ทวีตที่ปักหมุด

Gencatan senjata April sudah runtuh. AS menyerang Iran selatan, Iran membalas dengan menutup Hormuz total dan menembak dua kapal yang mencoba melintas. Ini bukan sekadar eskalasi militer. Ini adalah penutupan arteri energi dunia untuk kedua kalinya dalam satu tahun.
Kita sudah tahu apa yang terjadi terakhir kali. Harga minyak meledak, asuransi maritim dibatalkan, ratusan kapal tanker menganggur di luar selat, dan negara-negara yang tidak punya cadangan strategis langsung merasakan tekanan paling dalam. Indonesia waktu itu hanya punya cadangan sembilan hari. Tidak ada yang tahu berapa cadangan kita sekarang.
Yang lebih berat dari sebelumnya adalah konteksnya. Hormuz ditutup lagi bukan di tengah kondisi global yang stabil. Ia ditutup saat ekonomi kita sendiri sedang tertekan dari dalam, rupiah di level terendah sepanjang sejarah, daya beli masyarakat sudah tergerus, dan tekanan inflasi belum reda.
Tekanan dari luar yang datang sekarang tidak menghantam fondasi yang kuat. Ia menghantam fondasi yang sudah retak. Dan kali ini, tidak ada ruang lagi untuk menyalahkan kondisi global. Kita masuk ke krisis ini dengan kondisi dalam negeri yang belum terselesaikan, dan sekarang faktor yang tidak bisa kita kendalikan ikut menambah beban yang sudah terlalu berat.
The Spectator Index@spectatorindex
BREAKING: Iran announces the Strait of Hormuz is shut to all traffic
Indonesia





















