difla rahmatika

26.8K posts

difla rahmatika banner
difla rahmatika

difla rahmatika

@diefla

in vino veritas

Yogyakarta, Indonesia เข้าร่วม Nisan 2009
438 กำลังติดตาม682 ผู้ติดตาม
difla rahmatika
difla rahmatika@diefla·
@hrdbacot mbiyen neng kampus ana maling sandal & sepatu neng musholla, dioyak kancaku, kecekel, njuk diantemi sik sakdurunge 'disetorke' neng pos pulisi mBarek. pulisi2ne malah dho kesenengen merga wis diewangi nyekel malinge.
Indonesia
0
0
0
233
HRD BACOT
HRD BACOT@hrdbacot·
Dulu mergokin maling di kosan. Malingnya dipukul helm klenger. Dibawa ke pos polisi perempatan kentungan. Selang sebulan malingnya disidang di PN Sleman dan ada surat undangan hadir ke pengadilan. Orangnya kena kurungan 3 bulan. Apa sekarang standarnya udah beda?
5tePh3N@P3gEl

Pukul maling dituntut penjara 1,5 tahun?😳

Indonesia
105
2.4K
7.5K
217.8K
difla rahmatika
difla rahmatika@diefla·
Nama: TREMBUL TUPISEM (TREnggiling geMBUL TUkang PIpis SEMbarangan)
difla rahmatika tweet media
Indonesia
0
0
0
95
paksi raras alit
paksi raras alit@paksiraras·
sarung2 batik tulis ngene iki regane ngluwihi behaes
paksi raras alit tweet media
Indonesia
6
4
43
3K
difla rahmatika
difla rahmatika@diefla·
ada warung madura baru dekat kantor, tulisannya: "BUKA 25 JAM SEHARI, TIDAK PERNAH TUTUP, PINTUNYA RUSAK"
Indonesia
0
0
0
53
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
tempo.co tweet media
ZXX
2K
921
4.3K
1.1M
difla rahmatika
difla rahmatika@diefla·
@wienretro nek Ucok ora kenal. nek karo Anggi iki kenale merga tau dijak Wince main tahun baruan neng momenthow. jebul saiki de'e neng mBali toh.
Indonesia
1
0
0
31
difla rahmatika
difla rahmatika@diefla·
ya Allah, ini Bu Ira GAP yang dulu pernah bantu air bersih buat masyarakat penyintas bencana gempa di Seloharjo! @AriDil4
Ismail Fahmi@ismailfahmi

Airmata yang Tidak Seharusnya Jatuh Dari Seorang Warga, Mantan Diaspora, dan Kader Muhammadiyah untuk Ira Puspadewi Ada kalanya sebuah berita membuat kita berhenti sejenak, menarik napas dalam, lalu bertanya, "Mengapa seseorang yang begitu rapi jalan hidupnya harus menerima nasib seberat ini?" Itulah yang saya rasakan ketika membaca kabar vonis terhadap Ira Puspadewi, seorang perempuan yang bagi saya mewakili integritas, profesionalisme, dan dedikasi, baik sebagai pemimpin BUMN maupun sebagai kader Muhammadiyah. Saya mengenal nama Ira bukan dari kasusnya, tetapi dari rekam jejaknya. Ia bukan sekadar perempuan karier yang sukses. Ia pernah pulang dari dunia korporasi internasional, meninggalkan posisi aman dan mapan di luar negeri untuk mengabdi di tanah air. Ia memimpin Sarinah, Pos Indonesia, sampai ASDP. Dan di setiap tempat, ia membawa jejak yang sama: rapi, tertib, tanpa gaduh, dan jauh dari gaya hidup glamor pejabat. Dan yang paling membuat saya tertegun. Ira adalah kader Muhammadiyah. Tercatat resmi sebagai Wakil Bendahara II Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Muhammadiyah. Seorang muslimah yang menjaga prinsip, yang sudah terbiasa bekerja dalam sunyi, memberi dalam diam. Ketika membaca kembali kisah-kisah yang dituliskan sahabat lamanya, saya menemukan potongan-potongan kecil yang justru paling menyentuh. Ira yang naik kelas ekonomi di pesawat meski memimpin BUMN besar. Ira yang memilih menginap di hotel Amaris ketika direktur lain memilih hotel bintang lima. Ira yang malah menampung teman di rumahnya ketika sang teman sedang menghadapi masa sulit. Kita sering bicara soal integritas, tapi Ira menunjukkannya justru di saat-saat yang tak terlihat kamera. Itu yang membuat kasus yang menimpanya terasa janggal bagi banyak orang. Terlebih ketika Ketua Majelis Hakim sendiri menyatakan dissenting opinion. Bahwa apa yang dilakukan Ira adalah aksi korporasi yang sah, dilindungi Business Judgment Rule, dilakukan dengan itikad baik, dan melalui proses yang transparan. Bahkan uji tuntas dilakukan oleh tujuh lembaga, termasuk BPK, BPKP, Deloitte, dan PWC. Di titik itu, saya bertanya sendiri. Kalau seorang profesional yang mengikuti prosedur, melakukan uji tuntas, tidak mengambil keuntungan pribadi, dan bekerja dengan integritas pun tetap tersandung, apa kabar yang lain? Sebagai seorang warga negara, mantan diaspora yang dulu kembali dengan semangat ingin melihat Indonesia lebih maju, dan sebagai kader Muhammadiyah yang percaya pada nilai keadilan, kejujuran, dan kerja keras, saya merasa perlu menuliskan dukungan ini. Bukan dukungan untuk membela membabi buta. Bukan pula untuk mengintervensi proses hukum. Namun sebagai pengakuan atas manusia yang saya lihat bersih jalannya, yang saya harap mendapatkan keadilan seadil-adilnya. Seorang perempuan yang tidak hanya membangun perusahaan, tetapi juga membangun manusia: teman, sahabat, dan komunitasnya. Ira telah memberi banyak pada bangsa ini. Lebih dari sebagian besar dari kita. Ia pulang ketika banyak memilih menetap di luar negeri. Ia bekerja ketika banyak memilih kenyamanan. Ia menata sistem ketika banyak memilih zona abu-abu. Dan bagi saya, seorang yang bekerja sejujur dan sekeras itu, tidak seharusnya berdiri sendirian ketika badai datang. Saya hanya bisa berharap, dan ikut mendoakan, agar proses berikutnya menghadirkan keadilan yang sebenar-benarnya. Agar suara jernih seperti pandangan Hakim Sunoto menjadi pijakan bagi upaya banding. Agar nama baik yang tercoreng dapat dipulihkan. Dan agar sejarah kelak mencatat bahwa Ira Puspadewi adalah contoh seorang muslimah profesional Indonesia yang tetap tegak meski diuji dengan keras. Sebagai warga, sebagai kader, dan sebagai sesama manusia, saya ingin mengatakan. Ira tidak sendiri. Dan kebenaran, jika memang berpihak kepadanya, semoga menemukan jalannya kembali. (Ismail Fahmi)

Indonesia
0
0
2
135
difla rahmatika รีทวีตแล้ว
Prof. Dr. Erma Yulihastin
Prof. Dr. Erma Yulihastin@EYulihastin·
Berdasarkan data AWS terdekat di Sukaluyu (2-3 km dari UNISBA) yg dapat mewakili kondisi cuaca di UNISBA tampak pada sekitar 23.35 WIB, tak ada embusan angin kencang, kecepatan angin relatif kecil, serta arah angin dari utara/barat laut/timur laut.
Prof. Dr. Erma Yulihastin tweet mediaProf. Dr. Erma Yulihastin tweet mediaProf. Dr. Erma Yulihastin tweet media
Indonesia
226
9.4K
12.5K
770.2K
difla rahmatika
difla rahmatika@diefla·
semakin hari, semakin bjgn aja mereka ini.
Indonesia
0
0
0
37
difla rahmatika
difla rahmatika@diefla·
lhah, kok D3 (track & bridge/prasarana) & D4 (rolling stock/sarana) dijadiin 1 direktorat iki opo ora mumet to? job class pak Heru ini mestinya lebih tinggi dari direksi lainnya. so, apakah KAI bakal jd 'bancakan pejabat' spt BUMN2 lainnya?
difla rahmatika tweet media
Indonesia
0
0
0
88