red blue
1.2K posts

red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว

Guys, ada wawancara eksklusif yang menurut gue paling mengejutkan dan paling penting minggu ini karena untuk pertama kalinya Jaksa Agung ST Burhanuddin bicara langsung
dan terbuka tentang bagaimana penangkapan petinggi BGN terjadi, dan apa yang sebenarnya dia temukan di dalam program MBG.
Dan yang paling mengejutkan bukan siapa yang ditangkap.
Yang paling mengejutkan adalah bagaimana Jaksa Agung menggambarkan apa yang terjadi di dalam program flagship presiden itu.
Pertama kronologi yang belum banyak diketahui publik:
Kejaksaan tidak tiba-tiba bergerak.
Mereka sudah mengendus masalah jauh sebelum Kepala BGN Dadan Hindayana dicopot oleh presiden.
Dari mana sinyalnya?
Dari keluhan masyarakat yang masuk laporan bahwa makanan tidak sesuai spesifikasi.
Dari situ kejaksaan mulai menganalisa.
Bersamaan dengan itu BPKP juga sudah melakukan pemeriksaan rutin dan menemukan hal-hal yang tidak pada tempatnya.
"Begitu dicopot langsung kami cokot."
Kalimat Jaksa Agung ini yang paling menggambarkan apa yang terjadi: mereka sudah siap.
Tinggal menunggu momentum yang tepat.
Dan pencopotan Dadan oleh presiden menjadi pintu masuk itu.
Dan ini yang paling penting percakapan dengan presiden:
Banyak yang menduga Jaksa Agung mendapat perintah dari presiden untuk menangkap petinggi BGN. Burhanuddin meluruskan ini dengan sangat spesifik.
Dia tidak dipanggil khusus oleh presiden sebelum penangkapan.
Ada komunikasi tapi bukan perintah.
Justru sebaliknya: Jaksa Agung yang melaporkan ke presiden setelah tindakan dilakukan bukan sebelumnya.
Dan reaksi presiden ketika mendengar fakta yang disampaikan Jaksa Agung?
"Kalau memang itu keadaannya dan ada faktanya silakan. Bahkan saya izin tahan silakan.
Itu hak kejaksaan."
Artinya tidak ada intervensi.
Tidak ada perlindungan.
Tidak ada instruksi jangan disentuh termasuk untuk dua program lokomotif presiden:
MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
Dan ini tentang profil tersangka yang paling mengejutkan:
Tiga orang yang ditangkap mewakili tiga latar belakang yang sangat berbeda:
Dadan Hindayana — akademisi.
Kepala BGN yang berlatar belakang peneliti dan ilmuwan.
Ludut Pusung — militer.
Wakil Kepala BGN dari TNI.
Sony Sonjaya — polisi.
Berlatar belakang Polri.
Tiga institusi berbeda.
Tiga latar belakang berbeda.
Semua bertemu di satu titik yang sama:
dugaan korupsi dalam program yang seharusnya memberi makan jutaan anak Indonesia.
Dan yang membuat Jaksa Agung paling sedih bukan penangkapan itu sendiri. Tapi fakta bahwa pegawai BGN ternyata punya yayasan sendiri di dalam institusi.
Conflict of interest yang seharusnya tidak boleh ada tapi dibiarkan oleh pimpinan lama.
"Jangan sampai nanti jaksa punya kantor pengacara."
Dan ini tentang pertanyaan yang paling sering muncul apakah ini pengalihan isu:
Burhanuddin menjawab langsung dan tegas: tidak ada sama sekali.
Bukan untuk mengalihkan kasus Nadim.
Bukan untuk mengalihkan sorotan dari rupiah yang melemah. Bukan pesanan dari siapapun.
"Ini murni yuridis.
Setiap kali saya tangani perkara besar pasti kejaksaan diserang. Saya sudah biasa."
Dan dia menambahkan satu hal yang menarik:
kasus Nadim sendiri masih berjalan kemungkinan ada putusan sekitar tanggal 17.
Dan ini yang paling menohok tentang tersangka lain:
Ketika ditanya apakah ada tersangka lain yang akan menyusul Jaksa Agung tidak membantah.
Dia hanya bilang: "Tunggu waktunya.
Kalau ada pun kita rahasiakan dulu."
Dan yang lebih mengejutkan ada dugaan jual beli titik lokasi SPPG yang sedang didalami.
Dan yang terlibat dalam praktik itu disebut ada dari berbagai unsur: oknum partai, oknum penegak hukum, oknum militer.
Kalau dugaan ini terbukti ini bukan sekadar korupsi anggaran.
Ini adalah praktik sistemik yang merasuki seluruh rantai program dari atas sampai ke titik terkecil.
Dan ini kalimat Jaksa Agung yang paling gue ingat dari seluruh wawancara:
"Saya ingin ada legacy.
Suatu saat para junior saya akan mengingat
oh ada seorang namanya Burhanuddin yang telah membawa kembali marwah kejaksaan. Itu saja."
Bukan minta penghargaan.
Bukan minta jabatan lain. Hanya ingin diingat sebagai orang yang mengembalikan kepercayaan kepada institusi yang sudah lama dipertanyakan integritasnya.
Dan ketika ditanya apakah dia takut dengan segala risiko yang datang dari kasus sebesar ini jawabannya sederhana:
"Bukan tidak takut. Tapi ini profesi.
Dan ini pengabdian terakhir saya."
Program MBG dengan anggaran Rp335 triliun yang seharusnya menjadi warisan terbesar pemerintahan Prabowo
kini menjadi kasus korupsi pertama yang menjerat petinggi lembaga yang dia sendiri bentuk dan percayai.
Dan ironinya: yang membongkar ini justru adalah Jaksa Agung yang dia dukung. Yang menangkap justru adalah aparat hukum yang dia katakan akan dia lindungi.
Apakah ini tanda bahwa sistem check and balance masih berfungsi atau hanya seleksi korban yang akan berhenti di titik tertentu sebelum menyentuh yang lebih dalam?
Jawabannya ada di tersangka berikutnya.
Dan Jaksa Agung sudah bilang: tunggu saja.

Indonesia
red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว

Mbg bisa kerjasama dengan Superindo atau aerofood ya gak sii
Ivang Candra Seta@Forivcs
MBG gamau kah ngambil vendor dari superindo aja ? Ini murah banget 😭😭🙃
Indonesia

red blue รีทวีตแล้ว

FN Arka®, maintaining the SCAR reliability with AR-15 ergonomics
edrmagazine.eu/fn-arka-mainta…
#FNHERSTAL #SmallArm #rifle #arka #Eurosatory2026
@paolovalpolini
@cogeseurosatory

English
red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว

Як нова українська модернізація БРДМ-2М перетворила радянський броньовик на роботизований БТР та евакуаційну машину | Defense Express defence-ua.com/photo/jak_nova…

Українська
red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว
red blue รีทวีตแล้ว

Halah. Di Pertamina aja cuma nonton korupsi ratusan trilyun.
Fajar Nugros@fajarnugros
Mestinya, Kepala BGN itu... Ahok.
Indonesia
red blue รีทวีตแล้ว



























