ทวีตที่ปักหมุด
mimOo di dunia ✰
4.5K posts

mimOo di dunia ✰
@bliefing
simple like quantum physics
legal. เข้าร่วม Ekim 2016
71 กำลังติดตาม40 ผู้ติดตาม
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว

@yaudahjawa @meutiafaradilla Ini bener.
Contoh topik yg pernah viral:
- Mpreg jokes, mereka tiba-tiba ngerti jokes yg bikin ga nyaman.
- Vasektomi, mereka tiba-tiba ngerti my body my choice.
- Gilang bungkus, mereka tiba-tiba ngerti kenapa korban ga bs nolak request pelaku KS.
Indonesia
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว

aku ga tau tentang mimpi, aku juga ga paham apa mimpi itu yg ngecreate diri aku sendiri karena terlalu kangen ama kamu, but apapun itu kamu benar2 terasa nyata, semuanya.
kaka makasih byk udh mau datengin ak di mimpi yaaah🥺
seharusnya taun ini kita meet up :( @confause
Indonesia
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว

BTW, asal muasal Burning Sun itu kan krn isi chat grup kakaotalk yg ke leak.
Apa mrk awalnya grup Kakaotalk tongkrongan jg kah yg akhirnya berevolusi jadi “mengerikan”?
iris@___fleursdumal
Pertanyaan gue yang paling serius melihat tanggapan sebgian orang soal hukuman kasus KS FHUI adalah ... kalian serius mengira kalau objektifikasi perempuan di group chat WA yang isinya ngelecehin seksual *cuma* berhenti di ngelecehin di grup WA aja?
Indonesia
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว

Do men forget they have a mother when they rapę, abusė, mentally and emotional manipulate and k!lł women??
Dafenet@patdafenet
Do y'all ladies forget you have a father when you insult men in general???
English
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว

Men call women Sluts without any proof, but needs mountains of evidence to believe a man is a rapist That's not logic - that's misogyny
✧@cessonmute
hit me with the harshest reality truth
English
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว

mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว

mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว
mimOo di dunia ✰ รีทวีตแล้ว

“Para bapak, sudahi prinsip: mendidik anak laki-laki itu mudah. Turun tangan, didik anak laki-lakimu”
Semalam 16 mahasiswa FH UI disidang sampai jam tiga pagi, sidang terbuka, disaksikan secara live oleh ribuan orang.
Kejadian ini tidak tiba-tiba. Ini akumulasi. Terlalu lama society menelan mentah-mentah prinsip: “mendidik anak laki-laki itu mudah.”
TIDAK.
Justru karena dianggap mudah, banyak hal yang tidak diajarkan. Lihat saja pola yang sering diremehkan:
Berawal dari obrolan santai yang melecehkan, jadi kebiasaan, jadi cara pandang, lalu jadi perilaku nyata (liat gambar piramida perkosaan)
Tidak semua langsung jadi pelaku kekerasan seksual. Tapi hampir semua berangkat dari titik yang sama: normalisasi.
Society sibuk mendidik anak perempuan: jaga diri, jaga batas, jaga perilaku. Tapi kendor pada anak laki-laki.
“Namanya juga laki-laki.”
“Cuma bercanda.”
“Nanti juga ngerti sendiri.”
"Boys will be boys"
Tidak.
Karakter tidak tumbuh sendiri. Ia dibentuk. Dilatih. Ditegaskan.
Orang tua, perhatikan obrolan anak laki-lakimu. Kalau sudah mulai ada convo yang melecehkan: Tegur. Luruskan. Jangan ditertawakan atau dianggap enteng. Karena di situlah fondasi dibangun.
Terutama para bapak. Anak laki-laki belajar bukan dari teori, tapi dari contoh.
Bagaimana kamu bicara tentang perempuan. Bagaimana kamu memperlakukan pasanganmu. Bagaimana kamu menempatkan perempuan sebagai manusia, bukan objek. Semua itu direkam.
Dan akan mereka ulang.
Ketika seorang bapak menganggap mendidik anak laki-laki itu mudah, dia sedang memilih untuk menjerumuskan anak dengan tidak hadir secara penuh, tidak waspada, hingga di satu titik si anak bisa jadi pelaku ataupun korban.
Anak kemudian dibesarkan oleh algoritma, oleh teman, oleh budaya yang seringkali permisif terhadap pelecehan dan standar moral yang yang tidak sehat.
Kalau kita tidak serius mendidik anak laki-laki hari ini, jangan kaget dengan realitas besok. Karena pelaku tidak lahir tiba-tiba. Mereka dibentuk pelan-pelan, dari hal-hal yang selama ini dianggap “sepele.”
Just incase ada yang komen: "emang siapa yang bilang mendidik anak laki-laki itu mudah? Saya dididik dengan sangat keras"
Oh well, cara pandang itu sudah mengakar sejak lama di masyarakat.


Indonesia














