𝐵𝑖𝑡𝑛𝑎 𝒉𝑎𝑛
150.4K posts

𝐵𝑖𝑡𝑛𝑎 𝒉𝑎𝑛
@bit10vely
INFJ T - daydreaming with @BANDLUCY_mystic @P1H_official on loop. ⚠️kdrama zone⚠️




next trip negara mana lagi wok?

Fakta yang paling gak bisa lo terima





ANAK SMA GAK BISA NGITUNG! Kurang lebih begitu judul provokatif di beberapa video pendek yang sempat saya tonton. Saya kurang percaya. Apa iya: penjumlahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian dasar saja, lambat? Sampai akhirnya beberapa hari terakhir mengharuskan berinteraksi lumayan intens dengan beberapa anak SMA baru (akan) lulus di sebuah kabupaten pesisir. Remaja dengan aktivitas biologis sedang galak-galaknya, banyak menghabiskan waktu scrolling tiktok, sekolah asal lulus, tapi bisa makan MBG sampai 5 ompreng karena sekolah mereka selalu diberikan jatah lebih. Muridnya sedikit. Bagusnya: mereka mau mengerjakan apa saja asal "bisa hidup". Mulai dagang cilok di gerobak dorong, membantu di warung, sampai jadi tulang urut panggilan. Ternyata benar, mereka sangat lambat berhitung. Perkalian dasar setingkat SD saja lemah. Perlu bermenit-menit menghitung 8 kali tiga. DELAPAN KALI TIGA! sampai-sampai seluruh jari tangannya dikeluarkan semua, dipakai menghitung dengan cara menjumlahkan. Saya mengurut dada. Dada sendiri. Sedih. Kecewa. Marah. Semua campur aduk. Bukan marah kepada mereka pribadi, karena biar bagaimana, mereka adalah PRODUK pendidikan. Pendidikan formal di sekolahan, di rumah, dan di lingkungan. Dan, ini saya sampaikan kepada mereka pelan-pelan dengan bahasa amat sederhana. Bahasa sederhana yang sekiranya dipahami oleh mereka yang seumur hidup belum pernah membaca satu buku pun hingga tuntas. Bukan salah menteri dengan kebijakan asal-asalannya, karena jangan-jangan mereka pun TIDAK PAHAM atau di bawah todongan. Pun bukan salah sekolah, apalagi orang tua. Yang tidak tahu tidak bisa dikenakan delik, bukan? Abad-21 dipenuhi piranti canggih, namun pengguna kecanggihan tersebut kalah telak oleh generasi dua ribu tahun lalu, atau abad pertengahan, jauh sebelum renaissance. Kala itu manusia usia belasan tahun sudah siap mandiri, sendiri mengarungi kehidupan. PR terbesarnya kemudian: bagaimana 'menyembuhkan' mereka, yang semula sebagai PRODUK GAGAL sistem pendidikan, menjadi generasi tangguh, terampil, cerdas sekaligus mandiri di tengah tantangan dunia yang semakin berat? Berat. Sangat berat. *** Stella, ini buktinya. Tiap hari makan MBG sampai 5 ompreng pun TIDAK bikin cerdas.



Lagi dan Lagi, Puncak Berdarah : 8 Nyawa Hilang di Tangan Aparat Peristiwa ini terjadi pada Senin, 14 April 2026, sekitar pukul 05.00 WIT, di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Wilayah ini bukan lokasi kontak tembak, melainkan zona yang sebelumnya telah disepakati bersama sebagai tempat pengungsian warga sipil yang melarikan diri dari konflik di Distrik Pogoma. Delapan warga sipil dilaporkan tewas dalam kejadian ini. Nama-nama mereka yang berhasil diidentifikasi adalah Wundili Kogoya (36), Kikungge Walia (55), Pelen Kogoya (65), Tigiagan Walia (76), Ekimira Kogoya (47), Daremet Telenggen (55), Inikiwewo Walia (52), dan Amer Walia (77). Satu orang lagi, seorang anak berusia lima tahun bernama Para Walia, selamat namun mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan masih menjalani perawatan. Seluruh korban adalah warga sipil pengungsi, bukan pihak yang terlibat langsung dalam konflik bersenjata. Operasi dilakukan oleh aparat keamanan TNI menggunakan helikopter dan pasukan darat. Sehari sebelumnya, pada 13 April 2026, operasi serupa lebih dulu dilancarkan di Distrik Pogoma, dengan penggunaan helikopter dan pengeboman yang menyasar markas TPNPB di Kampung Guamo. Warga yang selamat dari operasi itu kemudian mengungsi ke Distrik Kemburudan di sinilah operasi lanjutan diduga menyasar mereka. Konflik bersenjata yang melatarbelakangi peristiwa ini melibatkan TNI di satu sisi dan TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) di sisi lain. Pusat kontak tembak aktif disebut berada di Distrik Pogoma. Distrik Kemburu sendiri seharusnya steril dari operasi militer karena telah disepakati oleh kedua pihak sebagai zona aman bagi pengungsi. Sumber di lapangan menyebut bahwa operasi di Kemburu dilakukan tanpa membedakan warga sipil dari kombatan. Laporan Tribun Papua Video: masyarakat evakuasi korban yang ditembak mati di TKP #Papua #PapuaTengah #Puncak #TPNPB #TNI #Sinak





rate 1-10… seberapa suka kalian sama coco crunch dicampur susu



Akal2an barat aja sarapan beginian & gimmick marketing wkwk Menu sarapan kita SANGAT SANGAT lebih sehat dibanding inii Ada nasi kuning/uduk dg lauk telor, ayam, tempe Nasi pecel dg segala jenis dedaunan, kacang, telor tempe tahu ayam Bubur ayam Lontong sayur Apalagi????? Wkwk

덱스 김혜윤 얼마나 친해진건지 감도안옴



























