah orang tua kandung sekaligus anak kandung dari semua pencapaian politik 2024.
Kita menjalankan proses politik 2024 dengan kecintaan yang berkobar terhadap Indonesia dan kerinduan yang hebat terhadap pembaharuan.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan meridhoi seluruh ikhtiar kita, demi masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia kita tercinta.
Salam Hormat