Fadel bukan Padel

7.7K posts

Fadel bukan Padel

Fadel bukan Padel

@dalsdels_

เข้าร่วม Ocak 2012
158 กำลังติดตาม126 ผู้ติดตาม
Fadel bukan Padel รีทวีตแล้ว
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
5 stages of grief orang normal: 1) denial, 2) anger, 3) bargaining, 4) depression, 5) acceptance 5 stages of grief pemerintah: 1) denial, 2) denial, 3) denial, 4) denial, 5) denial
Jejak digital.@ARSIPAJA

English
47
1.4K
3.8K
59.6K
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Lagi2.... Oknum TNI 🥱🥱 Arogan...mau menangnya sendiri Sadar ga ya dia klo direkam Pokoknya di manapun berada mending jauh2 dr seragam2 kek gini dah... Toxic.
Indonesia
276
703
1.7K
69.2K
Hary
Hary@hgbudiman·
Wajar sih, Mexico ini masih masuk Developing nation dengan jumlah penduduk sampai 133 jutaan, isu sosialnya masih mirip-mirip dengan Indonesia; kemiskinan, ketimpangan struktural. Ga heran kemarin rame guru-guru Mexico demo besar-besaran karena pemerintahannya memprioritaskan Pildun ketimbang kenaikan upah guru. Mirip kayak di mana gitu yaa 😰😰
Westblueid@westblueid_

Woylah vibes nya kayak tarkam banget 😭. parah banget gak sih edisi pildun kali ini

Indonesia
20
186
1.6K
107.1K
Fadel bukan Padel รีทวีตแล้ว
Nadya DM
Nadya DM@Nadyamulyadi·
Mengemas inkompetensi pemerintah lewat “dakwah”
Nadya DM tweet media
Indonesia
551
5.7K
15.5K
657.5K
ardon
ardon@leducrabiot·
@CentralsSC Persib itu cuman ketolong bobotoh doang. Manajemen mah bobrok mau Teddy yang sembrono atau si Adhit yang cuman harkos di podcast.
Indonesia
7
0
13
3.4K
Centrals Soul Crew
Centrals Soul Crew@CentralsSC·
2018-2026 dengan keluhan yang sama..
Centrals Soul Crew tweet mediaCentrals Soul Crew tweet media
Indonesia
32
126
712
72.5K
Fadel bukan Padel
Fadel bukan Padel@dalsdels_·
@CentralsSC Dulu dibilang masih jelek, sekarang diminta ditingkatkan. Berarti masi dalam proses
Indonesia
0
0
0
190
Komisi Wasit
Komisi Wasit@MafiaWasit·
JUJUR, BANGGA..!! Nuhun Sib.
Komisi Wasit tweet media
Indonesia
103
323
4.4K
477.8K
Fadel bukan Padel รีทวีตแล้ว
Wikipedia bahasa Indonesia
Tidak perlu dibuat menggunakan AI, cukup unduh (download) lambang Garuda Pancasila di Wikimedia Commons melalui pranala berikut. Mudah, cepat, dan gratis. w.wiki/ELqU
Wikipedia bahasa Indonesia tweet media
Indonesia
302
7.7K
27.2K
412.9K
Fadel bukan Padel
Fadel bukan Padel@dalsdels_·
@yvesauvaged @gororow @tijinoki klo stasiun dan bandara dari sebelum ada angkutan online ada aja aturan aneh gitu. Dulu gw inget naik taksi di stasiun, taksi blue bird dilarang narik d deket stasiun dan taksi lain pada dimatiin argonya. skrg diimplementasiin ke ojol
Indonesia
0
0
1
472
⋆
@yvesauvaged·
@gororow @tijinoki di beberapa sisi jakarta juga ada, even di pusat kota semacam stasiun juanda aja ada. bahkan ada rules kalo pesen ojol di stasiun juanda ga boleh pas pintu keluar
Indonesia
6
1
52
5.6K
txt gajelas
txt gajelas@txtdarigajelas·
@realmadridindo1 tapi kenapa ya madrid gaada simbol bintang utk tanda juara ucl nya?
Indonesia
6
0
0
4.4K
SobatMiskinTV
SobatMiskinTV@MiskinTV_·
Udah salah arah nih. Setau gw lagu tsb awalnya adalah sindiran/satir, eh malah sekarang dilombakan. Entah ga nangkep atau emang pinter2nya Golkar (AMPG).
SobatMiskinTV tweet mediaSobatMiskinTV tweet mediaSobatMiskinTV tweet media
Indonesia
1.1K
3.2K
12.6K
551.6K
Fadel bukan Padel
Fadel bukan Padel@dalsdels_·
@RestuAwalliddin yg nentuin dari kebijakan pemerintah dan pembinaan yg dirancang federasi. masyarakat? Ikut andik jg tetep krn kritik yg mengarah menghina itu memengaruhi psikis pemain untuk berkembang
Indonesia
1
0
0
309
ARES
ARES@RestuAwalliddin·
"Kaya gini mau masuk pildun."; "Liga sampah diikutin."; "Emang masih ada yang ngikutin bola lokal?" Tiap ada chaos yan terjadi di kancah sepakbola nasional, komentar-komentar kaya gini yang paling cepet muncul. Apalagi pas minggu kemaren soal perayaan yang terjadi di Bandung 😅 sosmed isinya bensin kuabeeeeehhhh. Tapi ada hal menarik soal fenomena yang terjadi dalam 2 minggu kebelakang ini. Soal Persib dan Bobotoh-nya, PSG dengan Ultrasnya. Dua kelompok yang dari sepengamatan saya ternyata memiliki kedekatan sosial yang cukup mirip. Kita liat PSG dan Ultrasnya yang lahir di Seine-Saint-Denis. Tempat lahirnya Ultras PSG. Sebuah distrik termiskin di metropolitan Prancis. 27,6% dari 1,7 juta penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Tingkat pengangguran 17,1%, jauh di atas rata-rata nasional 12%. Dari sana lahir Mbappé, muncul generasi pemain kelas dunia yang lahir karena sepak bola adalah satu-satunya tangga yang terlihat dari bawah. Terus kita tarik ke Bandung dengan Bobotohnya. Bobotoh yang paling ekspresif saat perayaan, yang mungkin bisa dibilang paling "chaos" oleh sebagian pihak, mereka bukan dari kelas atas. Mereka adalah kelas pekerja yang mungkin datang dari lapisan masyarakat bawah dari Bandung dan sekitarnya. Kalo kata Zen RS, "Bandung juga tersusun dari kaki-kaki kecil yang terus berani main walau diteriaki Satpol PP. Mereka datang. Mereka main. Karena itu satu-satunya cara mereka bertahan." Penelitian Dunning, Murphy & Williams dari Leicester University menemukan bahwa lebih dari 80% dari 500+ orang yang ditangkap karena kerusuhan bola adalah buruh manual atau pengangguran. Hal ini terjadi karena mereka punya lebih sedikit ruang untuk meluapkan tekanan hidup yang jauh lebih berat. Pada akhirnya, stadion dan "isi"-nya jadi sebuah Katup Sosial di masyarakat. Harus diakui kalo sepak bola adalah hiburan paling murah dan paling dekat secara emosional yang bisa dinikmati kelas pekerja. Dan Indonesia menduduki peringkat 8 dunia sebagai negara dengan suporter paling passionate versi CIES Football Observatory (2025/26) ngalahin seluruh negara ASEAN. Tapi gairah sebesar itu tidak diimbangi oleh negara yang hadir untuk mengelolanya. Tidak ada yang bisa membenarkan kerusuhan yang terjadi. Itu sudah jelas. Tapi pertanyaan yang tidak pernah dijawab adalah, "kenapa crowd control selalu tidak maksimal setiap kali ada perkumpulan massa sebesar ini?" kaya... ternyata di negara maju seperti Perancis-pun, hal-hal kaya gini masih bisa tetep ada. Di Inggris, pelaku kerusuhan langsung diidentifikasi lewat face recognition dan dilarang masuk stadion seumur hidup. Di Indonesia, kita masih terjebak pada sanksi kolektif yang tidak menyentuh individu pelakunya. Akar masalahnya bukan di Bobotoh. Bukan di Ultras PSG. Bukan di masyarakat Jawa Barat. Ini masalah negara yang belum mampu hadir sepenuhnya. Mereka gagal menjamin rasa aman, gagal meratakan akses pendidikan, gagal menyediakan ruang hiburan yang layak. Saya rasa, bola di manapun, dari kelas manapun, kelakuannya tidak akan jauh berbeda ketika konteksnya sama. Mereka yang hidupnya paling sedikit punya ruang untuk bernapas, merayakan satu-satunya momen yang benar-benar terasa milik mereka. Sepak bola adalah cermin. Dan cermin itu sekarang memperlihatkan bagaimana kita memperlakukan satu sama lain. Dengan generalisasi, framing murahan, dan akun anonim yang tidak mau bertanggung jawab atas opininya sendiri. Jadi... kalo saya boleh nanya, yang nentuin masuk Piala Dunia tuh kelakuan fans-nya, atau ekosistem sepak bola yang sehat dan berjenjang yang harusnya disediain negara lewat PSSI-nya? Karena soal supporter, kata mas @ilhamzada di mana-mana juga sama saja 😂😅🙏
ARES tweet media
Barstool Sports@barstoolsports

PSG won Champions League again & their fans turned Paris into a warzone

Indonesia
6
52
135
7.9K